jurnalistik.co.id – Ledakan terjadi di kawasan wisata pusat kota Athena, Yunani, pada 25 September 2026. Peristiwa itu membuat sebuah bangunan dua lantai runtuh seketika.
Insiden berlangsung di area Plaka, dekat sejumlah lokasi populer, termasuk Akropolis dan Kuil Zeus. Hingga saat ini, penyebab ledakan belum dijelaskan secara pasti oleh pihak berwenang.
Menurut laporan Reuters, bangunan tempat ledakan bermula hancur berantakan hingga menjadi tumpukan logam yang saling terbelit. Puing-puing tersebut juga memperlihatkan kondisi balkon yang rusak serta lempengan beton yang tampak menggantung setelah ledakan.
Gelombang ledakan dilaporkan menyebarkan serpihan ke sekitar lokasi kejadian. Batu-batu dan pecahan kaca bahkan dilaporkan terlempar hingga sejauh tiga blok dari titik awal.
Upaya pencarian korban
Pihak pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pencarian di antara reruntuhan. Seorang pejabat menyatakan, “Pasukan pemadam kebakaran sedang mencari lima orang, termasuk sepasang lansia yang tinggal di bangunan tersebut,”.
Dalam keterangan lain, pihak kepolisian menyampaikan bahwa sebagian bangunan disewakan kepada wisatawan. Kawasan Plaka memang dipenuhi hotel dan layanan sewa jangka pendek, sehingga banyak pengunjung kerap berada di area tersebut.
Kerumunan wisatawan terlihat biasa berjalan di jalan-jalan sempit yang dipenuhi kafe dan toko suvenir. Pada Jumat pagi, ketika asap mengepul di atas monumen kuno, petugas pemadam kebakaran dan ambulans bergegas tiba di lokasi.
Seorang warga setempat, Andreas Martzaklis, menggambarkan dampak ledakan dengan menekankan besarnya kekuatan. Ia mengatakan, “Seolah-olah seluruh bangunan, satu blok ini terlempar begitu saja. Begitu kuat ledakannya,”.
Berwenang juga melaporkan adanya korban luka dari warga yang berada di sekitar lokasi. Mereka menyebut seorang pejalan kaki mengalami luka akibat insiden tersebut.
Berita Terkait
Korban yang berhasil dievakuasi
Dua wanita yang terjebak di bangunan sebelah dilaporkan berhasil diselamatkan. Setelah dievakuasi, kedua korban sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai setidaknya tiga orang. Di sisi lain, lima orang lainnya dilaporkan masih hilang, sehingga pencarian masih menjadi prioritas operasional.
Dalam laporan yang sama, otoritas menyatakan ledakan terjadi pada pagi hari dan langsung memicu keruntuhan. Proses penanganan darurat dilakukan dengan pemeriksaan area terdampak serta upaya memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun.
Hingga berita ini ditulis, penyelidikan terus berlangsung untuk menentukan sumber ledakan dan faktor yang menyebabkan bangunan runtuh. Penjelasan resmi tentang penyebab kejadian masih belum disampaikan, sehingga rincian teknis insiden masih menunggu hasil pemeriksaan.
Kawasan Plaka yang berdekatan dengan objek bersejarah membuat situasi penanganan semakin kompleks. Dengan adanya aktivitas wisata yang padat, petugas perlu menyeimbangkan pencarian korban, pengamanan area, serta penanganan medis bagi yang terluka.
Sejumlah reruntuhan yang dilaporkan menjadi tumpukan logam dan beton menggantung menunjukkan tingkat kerusakan yang luas. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi memerlukan kehati-hatian agar pencarian terhadap lima orang yang hilang dapat dilakukan secara menyeluruh.
Di tengah upaya pencarian, laporan menyebutkan asap masih terlihat di atas area monumen kuno saat petugas pertama kali tiba. Kondisi lapangan yang berubah cepat menjadi alasan operasi penyelamatan tetap berlangsung untuk memastikan keselamatan dan penemuan korban yang tersisa.
Di lokasi, petugas bekerja dalam ritme yang berubah cepat karena kondisi reruntuhan tidak stabil. Pemeriksaan awal tidak hanya berfokus pada pencarian korban, tetapi juga pada pengetatan area di sekitar bangunan yang runtuh, mengingat serpihan kaca dan material bangunan dilaporkan tersebar ke beberapa blok.
Karena kawasan Plaka dipenuhi aktivitas wisata harian, pengamanan setempat menjadi bagian penting dari respons darurat. Polisi dan tim terkait disebut melakukan pengaturan area agar pengunjung dapat dijauhkan dari titik berbahaya, sementara layanan medis tetap siap menangani luka yang muncul akibat ledakan dan material yang jatuh.
Hingga proses penanganan berlangsung, otoritas terus mengumpulkan informasi untuk menjelaskan apa yang terjadi sebelum ledakan. Penyelidikan diarahkan pada penelusuran sumber kejadian serta pemeriksaan dampak struktural, termasuk kondisi balkon dan bagian beton yang tampak menggantung, sambil memastikan tidak ada korban tambahan yang tertimbun.












