Olahraga

Persib vs Persija di Bali: Igor Tolic Tetap Hormati Piala Presiden 2026 Meski Waswas

×

Persib vs Persija di Bali: Igor Tolic Tetap Hormati Piala Presiden 2026 Meski Waswas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Persib Vs Persija di Bali, Igor Tolic Hormati Piala Presiden meski Waswas

jurnalistik.co.id – Persib Bandung akan menghadapi Persija Jakarta pada semifinal Piala Presiden 2026 di Bali. Pelatih Igor Tolic menegaskan pertandingan ini tetap harus dihormati meski dirinya mewaspadai kondisi pemain setelah pramusim berintensitas tinggi.

Laga Persib vs Persija dijadwalkan berlangsung pada Selasa (4/7/2026) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Pertandingan ini menjadi bagian dari rangkaian semifinal dan final turnamen pramusim tersebut.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, secara resmi menunjuk Bali sebagai venue semifinal dan final. Penunjukan itu disampaikan dalam konferensi pers pada Minggu (2/8/2026) di Balai Kota Surabaya.

Dalam momen tersebut, Maruarar juga menelepon Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Arahan penyelenggaraan turnamen pun mengarah pada penetapan Bali sebagai tuan rumah untuk fase-fase krusial kompetisi.

Tolic menilai, duel semifinal dan final tidak akan berjalan seperti laga persahabatan. Ia memprediksi pertandingan akan berlangsung intens, mirip pola yang kerap terjadi pada format final four.

“Kemudian ada pertandingan semifinal dan final, dan ini akan berlangsung intens seperti biasanya,” kata Tolic. Ia menekankan bahwa rivalitas Persib dan Persija membuat tempo serta tekanan pertandingan cenderung meningkat.

“Tidak ada pertandingan persahabatan ketika Anda bermain demi gengsi dan ketika Anda bermain demi uang. Jadi, mari kita lihat pada akhirnya,” papar dia. Menurut Tolic, ada harga diri yang dipertaruhkan di atas lapangan, termasuk nilai hadiah juara yang mencapai Rp 8 miliar.

Piala Presiden merupakan turnamen pramusim. Namun, intensitas permainan dinilai tinggi karena jadwal yang padat, tensi tim yang bertanding, serta besaran hadiah yang menggiurkan.

Di sisi Persib, beban tersebut semakin terasa menjelang tahap-tahap berikutnya. Penggawa inti, Berguinho, disebut mengalami cedera saat fase grup dan kini harus menepi selama satu bulan.

Selain Berguinho, Dion Markx juga mengalami hamstring. Kondisi seperti ini membuat Tolic harus memikirkan cara menjaga kontinuitas permainan tanpa mengorbankan kesehatan pemain.

Pelatih asal menyadari bahwa masa pramusim tidak hanya soal menambah jam terbang, tetapi juga soal manajemen fisik. Ketika kondisi masih jauh dari kebugaran ideal, tuntutan jadwal menjadi tantangan tersendiri.

Tolic menyinggung bahwa tim perlu menjalani beberapa pertandingan dalam waktu yang rapat. Ia menyebut jarak 12 hari untuk melakoni lima pertandingan menjadi ujian berat bagi skuad yang sedang dibangun.

“Saya melihat di banyak tim lain sekarang, juga ada pemain yang cedera. Saya pikir penyerang Arema (Gustavo Henrique) juga cedera, dan banyak sekali pemain dari tim-tim lain yang sebenarnya tidak kita ketahui, karena hal-hal kecil, ini terlalu intensif untuk sebuah permulaan,” sebut Tolic.

Ia memandang persoalan cedera tidak hanya terjadi pada satu klub. Tolic menilai akumulasi intensitas dan detail-detail kecil dalam pertandingan dapat memengaruhi kondisi pemain di awal periode persiapan.

Upaya menjaga pemain tetap siap

Pada titik itulah strategi rotasi menjadi bagian penting dari pekerjaan Tolic. Ia menekankan perlunya mengakali kebutuhan agar tim tetap maksimal, sekaligus merawat pemain agar tidak bertambah cedera.

Menurut Tolic, langkah tersebut diperlukan karena tekanan turnamen pramusim bisa terasa seperti kompetisi sungguhan. Semifinal dan final menghadirkan konsekuensi yang lebih besar, baik dari sisi gengsi maupun hadiah.

Dalam konteks itu, Persib juga diharapkan tetap menghormati turnamen dan menjaga fokus sejak awal laga. Tolic menilai penghargaan terhadap turnamen harus diwujudkan melalui persiapan yang serius dan disiplin dalam menjalankan instruksi.

Ia juga menyoroti dukungan Bobotoh yang rela membeli tiket untuk menyaksikan pertandingan. Kehadiran suporter, kata Tolic, menjadi nilai tambahan yang perlu dijawab dengan performa yang sungguh-sungguh.

Dengan demikian, Tolic membawa dua perhatian sekaligus menjelang duel Persib vs Persija. Di satu sisi, ia ingin tim siap menghadapi intensitas besar seperti duel final four, sementara di sisi lain ia harus memastikan skuad tidak kehilangan pemain akibat cedera baru.