Teknologi

Fei-Fei Li dari Stanford, Pendiri World Labs Diperkirakan Punya Kekayaan Rp28 T Lewat Akuisisi AMD

×

Fei-Fei Li dari Stanford, Pendiri World Labs Diperkirakan Punya Kekayaan Rp28 T Lewat Akuisisi AMD

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Profesor Stanford Pendiri World Labs Punya Rp28 T, Ada Peran AMD - Teknologi

jurnalistik.co.id – Penjualan World Labs kepada Advanced Micro Devices Inc. (AMD) menandai lonjakan cepat bagi startup kecerdasan buatan yang baru berusia sekitar dua tahun. Kesepakatan tersebut juga diproyeksikan berimbas langsung ke kekayaan pendirinya.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Fei-Fei Li—profesor dari Stanford University dan CEO World Labs—diperkirakan meningkat menjadi setidaknya US$1,6 miliar atau sekitar Rp28,62 triliun setelah transaksi rampung. Proyeksi itu setara dengan kenaikan lebih dari 50% dibanding kondisi sebelumnya.

World Labs, yang berfokus pada kecerdasan spasial dan fisik, pada Senin (29/9/2026) menyetujui akuisisi oleh AMD dengan valuasi sebesar US$8,2 miliar. Adapun tanggal kesepakatan tersebut menjadi penanda tahap akhir dari proses pengambilalihan.

Li pertama kali masuk jajaran miliarder setelah putaran pendanaan pada Februari. Putaran itu memberi valuasi bagi World Labs yang berbasis di San Francisco di atas US$5 miliar.

Bloomberg Billionaires Index juga memperkirakan Li memiliki sekitar 19% saham World Labs. Dengan struktur kepemilikan tersebut, nilai perusahaan yang diakuisisi AMD dinilai turut mendorong lonjakan kekayaan yang diproyeksikan bagi Li.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Li menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) World Labs. Namun, ia tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari pihak terkait.

Kesepakatan World Labs dengan AMD tidak hanya dipandang sebagai transaksi korporasi, tetapi juga sebagai penanda percepatan perjalanan bisnis perusahaan yang relatif singkat. Dengan konteks usia startup sekitar dua tahun, penjualan tersebut menggambarkan bagaimana valuasi dapat bergerak cepat ketika suatu perusahaan memperoleh momentum pengembangan dan perhatian pasar. Dalam pemberitaan yang sama, tahap akhir pengambilalihan disebut telah memasuki fase final.

Proyeksi kekayaan Fei-Fei Li dalam Bloomberg Billionaires Index juga menautkan nilai kesepakatan ke struktur kepemilikan. Disebutkan bahwa Li memiliki sekitar 19% saham World Labs. Artinya, ketika valuasi kesepakatan mencapai US$8,2 miliar, nilai kepentingan yang dimiliki Li ikut terdorong, sehingga lonjakan kekayaan yang diperkirakan mencapai setidaknya US$1,6 miliar bisa dipahami sebagai dampak langsung dari naiknya nilai perusahaan.

Bloomberg memperlihatkan bahwa kenaikan tersebut dibandingkan dengan kondisi sebelum transaksi. Kenaikan yang diperkirakan setara dengan lebih dari 50% menggambarkan perubahan posisi finansial yang signifikan dalam waktu yang relatif dekat. Selain itu, laporan menyebut Li diproyeksikan berada pada kategori kekayaan yang lebih tinggi setelah transaksi rampung, mempertegas bahwa momen penyelesaian kesepakatan menjadi penentu perhitungan dalam indeks.

Dalam perkembangan sebelumnya, Li tercatat baru masuk jajaran miliarder setelah putaran pendanaan pada Februari. Putaran tersebut memberikan valuasi bagi World Labs yang berbasis di San Francisco di atas US$5 miliar. Dengan demikian, narasi pertumbuhan World Labs dapat dirunut melalui dua titik waktu yang berdekatan: valuasi awal yang menguat setelah putaran Februari, lalu peningkatan berikutnya yang diwujudkan lewat persetujuan akuisisi oleh AMD.

World Labs sendiri disebut memiliki fokus pada kecerdasan spasial dan fisik. Dari kacamata pembaca, fokus tersebut memberi gambaran tentang orientasi produk dan kompetensi yang sedang dibangun perusahaan. Ketika perusahaan kemudian menyetujui akuisisi dengan valuasi US$8,2 miliar pada Senin (29/9/2026), hal itu turut memperkuat kesan bahwa perusahaan memperoleh nilai strategis di tengah dinamika industri kecerdasan buatan.

Meski Bloomberg memuat estimasi rinci mengenai saham dan proyeksi kekayaan, laporan yang sama juga menegaskan bahwa Li tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Pada saat informasi transaksi disampaikan, pembaca hanya diberi gambaran dari angka dan struktur kepemilikan yang dihitung dalam indeks, sementara respons pihak terkait tidak tersedia. Kondisi ini membuat pemberitaan lebih menonjolkan data kuantitatif ketimbang pernyataan langsung dari pengambil keputusan di World Labs.