jurnalistik.co.id – Real Madrid memulai pramusim terbuka menjelang musim 2026-2027 dengan hasil yang jauh dari harapan ketika menghadapi Fiorentina. Di Austria, tim yang dilatih Jose Mourinho harus puas bermain imbang 2-2 dalam laga uji coba perdana yang bisa disaksikan langsung publik.
Pertandingan berlangsung di Sportpark Klagenfurt pada Sabtu (1/8/2026). Meski ini disebut sebagai agenda pramusim terbuka perdana Los Blancos, momentum yang dibangun sejak awal ternyata tidak bertahan hingga akhir laga.
Laga ini pun sebenarnya bukan pertandingan pembuka Real Madrid di bawah komando Mourinho pada periode keduanya di klub. Sebelum tampil di depan penonton, Real Madrid lebih dulu menjalani dua laga tertutup pada akhir Juli, ketika mereka menang atas Alcorcon 1-0 dan Leganes 4-1.
Namun, saat akhirnya bisa dipantau secara langsung pada musim panas ini, penampilan Real Madrid memperlihatkan sejumlah celah. Keunggulan yang sempat mereka bangun tidak mampu dijaga hingga akhir babak kedua, sehingga evaluasi setelah laga pun tidak bisa dihindari.
Jose Mourinho tampak kecewa di tepi lapangan ketika timnya gagal mempertahankan keunggulan. Di momen jeda, pelatih asal Portugal itu terlihat memberikan arahan mendalam kepada para pemainnya.
Real Madrid justru membuka pertandingan dengan awal yang meyakinkan. Pada menit ke-12, Endrick mencatatkan gol lewat tendangan menyilang kaki kiri yang mengarah ke pojok gawang David de Gea.
Umpan pada gol pembuka itu datang dari Alvaro Carreras. Gol Endrick menjadi isyarat awal bahwa Los Blancos memiliki opsi serangan yang cepat dan langsung begitu pertandingan dimulai.
Keunggulan tersebut bertambah pada menit ke-24. Kali ini, Alexis Ciria menjadi pembeda lewat penyelesaian yang menyambar umpan Eduardo Camavinga, membuat Real Madrid sempat unggul lebih nyaman.
Berita Terkait
Fiorentina tidak langsung menyerah. Menjelang akhir babak pertama, tim Italia itu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-41 melalui sepakan keras Roberto Piccoli yang menyelesaikan bola setelah Alex Jimenez ikut membangun pergerakan sebelum akhirnya bola berbuah gol.
Skor 2-1 tersebut membawa pertandingan memasuki jeda dengan tensi yang belum benar-benar padam. Bagi Real Madrid, keunggulan menjelang turun minum terasa penting, tetapi babak kedua kemudian menjadi momen yang mengubah jalannya laga.
Memasuki babak kedua, situasi berbalik menguntungkan Fiorentina. Pelatih Fabio Grosso membuat perubahan dengan memasukkan Moise Kean dan Nicolo Fagioli sejak menit-minit awal.
Keputusan Grosso langsung berdampak. Hanya satu menit setelah Kean berada di lapangan, ia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-58 lewat sundulan terarah yang memanfaatkan umpan silang Nicolo Fagioli.
Gol penyama kedudukan itu membuat Fiorentina kembali menguasai ritme pertandingan. Real Madrid berusaha merespons, tetapi hingga peluit akhir, mereka tidak mampu mengembalikan keunggulan agar laga berakhir sesuai keinginan.
Hasil imbang 2-2 menjadi catatan penting untuk Real Madrid dalam pramusim terbuka perdana ini. Mourinho berada dalam sorotan karena tim yang sempat unggul dua kali akhirnya kehilangan kendali pada fase krusial, sementara Fiorentina menunjukkan bahwa perubahan pemain di babak kedua dapat mengubah arah permainan.
Bagi Fiorentina, hasil tersebut memperlihatkan efektivitas taktik yang dijalankan Grosso ketika melakukan substitusi. Sementara bagi Real Madrid, laga ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh menjelang rangkaian persiapan yang lebih panjang, terutama soal konsistensi menjaga keunggulan sejak babak pertama hingga momen penentu di akhir laga.
Di Sportpark Klagenfurt, pertandingan berjalan dengan ritme yang sempat memihak Real Madrid pada fase awal. Setelah unggul lewat gol Endrick dan Alexis Ciria, tim lebih terlihat mampu menekan lawan. Namun, ketika Fiorentina mampu memperkecil lewat Roberto Piccoli tepat sebelum jeda, momentum yang sempat terbangun berubah menjadi pekerjaan ekstra bagi Mourinho untuk menjaga disiplin tim selama sisa waktu.
Setelah jeda, perubahan yang dilakukan Fabio Grosso menjadi kunci arah permainan. Masuknya Moise Kean dan Nicolo Fagioli dari menit-menit awal memberi dinamika baru, dan sundulan Kean pada menit ke-58 langsung membuat Fiorentina kembali menemukan ritme. Real Madrid mencoba menekan untuk merebut kendali lagi, tetapi hingga pertandingan selesai skor 2-2 bertahan sebagai hasil yang menegaskan pentingnya evaluasi soal konsistensi ketika keunggulan sudah diraih.












