Peristiwa

Renovasi Buckingham Palace Temukan Kumpulan Barang Harian Berusia dari Abad ke-1800-an

×

Renovasi Buckingham Palace Temukan Kumpulan Barang Harian Berusia dari Abad ke-1800-an

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Buckingham Palace works uncover trove of everyday items dating back to 1800s

jurnalistik.co.id – Pemulihan Istana Buckingham tengah mengungkap rangkaian benda harian yang selama ini tersembunyi di balik infrastruktur bangunan. Temuan itu datang dari proses renovasi bernilai 369 juta poundsterling, dan memperlihatkan jejak kehidupan yang pernah berlangsung di kediaman kerajaan London tersebut.

Di antara berbagai temuan, pekerja menemukan sepasang sepatu kulit yang kondisi luarnya sudah usang, lengkap dengan tekstur “hobnailed” khas solnya. Ada pula kliping surat kabar yang usianya hampir 140 tahun, yang menunjukkan bahwa ruang di dalam istana pernah menyimpan barang-barang sehari-hari dalam jangka panjang.

Sejumlah barang lain didapati setelah pekerjaan pemulihan berlangsung. Benda-benda itu diyakini berasal dari staf yang bertugas di istana puluhan tahun silam, lalu akhirnya terselip di elemen bangunan yang kemudian tidak lagi terlihat.

Dalam satu temuan, sebuah tiket untuk acara “whist drive” ditemukan menyatu di dalam bongkahan bata. Tiket itu merujuk pada penyelenggaraan pada 14 April 1949, dan memperlihatkan bahwa kegiatan sosial di area istana pernah meninggalkan jejak fisik yang tertanam.

Proses pembongkaran juga mengarah pada penemuan beberapa slip taruhan, sebuah botol Schweppes Still Malvern English Spring Water, serta kemasan kosong Silk Cut. Tidak hanya itu, sebuah artikel surat kabar juga ditemukan di bawah lantai, berisi pemberitaan mengenai kelompok yang dipenjara terkait Great Train Robbery pada 1963.

Langkah renovasi istana sendiri merupakan bagian dari program perbaikan sepuluh tahun yang direncanakan rampung pada bulan Maret. Pembiayaannya didukung melalui peningkatan sementara Sovereign Grant, yang digunakan untuk urusan resmi keluarga kerajaan.

Di tengah rencana perbaikan, sejumlah komponen bangunan tua disiapkan untuk diganti. Kegiatan itu mencakup kabel-kabel yang menua, pipa timah, sistem pengkabelan, dan boiler—dengan catatan penggantian dilakukan “many for the first time in 60 years” menyusul kekhawatiran terkait potensi kerusakan akibat kebakaran maupun air.

Sampai sebelum pemulihan, banyak item yang tampak tetap berada di dalam struktur bangunan. Salah satu yang menonjol adalah jadwal yang diketik, berisi rencana Ratu Elizabeth II untuk menggelar jamuan penerimaan diplomatik pada tahun Silver Jubilee, yaitu 1977.

Dokumen jadwal tersebut memaparkan arahan rinci, termasuk strategi penempatan tamu. Pada lembar itu tertulis bahwa monarki akan bekerja “clockwise direction”, sementara para pembantu diminta untuk mendorong sekitar 350 tamu Inggris agar berbaur dengan diplomat dalam acara tahunan.

Dalam jadwal yang sama, terdapat kutipan berbunyi: “The British guests will be distributed throughout the State Rooms, except the Music Room and West Gallery, where they should be encouraged to talk to the Diplomats.” Rincian semacam ini memberi gambaran tentang cara acara kenegaraan diatur di ruang-ruang tertentu dalam istana.

Temuan lain turut memperluas spektrum kehidupan sehari-hari di Buckingham Palace. Pihak pemulihan menemukan slip taruhan Littlewoods Football Pool yang masih kosong dari tahun 1957, serta potongan daftar pertunjukan teater West End dari surat kabar The Standard pada tahun 1889.

Dari sisi material dekoratif, ditemukan pula fragmen ubin keramik hias merek Minton yang berasal dari area perapian. Desain pada ubin tersebut diberi keterangan bertanggal sekitar pertengahan abad ke-1800-an, sehingga menunjukkan bahwa elemen estetika lama juga sempat tersisa dalam struktur yang akhirnya dibongkar.

Di dalam koleksi temuan, ada juga ceret timah (pewter tankard), kotak sambungan kayu, serta sebuah kotak yang memudar berisi enam kartu Natal. Selain itu, ditemukan contoh kabel listrik yang ditutup dengan pelapis karet vulkanisasi dari “vulcanised Indian rubber cabling”, dan kabel tersebut diganti sebagai prioritas saat restorasi dimulai karena dinilai menimbulkan risiko kebakaran paling besar terhadap bangunan.

Dokumentasi surat kabar dari tahun 1966 juga muncul dalam hasil pemulihan. Halaman Daily Express ditemukan dengan informasi mengenai penjara berlevel “maximum security” tempat para pelaku Great Train Robbery dipenjara, lengkap dengan gambar yang menampilkan Durham Prison.

Di salah satu bagian yang terkait gambar tersebut, tertulis kutipan yang menyebut kondisi kerja para narapidana: “the men who were found guilty of stealing a fortune in mailbags spend their week stitching them for nine shillings”. Kutipan itu menggambarkan bagaimana pemberitaan surat kabar kala itu menggambarkan keseharian di balik penahanan.

Tak hanya benda bertema kriminal dan urusan sosial, ditemukan juga tiket “whist drive” dengan harga 6d atau enam pence. Acara itu diperkirakan berlangsung pada masa pemerintahan George VI, dan diselenggarakan oleh social club istana, yakni pada era kakek Charles III.

Di luar detail temuan, otoritas menyampaikan bahwa keputusan renovasi sekaligus mengubah rencana hunian. Raja dan Ratu tidak akan tinggal di Buckingham Palace setelah renovasi selesai, sementara kini Charles dan Camilla berada di Clarence House yang berdiri berdampingan dengan St James’s Palace dan dahulu menjadi rumah Ibu Ratu.

Ke depan, pihak istana juga menyatakan langkah ini memberi ruang bagi akses publik yang lebih luas. Landmark itu disebut berpotensi dibuka lebih lama, sehingga menghasilkan pendapatan tambahan, sementara raja tetap menyelenggarakan berbagai acara di istana seperti state banquets dan garden parties, termasuk resepsi serta audiensi dengan perdana menteri dan para duta besar baru.