jurnalistik.co.id – Tunggul pohon Sycamore Gap di Hadrian’s Wall kini menunjukkan tanda pemulihan yang “encouraging”, tiga tahun setelah ditebang secara ilegal.
Pengamatan terbaru menyebutkan lapisan tunas baru yang tebal tumbuh mengelilingi bekas tebangan tersebut, seolah membentuk lingkaran hidup di sekitar titik yang dilindungi.
Sycamore Gap merupakan salah satu landmark paling dikenal di Hadrian’s Wall, kawasan Northumberland, Inggris. Tunggul itu menjadi perhatian setelah aksi penebangan ilegal terjadi pada 28 September 2023.
Dua pelaku, Daniel Graham dan Adam Carruthers, dilaporkan melakukan perjalanan dari tempat tinggal mereka di Cumbria selama badai untuk menebang pohon tersebut.
Aksi mereka memicu kemarahan publik luas dan berujung pada vonis penjara. Pengadilan menjatuhkan hukuman atas Daniel Graham dan Adam Carruthers terkait kerusakan kriminal pada pohon yang ditanam pada era Victoria serta struktur Roman wall di sekitarnya.
Setelah kejadian, National Trust sebagai pengelola situs melakukan tindakan perlindungan: tunggul Sycamore Gap dipagari untuk memantau apakah pohon bisa pulih.
Andrew Poad, general manager National Trust, mengatakan ia merasa ada harapan dari proses alam yang sedang berjalan. Ia menyatakan, “I’m filled with hope by the way nature is taking its course.”
Dalam keterangan lain, Poad menegaskan, “These flourishing shoots are really encouraging and show the special measures we’ve taken, including reducing soil compaction around the roots and limiting human disturbance, are paying off.”
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pengunjung yang mendukung upaya konservasi agar pohon itu mendapatkan kesempatan terbaik untuk berkembang.
Poad menambahkan bahwa pihaknya akan memantau tunggul itu secara ketat. Menurutnya, dari waktu ke waktu, para penjaga situs akan mengelola pohon sesuai perkembangan yang terlihat.
Berita Terkait
Upaya perlindungan tidak hanya berhenti pada pemagaran. Setelah pohon ditebang, bibit-bibitnya disimpan di pusat National Trust secara rahasia untuk menjaga kelanjutan warisan landmark tersebut.
Selanjutnya, para sapling kemudian disumbangkan ke kelompok komunitas dan organisasi amal di berbagai wilayah. Sejumlah proyek seni juga digulirkan dengan tujuan menegaskan pentingnya alam sekaligus mengecam penebangan ilegal.
Graham dan Carruthers dijatuhi hukuman pada Juli 2025. Mereka dihukum selama empat tahun tiga bulan karena peran mereka dalam penebangan pohon dengan chainsaw.
Pada saat vonis dijatuhkan, Graham berusia 39 tahun dan Carruthers berusia 32 tahun. Keduanya juga merekam tindakan mereka dan mengambil sepotong batang sebagai “trophy”.
Graham, yang bekerja sebagai groundworker di dekat Carlisle, dan Carruthers, seorang mekanik dari Wigton, tidak menyampaikan motif yang lebih jelas dalam proses persidangan.
Jaksa menyebut tindakan mereka sebagai sebuah “moronic mission”, namun selama persidangan keduanya berusaha saling menyalahkan. Sementara itu, detail yang tetap tercatat kuat adalah adanya rekaman aksi dan tindakan mengambil bagian batang.
Sycamore Gap sendiri ditanam pada akhir abad ke-1800-an dan kemudian tumbuh menjadi tujuan kunjungan yang dicintai. Pohon itu berdiri di area bekas perbatasan Kekaisaran Romawi dan dikenal sebagai titik yang sering difoto.
Popularitasnya meluas hingga tingkat global saat pohon itu muncul dalam adegan film “Robin Hood Prince of Thieves” pada 1991, yang dibintangi Kevin Costner.
Selain menjadi magnet wisata dan fotografi, landmark tersebut juga mendapat perhatian dari para seniman yang menjadikannya bagian dari inspirasi karya mereka.
Meski penebangan telah mengakhiri fase berdirinya pohon sebagaimana adanya, tanda tunas baru di tunggul kini kembali memberi sinyal bahwa proses pemulihan masih mungkin. Dengan langkah pemadatan tanah yang dikurangi di sekitar akar dan pembatasan gangguan manusia, National Trust menyatakan upaya konservasi tersebut mulai menunjukkan dampaknya.
Ke depan, pemantauan akan terus dilakukan. Pihak National Trust menyebut para rangers akan mengambil keputusan pengelolaan berdasarkan perkembangan yang muncul dari waktu ke waktu, seiring harapan agar Sycamore Gap tetap bisa meninggalkan jejak hidupnya di Hadrian’s Wall.









