jurnalistik.co.id – xAI meluncurkan model AI terbarunya, Grok 4.6, untuk publik pada Rabu (12/8/2026) waktu setempat. Perilisan ini sekaligus menempatkan Grok 4.6 dalam persaingan ketat dengan model-model top baik dari ekosistem open-weight maupun perusahaan besar.
Dalam pengujian yang disusun Artificial Analysis Intelligence Index, Grok 4.6 mencatat skor 61. Angka tersebut disebut menyamai GPT-5.6 Sol Max milik OpenAI sekaligus melampaui Kimi K3 yang meraih skor 60.
Namun, di peringkat yang sama Grok 4.6 masih kalah dari dua model Anthropic. Claude Opus 5 berada di posisi teratas dengan skor 63, disusul Claude Fable 5 dengan skor 62.
Artificial Analysis Intelligence Index merupakan gabungan dari sembilan benchmark berbeda. Dalam komposisinya terdapat GDPval-AA v2, Terminal-Bench v2.1, GPQA Diamond, serta Humanity’s Last Exam, dan menjadi salah satu rujukan industri untuk membandingkan kemampuan model AI kelas atas.
Skor Grok 4.6 juga disebut meningkat dibanding versi pendahulunya. Grok 4.5 High sebelumnya mendapat skor 56, sehingga kenaikan mencapai lima poin dengan jeda peluncuran sekitar satu bulan.
Salah satu sorotan dari Grok 4.6 adalah kemampuan agentik, yakni menjalankan rangkaian tugas panjang secara mandiri. Pada benchmark GDPval-AA v2 yang mengukur pekerjaan pengetahuan dunia nyata, model ini membukukan skor Elo 1.753.
Nilai Elo tersebut hanya kalah dari Claude Opus 5, yang membuat Grok 4.6 menempati posisi kedua. Di pengukuran efisiensi alur kerja kompleks, Grok 4.6 disebut hanya memerlukan sekitar 53 langkah untuk menyelesaikan tugas yang sama, sedangkan Claude Opus 5 membutuhkan 103 langkah.
Pada benchmark τ³-Banking, Grok 4.6 mencetak skor 50,7 persen. Di bagian ini, model juga disebut berbagi dua skor tertinggi bersama Qwen3.8 Max.
Berita Terkait
Sementara itu, di Terminal-Bench v2.1 Grok 4.6 meraih skor 88,4 persen yang disebut sejajar dengan model-model kelas atas lainnya. Di keseluruhan rangkaian pengujian, kombinasi performa dan efisiensi langkah menjadi alasan utama mengapa Grok 4.6 dipandang lebih kompetitif untuk pengerjaan tugas-tugas kompleks.
Harga API dan posisi di pasar
Selain performa, xAI juga menonjolkan strategi harga untuk menarik kebutuhan korporasi. Harga standar API Grok 4.6 dibanderol 2 dollar AS per juta token input dan 6 dollar AS per juta token output.
Jika dikonversi, biayanya sekitar Rp36.000 per juta token input dan Rp108.000 per juta token output. Menariknya, harga ini tidak berubah dari Grok 4.5, sehingga kenaikan performa yang signifikan terjadi tanpa penyesuaian tarif.
Dari sisi posisi pasar, Grok 4.6 ditempatkan sebagai model frontier dengan harga menengah dibanding pesaing-pesaingnya, baik yang tertutup maupun yang berbasis open source.
Artificial Analysis Intelligence Index menyatukan beragam sudut pandang penilaian, sehingga hasilnya tidak hanya menggambarkan kemampuan penalaran tunggal. Kombinasinya mencakup benchmark pengetahuan dan tugas dunia nyata, lalu dipadukan dengan pengujian lain yang menilai performa lintas konteks. Dengan pendekatan tersebut, indikator ini sering dipakai untuk melihat posisi model-model frontier dibanding standar industri yang sama.
Secara perbandingan skor, Grok 4.6 berada sangat dekat dengan model-model papan atas. Di indeks tersebut, nilainya 61 disebut menyamai GPT-5.6 Sol Max dan sekaligus berada di atas Kimi K3 yang mencatat 60. Meski demikian, peringkatnya masih tertahan oleh dua model Anthropic: Claude Opus 5 (63) dan Claude Fable 5 (62). Kenaikan Grok 4.6 juga konsisten dengan klaim peningkatan dari Grok 4.5 High yang sebelumnya meraih 56.
Dari sisi kemampuan agentik, Grok 4.6 ditonjolkan karena bisa menjalankan rangkaian kerja panjang secara mandiri. Pada GDPval-AA v2, model ini mencatat Elo 1.753 dan hanya kalah dari Claude Opus 5, yang membuatnya menempati posisi berikutnya. Untuk efisiensi alur kerja kompleks, Grok 4.6 disebut memerlukan sekitar 53 langkah, sementara Claude Opus 5 membutuhkan hingga 103 langkah—perbedaan yang menekankan efektivitas proses, bukan sekadar skor akhir.
Di pengujian lainnya, Grok 4.6 juga menunjukkan konsistensi. Pada τ³-Banking, model ini mencetak 50,7 persen dan disebut berbagi dua skor tertinggi dengan Qwen3.8 Max. Sementara itu, pada Terminal-Bench v2.1, Grok 4.6 meraih 88,4 persen yang digambarkan sejajar dengan model kelas atas. Untuk aspek komersial, harga API dibanderol 2 dollar AS per juta token input dan 6 dollar AS per juta token output, setara sekitar Rp36.000 dan Rp108.000, serta disebut tidak berubah dari Grok 4.5. Kombinasi performa dan tarif yang relatif stabil inilah yang membuatnya diposisikan sebagai model frontier dengan harga menengah dibanding pesaing tertutup maupun open source.












