Peristiwa

Kemenkes Menurunkan Tim Dokter Spesialis Ortopedi untuk Tangani Korban Gempa di NTT

×

Kemenkes Menurunkan Tim Dokter Spesialis Ortopedi untuk Tangani Korban Gempa di NTT

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kemenkes Kirim Tim Dokter Spesialis Ortopedi untuk Tangani Korban Gempa NTT

jurnalistik.co.id – Kementerian Kesehatan menurunkan tim dokter spesialis ortopedi untuk membantu penanganan korban gempa di beberapa wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan sebagai penguatan layanan medis di masa tanggap darurat.

Di Kabupaten Sikka, tim dokter tiba dan segera melaksanakan tugas di RSUD dr. TC Hillers Maumere. Direktur rumah sakit tersebut, Paulus Lameng, menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan berasal dari rumah sakit rujukan di luar daerah.

Tim dokter ortopedi dari beberapa RS rujukan

Paulus menyebutkan para dokter yang diterjunkan merupakan tenaga spesialis ortopedi dari RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan RSUP dr. J. Leimena Ambon. Keberadaan mereka, menurut Paulus, difokuskan untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.

“Tim dokter sudah tiba di Sikka dan segera bertugas di RSUD dr. TC Hillers Maumere,” kata Paulus kepada wartawan di Maumere, pada Rabu (19/8/2026).

Ia juga menekankan bahwa kehadiran tim tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat pelayanan medis di lokasi terdampak. Dengan penambahan spesialis, penanganan kasus yang berkaitan dengan sistem gerak diharapkan bisa lebih cepat tertangani.

Gempa membuat sejumlah korban mengalami gangguan pada tulang dan sistem muskuloskeletal. Karena itu, tim ortopedi disebut diperlukan untuk mempercepat penanganan cedera terkait kerangka tubuh.

Paulus menambahkan, RSUD dr. TC Hillers Maumere terus memperkuat layanan sebagai bagian dari respons tanggap darurat bencana gempa. Pernyataan tersebut disampaikan seiring upaya penanganan korban yang terus berlangsung di fasilitas kesehatan setempat.

Korban terdampak gempa di Sikka

Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Kabupaten Sikka, hingga Selasa (18/8/2026) sedikitnya ada empat orang yang meninggal dunia. Selain itu, 19 orang dilaporkan mengalami luka berat, sedangkan 22 orang lainnya mengalami luka ringan.

Angka-angka tersebut menggambarkan dampak yang tidak hanya bersifat kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan kebutuhan penanganan medis yang beragam. Pada kondisi seperti ini, keberadaan dokter spesialis menjadi salah satu elemen penting untuk menangani cedera yang lebih kompleks.

BMKG: gempa bermagnitudo 7,7 dipicu sesar aktif di utara Flores

Gempa berkekuatan 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di NTT pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Menurut laporan BMKG, pusat gempa berada di Kabupaten Nagekeo dengan titik gempa sekitar 30 km ke arah timur laut.

Kedalaman gempa dilaporkan mencapai 15 km. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyampaikan bahwa sumber gempa berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di bagian utara Pulau Flores.

“Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 1992. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores,” kata Arief.

Pernyataan Arief merujuk pada keterkaitan sesar aktif yang sama dengan kejadian gempa sebelumnya, yakni pada tahun 1992. Informasi ini menjadi dasar penjelasan mengenai kemungkinan aktivitas seismik di wilayah utara Flores yang dapat memengaruhi daerah di sekitar NTT.

Dalam konteks respons bencana, pengetahuan tentang karakter sumber gempa juga berguna untuk pemetaan risiko dan kesiapsiagaan layanan. Sementara itu, dari sisi penanganan korban, fasilitas kesehatan di lokasi terdampak membutuhkan dukungan tenaga spesialis untuk menghadapi spektrum cedera yang muncul pascagempa.

Melalui pengiriman tim dokter spesialis ortopedi, Kementerian Kesehatan menempatkan penguatan layanan di RSUD dr. TC Hillers Maumere sebagai salah satu fokus di Kabupaten Sikka. Upaya tersebut diharapkan membantu korban yang membutuhkan tata laksana lebih spesifik, terutama untuk gangguan pada tulang dan sistem muskuloskeletal akibat bencana.