jurnalistik.co.id – Arsenal kembali menghidupkan minatnya pada bek tengah Aston Villa, Ezri Konsa. Langkah ini muncul setelah klub London itu merampungkan perekrutan Bruno Guimaraes dari Newcastle, sehingga perhatian mereka makin mengarah ke penguatan sektor belakang.
Konsa berusia 28 tahun dan saat ini masih berada dalam masa liburan usai tampil di Piala Dunia. Ia juga tidak ikut bersama skuad Villa untuk pertandingan Super Cup Rabu melawan Paris St-Germain.
Meski upaya awal Arsenal di musim panas ini sempat mengarah pada Konsa, proses transfer tersebut tidak jadi terlaksana. Menurut informasi yang beredar, klub bersedia membayar sekitar ÂŁ30 juta untuk pemain Timnas Inggris, sementara Aston Villa menilai bek mereka berada di angka ÂŁ60 juta.
Arsenal memandang Konsa sebagai sosok yang bisa memberi opsi lebih luas di lini belakang. Keberagaman peran yang dimiliki sang bek disebut menjadi nilai tambah bagi skema permainan di Emirates Stadium, terutama ketika Arsenal berusaha menemukan kombinasi yang paling pas untuk kebutuhan musim mendatang.
Klub juga sadar bahwa untuk bisa menuntaskan negosiasi, tawaran awal mereka perlu ditingkatkan secara signifikan. Namun, apakah Aston Villa bersedia melepas Konsa dengan harga di bawah valuasi mereka, masih menjadi pertanyaan besar yang akan menentukan arah pembicaraan selanjutnya.
Dari sisi prestasi, Konsa tampil cukup menonjol bersama Villa pada musim terakhir. Ia mencatat 48 penampilan di seluruh kompetisi sekaligus meraih trofi Liga Europa, sebuah pencapaian yang ikut menguatkan posisi namanya dalam radar klub-klub besar.
Arsenal menilai bahwa momen ini tepat untuk mempercepat pemburuan bek baru, terutama karena mereka ingin memastikan kedalaman skuad di tengah jadwal padat. Dengan Konsa yang tersedia di bursa transfer, pembicaraan yang kembali bergulir diharapkan bisa membuka peluang untuk kesepakatan yang lebih dekat ke kebutuhan kedua pihak.
Pekan ini, muncul juga pembahasan lain terkait bek
Berita Terkait
Di tengah fokus pada Konsa, Arsenal juga melakukan penelusuran alternatif lewat obrolan awal dengan Tottenham. Sejumlah sumber menyebut The Gunners sempat mengadakan pembicaraan eksploratif terkait kemungkinan mendatangkan Cristian Romero, yang berstatus kapten klub di Tottenham.
Namun, Tottenham diperkirakan tidak memiliki niat untuk menjual pemain berusia 28 tahun tersebut ke Arsenal. Selain soal intensitas persaingan antar-klub London Utara, mereka juga diyakini ingin menjaga stabilitas komposisi tim.
Meski begitu, aktivitas Arsenal untuk menanyakan situasi Romero memperlihatkan bahwa klub tidak menutup kemungkinan pada opsi yang tergolong sulit. Keinginan itu bisa dipahami mengingat Arsenal sedang mencari solusi yang cepat dan tepat untuk meningkatkan kualitas lini pertahanan.
Romero sebelumnya sempat terhambat oleh cedera lutut. Ia mengalami masalah saat pertandingan melawan Sunderland pada bulan April, sehingga harus absen untuk sisa kompetisi domestik pada musim tersebut.
Setelah masa pemulihan, Romero kembali tampil sebagai starter bersama Argentina di Piala Dunia. Pada laga final yang berakhir dengan kekalahan Argentina dari Spanyol, ia bermain selama 70 menit, sebelum pertandingan selesai dan menutup perjalanan tim di turnamen tersebut.
Dengan kondisi itu, cerita transfer Romero tetap berada dalam zona ketidakpastian, terlebih karena faktor penolakan dari sisi Tottenham. Meski demikian, Arsenal tetap berusaha memetakan berbagai kemungkinan, sambil menunggu kelanjutan pembahasan yang lebih konkret dengan pihak Villa terkait Konsa.
Situasi Konsa sendiri kini menjadi pusat perhatian. Setelah Arsenal kembali mengaktifkan negosiasi, tantangannya adalah menemukan titik temu yang dapat diterima Aston Villa, tanpa membuat harga bergerak terlalu jauh dari batas kemampuan Arsenal. Selanjutnya, respons Villa terhadap tawaran yang diharapkan meningkat akan menentukan apakah pembicaraan ini benar-benar mengarah pada kesepakatan.
Jika proses berjalan sesuai ekspektasi, Arsenal bisa mendapatkan bek tengah yang relevan dengan kebutuhan mereka sekaligus membawa tambahan kedalaman di lini belakang. Tetapi, selama valuasi ÂŁ60 juta masih menjadi acuan utama Villa, durasi negosiasi kemungkinan akan berlangsung ketat, terutama ketika Arsenal harus menyeimbangkan target transfer dengan batas penawaran mereka.












