Peristiwa

Lansia 68 Tahun Suradi Diduga Tenggelam di Dam Colo Karanganyar Usai Menolak Diajak Pulang

×

Lansia 68 Tahun Suradi Diduga Tenggelam di Dam Colo Karanganyar Usai Menolak Diajak Pulang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sempat Tolak Diajak Pulang, Lansia 68 Tahun Diduga Tenggelam di Dam Colo Karanganyar

jurnalistik.co.id – Karanganyar, Jawa Tengah—seorang lansia bernama Suradi (68) diduga tenggelam di area sungai irigasi dekat Dam Colo. Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Selasa (18/8/2026) sore, dan hingga laporan dibuat Suradi masih dalam proses pencarian.

Suradi merupakan warga Desa Jetis, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Ia disebut berada di sekitar Dam Colo saat kejadian berlangsung. Dugaan tenggelamnya mengarah ke Sungai Irigasi Bengawan Proyek atau Sungai Irigasi Colo Timur.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Karanganyar Sugiharjo, peristiwa bermula ketika Suradi sudah berada di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ada keterlibatan keluarga yang mencoba mengajak korban pulang.

“Survivor saat itu berada di lokasi, kemudian anak survivor ajak pulang, namun Survivor tidak mau pulang,” kata Sugiharjo. Ia menjelaskan bahwa meski korban menolak, anak Suradi tetap mengawasi dari dekat.

Dalam keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 17.15 WIB anak korban meninggalkan lokasi sebentar. Waktu itu digunakan untuk menyalakan lampu rumah, sehingga pengawasan tidak lagi berada tepat di samping korban.

Ketika anak korban kembali ke tempat kejadian, Suradi disebut sudah tidak berada di lokasi. “Di sekitar lokasi ditemukan sandal, baju, dan tongkat milik korban yang masih berada di pinggir sungai, sehingga saksi melaporkan kejadian itu ke kami,” ujar Sugiharjo.

Temuan benda milik korban di sekitar pinggir sungai kemudian memicu laporan warga dan penanganan dari pihak berwenang. BPBD Kabupaten Karanganyar selanjutnya melakukan koordinasi dengan tim pencarian.

“Survivor memang setiap sore suka duduk di lokasi kejadian, saat itu anak survivor mengawasi survivor, kemudian ditinggal nyalakan lampu rumah sebentar, dan kembali lagi sudah hilang,” kata Tri Anggar S, Ketua Relawan Jaten (RJ) Karanganyar. Tri menilai kondisi tersebut mengarah pada dugaan Suradi masuk ke sungai atau terjatuh.

Tri juga menegaskan kebiasaan Suradi yang biasa datang ke lokasi pada sore hari. Kebiasaan itu membuat sejumlah pihak mengaitkan kejadian hilangnya korban dengan kemungkinan masuknya Suradi ke aliran sungai saat pengawasan sempat ditinggalkan.

Dari aspek kesehatan, Suradi disebut memiliki riwayat stroke. “Dari informasi masyarakat, survivor memiliki gejala stroke, tadi siang habis kontrol,” ujarnya.

Masih terkait kondisi sebelum peristiwa, Tri menyebut Suradi pada Selasa siang sebelumnya baru selesai menjalani pemeriksaan. Dengan adanya riwayat stroke, keluarga dan relawan kemudian semakin fokus pada upaya pencarian tanpa menunda koordinasi.

Hingga laporan ini dibuat, Suradi masih dalam pencarian. BPBD Kabupaten Karanganyar bersama SAR Karanganyar dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) berada di lokasi untuk melakukan proses pencarian dan penelusuran di sekitar area dugaan kejadian.

Proses pencarian difokuskan pada titik-titik yang memungkinkan korban berada, mengingat saat ditemukan saksi melaporkan adanya perlengkapan milik korban yang tersisa di pinggir sungai. Dengan informasi waktu kejadian yang jelas—sekitar pukul 17.00 WIB sebelum ajakan pulang ditolak, lalu sekitar pukul 17.15 WIB ketika Suradi disebut sudah tidak ada—tim masih berupaya memastikan keberadaan korban.

Menurut keterangan yang beredar, dugaan tenggelam ini bermula saat Suradi berada di sekitar Dam Colo pada sore hari. Saat pengawasan sempat beralih karena anak korban beralasan menyalakan lampu rumah, korban disebut sudah tidak berada di tempat semula ketika pengawasan kembali.

Petunjuk yang menjadi pegangan pencarian berasal dari temuan di sekitar pinggir sungai, berupa sandal, baju, dan tongkat milik korban yang tertinggal. Temuan tersebut kemudian mendorong warga melaporkan kejadian ke pihak berwenang agar proses penanganan dapat segera dilakukan dan tidak berhenti pada dugaan awal.

Dengan mempertimbangkan riwayat stroke yang disebut dimiliki Suradi, fokus pencarian diarahkan untuk memastikan keberadaan korban di area yang masih mungkin terjangkau. BPBD Kabupaten Karanganyar bersama SAR Karanganyar dan BBWS melakukan koordinasi, termasuk penelusuran pada titik-titik sekitar lokasi yang berkaitan dengan waktu terakhir korban terlihat dan keberadaan barang-barangnya di sekitar sungai.