Peristiwa

Tiga Hari Usai Gempa Magnitudo 7,7, Listrik di Seluruh Flores Kembali Normal

×

Tiga Hari Usai Gempa Magnitudo 7,7, Listrik di Seluruh Flores Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 3 Hari Pascagempa M 7,7, Listrik Seluruh Flores Kembali Normal

jurnalistik.co.id – PT PLN (Persero) menyatakan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali normal setelah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Hingga Selasa (18/8/2026) pukul 17.40 Wita, pelanggan yang sebelumnya mengalami gangguan telah mendapatkan kembali pasokan listrik.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi langkah cepat PLN dalam memulihkan jaringan kelistrikan setelah gempa mengguncang Flores dan sejumlah wilayah di sekitarnya.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah bekerja dengan luar biasa sejak hari pertama sampai saat ini,” ujar Melki, Selasa malam.

Melki menilai pemulihan pasokan listrik menjadi kebutuhan penting agar masyarakat bisa kembali beraktivitas sekaligus mendukung penanganan pascabencana.

Pemulihan dilakukan bertahap dengan dukungan berbagai pihak

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan upaya pemulihan sistem kelistrikan dimulai segera setelah gempa terjadi, dengan mengerahkan petugas ke wilayah-wilayah yang terdampak.

“Sejak gempa terjadi, teman-teman PLN langsung bergerak, bekerja siang dan malam, mendatangi satu per satu lokasi yang terdampak,” kata Darmawan.

Darmawan menjelaskan bahwa proses pemulihan menghadapi sejumlah tantangan. Petugas perlu memastikan kondisi jaringan aman terlebih dahulu sebelum pasokan listrik dinormalkan kembali.

Darmawan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

“Sejak gempa terjadi, teman-teman PLN langsung bergerak, bekerja siang dan malam, mendatangi satu per satu lokasi yang terdampak,” kata Darmawan.

Secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT F. Eko Sulistyono menyampaikan PLN menerjunkan 1.144 personel untuk melakukan pengamanan, perbaikan, hingga penormalan jaringan listrik.

“Sejak gempa terjadi, kami langsung melakukan asesmen terhadap kondisi jaringan di seluruh wilayah terdampak. Kami menerjunkan 1.144 personel untuk melakukan pengamanan, perbaikan, dan penormalan secara bertahap,” kata Eko.

Eko menuturkan salah satu tantangan utama yang dihadapi petugas adalah akses menuju sejumlah lokasi terdampak. Petugas tetap harus memeriksa kondisi jaringan di setiap titik sebelum listrik dialirkan kembali.

Selain mengutamakan keselamatan, mobilisasi personel, material, serta peralatan dilakukan untuk mempercepat pemulihan. Upaya tersebut diarahkan agar penormalan berjalan terukur dan tidak menimbulkan risiko baru.

Meskipun sistem kelistrikan Flores telah pulih 100 persen, PLN masih menyiagakan personel untuk memantau kondisi jaringan serta mengantisipasi kemungkinan gangguan lanjutan.

Bantuan untuk warga terdampak

Di luar pemulihan pasokan listrik, PLN juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Langkah ini dimaksudkan untuk membantu warga yang terdampak dalam masa transisi menuju pemulihan penuh pascabencana.

PLN menegaskan pemulihan tidak dilakukan dengan pendekatan instan, melainkan melalui tahapan asesmen dan penanganan di lapangan. Tim melakukan pengecekan pada tiap titik agar penyaluran kembali berjalan sesuai kondisi teknis di wilayah terdampak.

Dalam pelaksanaan penanganan, akses menuju lokasi yang terkena dampak menjadi salah satu faktor yang menyulitkan mobilisasi. Petugas tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk memastikan aspek keselamatan operasi, sebelum jaringan benar-benar dinormalkan.

Selain pengerahan sumber daya manusia, PLN juga menyiapkan dukungan material serta peralatan untuk mempercepat perbaikan tanpa mengabaikan ketertiban prosedur. Dengan langkah tersebut, proses penormalan diarahkan agar terukur dan mengurangi potensi gangguan baru di tahap lanjutan.

Setelah penanganan utama dinyatakan telah mencapai pemulihan penuh di Flores, PLN tetap melakukan siaga pemantauan jaringan. Upaya ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan serta memberikan respons cepat bila muncul gangguan susulan, termasuk melalui koordinasi dengan pihak terkait dalam masa pascabencana.