jurnalistik.co.id – Dmitry Bakanov mengatakan Rusia dan mitra-mitranya di BRICS tengah menyiapkan langkah untuk membentuk sebuah dewan antariksa yang berfungsi mengoordinasikan kerja sama. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara saat pertemuan para pemimpin BRICS di New Delhi.
Menurut kepala Roscosmos tersebut, gagasan dewan antariksa telah muncul dan proses pembentukannya sedang berlangsung. Ia juga menjelaskan bahwa pembahasan tidak hanya berhenti pada rencana, tetapi mencakup agenda kerja yang akan dijalankan di bawah payung dewan.
“Dewan antariksa telah diusulkan dan proses pembentukannya sedang berjalan,” kata Bakanov. Ia menegaskan dewan ini dirancang agar kontribusi tiap negara anggota BRICS bisa saling terhubung secara lebih terencana dalam aktivitas antariksa.
Fokus utama yang disebutkan adalah pertukaran data yang berkaitan dengan satelit. Dalam kerangka tersebut, dewan diharapkan menjadi ruang koordinasi agar informasi antarnegara bisa dibagikan dengan mekanisme yang lebih jelas dan terarah.
Selain data, Bakanov menyebut cakupan berikutnya menyangkut penggunaan konstelasi satelit secara bersama. Artinya, kerja sama tidak hanya sebatas pertukaran informasi, melainkan juga kolaborasi terkait bagaimana jaringan satelit dari masing-masing negara dapat dimanfaatkan bersama.
Rencana dewan juga mencakup pelaksanaan misi bersama. Dengan demikian, peran dewan antariksa tidak hanya pada tahap perencanaan kerja sama, tetapi juga pada dukungan koordinatif ketika misi dijalankan.
Bakanov menggambarkan dewan itu sebagai instrumen untuk memperluas koordinasi antariksa di antara negara-negara yang tergabung dalam BRICS. Ia menyebut agenda yang dipersiapkan melibatkan pertukaran data, penggunaan konstelasi satelit bersama, serta pelaksanaan berbagai misi.
Berita Terkait
Dalam pandangannya, upaya Rusia ini sejalan dengan strategi untuk memperkuat kerja sama teknologi dengan India dan China. Rusia terlihat berupaya menempatkan kedekatan itu sebagai bagian dari langkah lebih besar dalam mengembangkan BRICS.
BRICS sendiri merupakan akronim untuk Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Dalam narasi yang disampaikan Bakanov, kelompok negara tersebut hendak terus berkembang menjadi platform kerja sama yang lebih luas.
Ia menekankan bahwa penguatan BRICS ditujukan untuk melampaui institusi-institusi yang selama ini dipimpin oleh Barat. Pendekatan ini memperlihatkan fokus pada kebutuhan koordinasi lintas anggota, termasuk di sektor antariksa, sebagai area yang dapat diperkuat tanpa bergantung pada pola kerja yang sama.
Dengan adanya rencana dewan antariksa, koordinasi antarnegara diharapkan menjadi lebih sistematis. Pertukaran data satelit, pengaturan penggunaan konstelasi, hingga pengelolaan misi menjadi komponen yang, menurut Bakanov, akan dijalankan dalam lingkup yang sama.
Langkah pembentukan dewan yang masih berlangsung juga memberi sinyal bahwa prosesnya tidak instan. Namun, penekanan Bakanov pada agenda yang sudah disusun menunjukkan arah pembahasan yang cukup spesifik sejak tahap awal.
Untuk Rusia dan mitra BRICS lainnya, gagasan dewan antariksa ini dapat dipahami sebagai upaya meningkatkan keterhubungan kerja di ruang angkasa. Di satu sisi, berbagi data satelit berperan untuk memperkaya informasi yang tersedia; di sisi lain, koordinasi konstelasi dan misi bersama menuntut rancangan kolaborasi yang lebih rapat.
Dengan menyebut bahwa dewan antariksa telah diusulkan dan pembentukannya sedang berjalan, Bakanov menempatkan inisiatif ini sebagai proyek kerja sama yang tengah dimatangkan. Ia pun merangkaikannya dengan tujuan yang lebih besar: memperluas kerja sama teknologi Rusia melalui kemitraan dengan India dan China, sekaligus memperkuat BRICS sebagai platform lintas kawasan.
Secara keseluruhan, pernyataan Bakanov menegaskan bahwa dewan antariksa yang direncanakan di bawah BRICS memiliki agenda yang terukur. Mulai dari pertukaran data satelit, penggunaan konstelasi bersama, sampai pelaksanaan misi, semua disebut sebagai bagian dari cakupan kerja yang ingin dikoordinasikan oleh dewan tersebut.












