jurnalistik.co.id – Piala Dunia bagi masyarakat Brasil bukan sekadar agenda sepak bola. Setiap empat tahun sekali, negara yang sudah lima kali meraih gelar juara dunia itu bertransformasi menjadi ruang besar untuk merayakan laga bersama.
Nuansa tersebut ikut sampai kepada Renan Silva, pemain asal Brasil yang kini berkarier di Liga Indonesia. Di tengah bursa transfer, ia mengaku tetap mengikuti perjalanan Selecao pada Piala Dunia 2026 meski tidak datang langsung ke stadion.
Bagi Renan, cara Brasil merayakan turnamen berakar pada karakter warganya yang gemar berpesta. Ia menilai atmosfer Piala Dunia selalu terasa berbeda dibanding hari-hari biasa.
“Orang Brasil adalah bangsa yang suka berpesta dan tersenyum. Jadi, untuk acara seperti Piala Dunia, orang-orang mengecat jalanan, mengadakan acara di tempat-tempat dengan layar TV besar untuk menonton bersama,” tuturnya kepada Kompas.com.
Tradisi Selecao: dari jalanan dicat sampai nonton bareng
Renan menggambarkan tradisi itu diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, setiap pertandingan berlangsung, suasana yang terbentuk tidak berhenti di lapangan, tetapi ikut merembet ke lingkungan sekitar.
Ia juga menekankan bahwa nonton pertandingan di Brasil hampir selalu menjadi urusan kebersamaan. Banyak orang berkumpul di rumah, atau di lokasi yang menyediakan layar TV besar, agar bisa menyaksikan jalannya laga bersama.
“Saya senang menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman, mengadakan barbeque, dan menonton Piala Dunia di layar TV besar di rumah,” kata Renan Silva.
Di luar aktivitas menonton, ia menyebut barbeque menjadi ritual yang nyaris selalu hadir saat Brasil menjalani pertandingan. Pertemuan yang hangat itu menjadi bagian yang melekat dari cara masyarakat merayakan momen pertandingan Selecao.
Refrigerante dan petisco sebagai pelengkap
Renan menambahkan, makanan ringan turut melengkapi tradisi saat tim bermain. Ia mengatakan masyarakat Brasil umumnya menyiapkan minuman ringan bersoda sebagai teman menyaksikan pertandingan.
“Minuman namanya refrigerante dan makanan nama petisco kentang goreng, sosis, dll,” imbuhnya.
Dalam budaya Brasil yang ia ceritakan, petiscos disajikan dalam porsi kecil agar bisa dinikmati bersama-sama. Pola penyajian itu, menurutnya, ikut memperkuat rasa kebersamaan ketika orang berkumpul menonton sepak bola.
Bukan hanya soal jenis makanan, Renan melihat tradisi seperti ini membuat perayaan pertandingan terasa lebih hidup. Saat banyak orang berbagi camilan dan menonton dengan layar besar, laga menjadi pengalaman sosial yang lebih dekat dengan keseharian.
Brasil masuk fase gugur: menantang Jepang
Di atas lapangan, Selecao kini memasuki fase gugur Piala Dunia 2026. Renan menyoroti bahwa Brasil akan menghadapi Jepang pada babak 32 besar, di Stadion Houston (NRG Stadium), Texas, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB.
Menurut Renan, performa Brasil di bawah arahan Carlo Ancelotti terus menunjukkan perkembangan positif. Ia menilai titik pentingnya tampak setelah kembalinya Neymar ke dalam skuad.
“Tim ini menjadi lebih kuat dan mendapatkan lebih banyak rasa hormat dari lawan-lawannya. Saya berharap gelar Piala Dunia keenam akan segera diraih,” ujar mantan pemain terbaik Liga 1 2019 itu.
Ia juga mengakui bahwa Jepang bukan lawan yang mudah. Namun, Renan menyatakan keyakinannya bahwa Brasil memiliki kapasitas untuk melangkah lebih jauh.
“Ini bukan pertandingan mudah bagi Brasil, tetapi jika Brasil menang, kita akan menjadi juara Piala Dunia,” pungkasnya.
Modal Brasil di fase grup dan prediksi laga ketat
Brasil lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup C. Tim itu membawa modal kemenangan meyakinkan ketika mengalahkan Haiti dan Skotlandia, setelah sebelumnya bermain imbang melawan Maroko.
Sementara itu, laga melawan Jepang diprediksi berjalan ketat. Jepang tampil impresif sepanjang fase grup dan disebut menjadi salah satu tim dengan produktivitas gol terbaik.
Renan turut menyinggung kondisi skuad Brasil yang diproyeksikan masih menghadapi pembatasan. Ia menyebut Brasil diperkirakan belum diperkuat Raphinha yang masih menjalani pemulihan cedera hamstring.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa Neymar sudah kembali tersedia. Di lini depan, Renan memproyeksikan Vinicius Junior, Matheus Cunha, Lucas Paqueta, dan Rayan sebagai andalan.
Dengan tradisi perayaan yang menjadi ciri khas off-pitch Brasil, Renan menggambarkan bahwa hari pertandingan bagi Selecao selalu sarat dengan semangat. Namun, saat waktu peluit dimulai, fokus berubah pada satu target yang sama: melaju dan membawa pulang trofi yang sudah lama dinantikan.












