Teknologi

Meta Platforms Setuju Bayar Rp318 Triliun untuk Gugatan Kecanduan Media Sosial

×

Meta Platforms Setuju Bayar Rp318 Triliun untuk Gugatan Kecanduan Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Meta Sepakat Bayar Rp318 T pada Gugatan Kecanduan Media Sosial - Teknologi

jurnalistik.co.id – Meta Platforms menyatakan telah menyetujui pembayaran hingga US$18 miliar atau sekitar Rp318,9 triliun terkait penyelesaian gugatan media sosial yang melibatkan sejumlah negara bagian di Amerika Serikat.

Pembayaran tersebut menjadi bagian dari kesepakatan yang diumumkan melalui pengajuan pengadilan pada hari Rabu waktu setempat, sekaligus menandai langkah penyelesaian terhadap perkara yang menuntut perubahan besar pada cara platform dijalankan.

Kesepakatan ini mengaitkan penyelesaian sejumlah tuntutan hukum, dengan kewajiban baru yang ditujukan pada operasi platform Meta, termasuk Facebook dan Instagram.

Kesepakatan penyelesaian dan kewajiban perubahan platform

Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah kewajiban penerapan batasan baru pada platform. Dalam pengaturan yang disebutkan dalam dokumen pengadilan, Meta diharuskan menerapkan pembatasan yang berkaitan dengan bagaimana remaja mengakses dan menjelajahi konten.

Perubahan itu mencakup ketentuan untuk membatasi berapa lama remaja dapat β€œmenggali” konten di platform. Dengan kata lain, durasi paparan konten bagi kelompok usia remaja berada dalam batas yang ditentukan sesuai kesepakatan.

Selain pembatasan durasi, Meta juga diwajibkan mencegah pengguna menonaktifkan pengaturan keamanan tertentu tanpa adanya persetujuan orang tua.

Di bagian lain kesepakatan, Meta disebut menyetujui pembayaran dalam rangka menyelesaikan berbagai gugatan yang diajukan dalam perkara-perkara terkait platform mereka.

Perkara berjalan di Oakland, California

Menurut pengajuan pengadilan yang disampaikan, inti sengketa berada dalam persidangan yang sedang berlangsung di Oakland, California. Proses hukum tersebut melibatkan tuntutan dari sejumlah negara bagian di AS yang menilai Meta telah mendorong penggunaan secara tidak terkendali di kalangan pengguna muda.

Dalam perkara itu, para penggugat menyatakan bahwa Facebook dan Instagram dirancang untuk mendorong konsumsi berlebihan di kalangan pengguna muda. Gugatan kemudian berkembang menjadi tuntutan penyelesaian yang memuat baik unsur perubahan operasional maupun mekanisme pembayaran.

Kesepakatan yang disetujui Meta dilaporkan mencakup pemenuhan ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan batasan pada platform, termasuk aspek pengaturan keamanan dan kontrol orang tua terhadap pengaturan tersebut.

Dampak terhadap cara pengoperasian layanan

Jika disandingkan dengan rincian kewajiban yang disebutkan, kesepakatan ini berfokus pada penyesuaian bagaimana platform menampilkan dan mengarahkan aktivitas pengguna remaja, terutama terkait durasi akses konten.

Di saat yang sama, persyaratan untuk tidak memungkinkan penonaktifan pengaturan keamanan tertentu tanpa persetujuan orang tua menempatkan kontrol keluarga sebagai elemen yang harus diakomodasi dalam konfigurasi keamanan platform.

Dengan adanya penyelesaian ini, Meta menyepakati pembayaran hingga US$18 miliar (sekitar Rp318,9 triliun) sebagai bagian dari skema penyelesaian perkara, sementara ketentuan perubahan platform menjadi komponen yang melekat pada kesepakatan tersebut.

Pengumuman melalui pengajuan pengadilan tersebut juga menegaskan bahwa kesepakatan bersifat menyeluruh, tidak hanya satu klaim, tetapi terkait penyelesaian dalam sejumlah perkara hukum yang sedang berjalan.

Pengajuan pengadilan yang diumumkan pada Rabu waktu setempat juga menegaskan bahwa penyelesaian ini tidak berdiri sendiri, melainkan dirancang sebagai rangkaian langkah untuk mengakhiri tuntutan yang telah berjalan. Dalam kerangka itu, pembayaran yang disepakati diposisikan sebagai bagian dari konsekuensi yang menyertai komitmen perubahan, sehingga kewajiban teknis dan operasional di platform menjadi satu paket dengan penyelesaian perkara.

Rincian kewajiban perubahan tersebut menyoroti cara platform berinteraksi dengan remaja, khususnya pada aspek durasi. Meta diminta menerapkan pengaturan yang mengatur seberapa lama pengguna remaja dapat β€œmengakses dan menjelajah” konten, sehingga jangka waktu paparan berada dalam batas yang disebut dalam dokumen kesepakatan. Ketentuan ini diarahkan pada layanan yang termasuk Facebook dan Instagram.

Di sisi lain, kesepakatan juga menyentuh penguatan kendali keamanan melalui persetujuan pihak orang tua. Meta diwajibkan memastikan bahwa pengaturan keselamatan tertentu tidak dapat dipadamkan oleh pengguna tanpa persetujuan orang tua, dengan mekanisme persetujuan yang harus terintegrasi pada pengaturan keamanan yang tersedia bagi keluarga.

Dengan demikian, perkara di Oakland, California, menjadi titik penanda bahwa para penggugat menuntut perubahan besar pada praktik penggunaan di kalangan pengguna muda, sekaligus menilai ada kebutuhan mekanisme pemulihan melalui pembayaran. Kesepakatan yang dilaporkan mencakup penyelesaian menyeluruh atas berbagai tuntutan yang diajukan dalam sejumlah perkara yang sedang berlangsung.