jurnalistik.co.id – Gustavo Alfaro menyongsong laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Jerman dengan keyakinan yang dibangun dari pengalaman menghadapi tim-tim papan atas Amerika Selatan. Ia menilai Paraguay sudah melewati sejumlah ujian penting sebelum akhirnya percaya diri mengincar kemenangan.
Pertandingan Jerman vs Paraguay akan berlangsung di Stadion Boston pada Selasa (30/6/2026) pukul 03.30 WIB. Bagi Paraguay, duel ini menjadi momentum untuk menerjemahkan modal perjalanan mereka hingga fase gugur.
Di fase grup, Paraguay tampil tidak sepenuhnya meyakinkan. Mereka kalah 1-4 dari Amerika Serikat, mampu mengalahkan Turkiye 1-0, lalu bermain imbang 0-0 melawan Australia. Dari tiga laga tersebut, Paraguay mengumpulkan empat poin dan lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Di sisi lain, Jerman juga datang dengan catatan yang tidak ideal. Pada laga terakhir fase grup, tim asuhan Nagelsmann kalah 1-2 dari Ekuador, sekaligus menjadi penutup fase grup mereka sebelum menghadapi Paraguay.
Pengalaman menghadang raksasa
Menjelang pertandingan, Gustavo Alfaro mengambil inspirasi dari kemenangan-kemenangan Paraguay saat berhadapan dengan kekuatan besar CONMEBOL pada babak kualifikasi. Ia menekankan bahwa pengalaman tersebut memberi bekal untuk menghadapi tekanan saat melawan tim sekelas Jerman.
Paraguay pernah menumbangkan Brasil 1-0 melalui gol tunggal Diego Gomez saat bermain di Stadion Defensores del Chaco, Asuncion, pada 10 September 2024. Dua bulan berselang di lokasi yang sama, Paraguay kembali membuat kejutan ketika menggulung Argentina dengan skor 2-1 pada 14 November 2024.
Kemenangan itu berkelindan dengan catatan lain yang turut memperkuat keyakinan Alfaro. Paraguay juga sukses mengalahkan Uruguay, juara dunia, dengan skor 2-0, yang membuat Alfaro merasa timnya memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tim-tim kuat.
Alfaro kemudian merangkum modal tersebut dalam pandangannya mengenai kualitas lawan. “Kami telah berhadapan dengan Argentina, kami telah berhadapan dengan Brasil, tim-tim dengan kaliber yang sama atau bahkan mungkin lebih tinggi dari Jerman,” kata Alfaro dikutip dari Reuters. “Mereka semua adalah kandidat juara dunia. Kami menghadapi mereka dan itu sulit bagi kami, tetapi kami berhasil melewatinya,” sambungnya.
Uji mental menjelang laga gugur
Di dalam skuad, pengalaman menghadapi tim papan atas juga menjadi bahan pembicaraan menjelang laga. Kapten Paraguay, Gustavo Gomez, menyampaikan bahwa penting bagi La Albirroja untuk bermain menghadapi tim-tim top dari Amerika Selatan.
Menurut Gomez, uji mental ketika berhadapan dengan lawan-lawan kuat tersebut menjadi bagian dari proses menuju Piala Dunia. Harapannya, proses itu bisa kembali dipakai untuk mengunci hasil saat Paraguay menghadapi Jerman di babak 32 besar.
Meski lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik, perjalanan Paraguay di fase grup memperlihatkan bahwa mereka harus menjaga ritme dan segera merespons momentum setiap pertandingan. Di babak 32 besar, tantangan berubah: bukan lagi sekadar menjaga hasil, tetapi mengubah modal perjalanan itu menjadi eksekusi yang konsisten melawan lawan dari level tertinggi.
Alfaro memandang bahwa bekal paling berharga datang dari perjalanan menghadapi kekuatan besar di kawasan CONMEBOL. Menurutnya, proses tersebut melahirkan pemahaman tentang bagaimana tekanan bekerja saat berhadapan dengan tim yang dianggap unggul. Dari situ, kepercayaan diri dibangun bukan dari satu momen, melainkan dari kemampuan merespons ujian yang berulang.
Dalam catatan pertemuan yang pernah membuat Paraguay tampil berani, stadion Defensores del Chaco di Asuncion menjadi salah satu panggung penting. Ketika mereka pernah menaklukkan Brasil 1-0 melalui gol Diego Gomez pada 10 September 2024, kejutan itu berlanjut dua bulan setelahnya saat Paraguay menggulung Argentina 2-1 pada 14 November 2024. Ditambah kemenangan 2-0 atas Uruguay, pandangan Alfaro tentang kemampuan bersaing makin terasa punya landasan yang jelas.
Menjelang laga gugur, pesan yang disampaikan kapten Gustavo Gomez juga menekankan pentingnya uji mental. Bermain melawan tim-tim top dari Amerika Selatan diposisikan sebagai bagian dari proses menuju Piala Dunia, sehingga saat Paraguay menghadapi Jerman nanti, mereka bisa mengandalkan pembelajaran dari duel-duel sulit yang pernah dilalui—terutama dalam menjaga fokus saat tempo pertandingan meningkat.












