Peristiwa

Kiat Menyejukkan Diri Saat Gelombang Panas: dari Pakaian hingga Tidur Nyenyak

×

Kiat Menyejukkan Diri Saat Gelombang Panas: dari Pakaian hingga Tidur Nyenyak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tips on how to cool down during a heatwave

jurnalistik.co.id – Gelombang panas yang melanda Inggris sudah memasuki gelombang kelima pada tahun ini. Menjelang akhir Juni, suhu sempat melonjak dan sejumlah rekor juga terpecahkan, saat negara itu menghadapi gelombang panas keduanya musim panas ini.

Dalam situasi seperti itu, banyak pembaca BBC News membagikan cara yang mereka pakai untuk tetap nyaman. Mulai dari trik sederhana di rumah, pilihan tempat berlindung dari panas, hingga penyesuaian kebiasaan sehari-hari.

Menjaga rumah tetap sejuk

Bethan Earley, warga Rugby, mengatakan ia menjaga rumah tetap dingin dengan memasang “survival blankets” berbahan foil di bagian luar jendela sebelum menutupnya. Ia mengakui rumah tetap akan terasa hangat, namun prosesnya jauh lebih lambat dibanding kondisi biasa.

Sejumlah orang lain mencoba metode yang lebih tidak biasa. Emma Kent, 42, membagikan pengalamannya mengecat jendela rumahnya dengan pasta yoghurt yang ia sebarkan di bagian luar. Ia terinspirasi dari eksperimen peneliti ilmu bangunan di Loughborough University, lalu pada salah satu hari paling panas di bulan Juni ia memakai rol cat untuk mengoles sekitar satu kilogram yoghurt di luar jendela rumahnya di Hitchin.

Emma menyebut proses itu hanya membutuhkan sekitar 10 menit dan perubahan suhu di dalam rumah terasa jelas. Ia melaporkan perbedaan tersebut muncul pada hari yang sama setelah cara itu diterapkan.

John Turbefield, 38, dari Chichester memilih strategi yang memanfaatkan kain penutup. Di ruang-ruang yang paling panas, ia menaruh lembaran sprei putih di bagian luar jendela. Untuk jendela lainnya, ia juga membeli paket “survival blankets” yang biasanya digunakan atlet untuk mengatur suhu tubuh, lalu menempelkannya ke bingkai agar mampu memantulkan panas dan cahaya.

Ia menjelaskan, “Survival blankets” memang didesain memantulkan panas, serta ukurannya besar sehingga mudah dipasang pada bingkai untuk memantulkan sebagian besar cahaya kembali keluar. Selain itu, ia menempatkan botol air plastik berkapasitas dua liter di freezer, lalu meletakkannya menghadap dan membelakangi lima kipas yang disebar di rumah.

John menambahkan catatan penting bagi yang ingin meniru caranya: botol berukuran besar bisa memerlukan waktu beberapa hari agar beku.

Dalam panduan dari UK Health Security Agency, dianjurkan untuk membuka jendela hanya saat udara di luar terasa lebih sejuk dibanding di dalam. Agency itu juga mengingatkan untuk mematikan perangkat elektronik yang tidak perlu karena bisa menghasilkan panas, seperti televisi, laptop, dan charger.

Mencari tempat yang lebih sejuk

Sejumlah pemerintah daerah menerbitkan daftar “cool spaces” yang bisa dikunjungi saat cuaca ekstrem. Tempat-tempat tersebut mencakup gereja, perpustakaan, dan museum, dengan fasilitas seperti pendingin udara, toilet, serta tempat air minum.

Alice Jenner, 31, yang tinggal di pesisir selatan, mengatakan ia tidak menemukan “cool spaces” yang tersedia dekat lokasinya. Karena itu ia memilih cara berbeda: ia meminta izin kepada pekerja di toko M&S setempat agar bisa duduk sejenak di ruang toko yang ber-AC.

Alice menjelaskan bahwa obat yang ia minum membuat tubuhnya lebih sulit mengatur suhu. Ia mengatakan staf M&S sangat baik dan mengizinkannya duduk sekitar satu setengah jam dengan bukunya di dekat ruang fitting pada hari itu, dan baginya langkah tersebut benar-benar membantu melewati panas.

Menata tidur agar lebih nyaman

Untuk Stephanie Reed, 39, menjaga tubuh tetap sejuk saat gelombang panas adalah kebutuhan khusus. Ia menyebut panas ekstrem memicu epilepsinya, sehingga ia menerapkan strategi sederhana menjelang malam.

Ketika suhu malam terasa tinggi, ia membasahi handuk kecil lalu meletakkannya di ujung tempat tidur. Ia tidur dengan kaki dan pergelangan kakinya berada di atas handuk itu. Stephanie menyatakan, cara tersebut membantu mengatur suhu tubuh dan handuk tetap sejuk sepanjang malam.

Ia juga membagikan langkah tambahan untuk anaknya. Stephanie mulai membasahi seprai putrinya yang berusia tujuh tahun, lalu memasukkannya ke freezer sekitar setengah jam sebelum tidur. Ia menyesuaikan waktunya agar seprai cukup sejuk untuk membantu saat mulai tidur, namun tidak sampai benar-benar membeku.

Gordon Cooper, 73, dari High Wycombe, mengatakan ia menggantung handuk mandi basah di kamarnya dan meletakkan kipas di dekatnya untuk membantu mendinginkan ruangan. Sementara Jacqueline Pearce, dari Lancashire, mengisi botol air panasnya dengan air dingin dari kulkas lalu menaruhnya di tempat tidur.

Bagi sebagian orang, bukan hanya metode pendinginan yang diubah, tetapi juga tempat tidur. Anabelle Holschuh, 30, yang tinggal di London, mengatakan saat gelombang panas Mei ia kesulitan tidur di kamar loteng. Ia kemudian memilih memakai selimut dan bantal serta tidur di lantai lorong.

Ketika suhu kembali meningkat pada bulan berikutnya, Anabelle tidur di sofa ruang keluarga dengan kipas listrik menyala. Ia menyebut ruangannya menghadap ke utara dengan langit-langit tinggi, dan karena ia tidur cukup baik di sofa, ia tidak perlu berpindah lebih jauh ke lantai lorong.

Clare McDermott, 52, menilai keluar dari rumah justru menjadi kunci. Ia memasang gazebo di taman rumahnya di West Sussex, lalu menghabiskan dua malam pada bulan Juni tidur di bawahnya di atas sofa rotan dengan selimut. Clare mengatakan tempat itu terasa jauh lebih sejuk sehingga tidurnya pun lebih nyenyak.

Tahlia David, 28, melangkah lebih jauh lagi. Bersama pasangan, ia membawa mobil campervan ke lokasi wild camping dekat danau di sekitar Carmarthenshire, Wales. Mereka membaca buku, bermain dengan anjing, lalu tidur di kasur di dalam van. Tahlia menambahkan, mereka tetap merasa nyaman dengan selimut, sesuatu yang ia anggap “tidak terpikirkan” di rumah sendiri, dan ia menyebut perjalanan itu menjadi jeda yang menyenangkan dari panas di dalam rumah.

Kerja dari rumah, makan, dan pilihan yang mudah

Beberapa orang juga menata ulang rutinitas kerja dari rumah. Teresa Curran, 44, dari Warwickshire, mengatakan ia mengisi bak mandi dengan air dingin ketika rumahnya terasa terlalu panas. Ia masuk dan “berjalan-terhuyung” di dalamnya di sela-sela rapat, dan ia menilai cara itu memberi bantuan yang terasa cepat.

Untuk kebutuhan makan, Aimie Ludgate, 29, dari Bradford, menyatakan menggunakan oven atau hob saat gelombang panas adalah pilihan yang ia hindari. Ia memilih memasak sebanyak mungkin memakai air fryer, termasuk untuk merebus telur dan memasak steak. Aimie juga membekukan botol air besar semalaman agar bisa dibawa bekerja keesokan harinya.

Ahli gizi Kate Hilton menekankan bahwa saat gelombang panas orang cenderung perlu lebih banyak minum air dingin dan mengutamakan makanan yang menyegarkan serta membantu hidrasi. Ia menyebut contoh makanan seperti mentimun, tomat, semangka, serta smoothie beku.

Menurutnya, buah lain yang juga dapat membantu hidrasi antara lain beri, persik, dan buah-buahan berjenis sitrus. Untuk anak yang pemilih soal makanan, ia menyarankan membekukan jus buah atau smoothie menjadi es pops agar anak tetap merasa nyaman dan sejuk.

Kate Hilton juga mengingatkan efek kafein dan terutama alkohol yang bisa bersifat membuat tubuh lebih dehidrasi. Ia merekomendasikan agar alkohol diminum dengan kadar moderat saat cuaca panas, lalu diimbangi dengan minuman non-alkohol.

Ia menambahkan bahwa air umumnya adalah pilihan terbaik untuk diminum, namun semua cairan selain alkohol tetap dianggap membantu hidrasi. Jika seseorang menyukai minuman seperti “sugar-free squash” atau tambahan rasa lain, hal itu tetap termasuk dalam kontribusi hidrasi.

Pakaian, aksesori, dan mengubah jadwal aktivitas

Dalam urusan berpakaian, Jess Jepson, 31, dari Manchester, mengatakan ia menyesuaikan busana dengan cuaca: memakai pakaian longgar, ringan, dan terasa lapang, serta memilih warna yang lebih pucat. Ia mengaku sempat mengenakan warna hitam pada satu hari dan ia sangat menyesalinya.

Ia juga menjaga rambut agar tidak menempel di wajah dan leher dengan mengikatnya menggunakan claw clip. Jess menilai tantangannya adalah tetap merasa rapi sambil berupaya mendinginkan tubuh.

Penata gaya Chantelle Znideric menyarankan memilih serat alami seperti katun dan linen. Ia mengatakan bahan-bahan ini sangat “breathable” sehingga membantu menyebarkan kelembapan di kain dan tidak membuatnya terperangkap menempel pada kulit. Chantelle menambahkan bahwa kain berkilau dengan serat sintetis justru membuat orang lebih cepat berkeringat.

Untuk aksesori, Chantelle menjelaskan topi model basketball bisa memberi bayangan ke mata saat terik, tetapi tetap membuat telinga dan leher terbuka sepenuhnya. Ia merekomendasikan topi berpinggir lebar seperti fedora atau bucket hat agar perlindungannya lebih menyeluruh.

Terakhir, sejumlah pembaca mengubah rutinitas harian untuk menghindari panas lebih awal. Annie Smith, 27, dari St Albans, mengatakan ia dan suaminya berjalan pagi hari bersama dua dachshund mereka, lalu melakukan aktivitas pengayaan di dalam rumah agar hewan tetap terhibur. Ia menuturkan, mereka tidak berjalan setelah pukul 8 pagi atau 9 pagi karena cuaca terlalu panas.

Annie membeli cooling vests untuk anjingnya dan menyimpan makanan anjing basah di dalam kulkas. Ia dan pasangannya juga berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum sekitar pukul 10:00 agar setelah itu bisa duduk diam dan tetap sejuk sepanjang sisa hari.

Helena Kandzialka, 55, mengatakan ia menghindari perjalanan mobil jika memungkinkan, serta memilih duduk di luar rumah di tempat teduh. Ia menilai hembusan angin membuat suasana lebih sejuk dibanding berada di dalam rumah.