jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyiapkan penguatan tata kelola data melalui pembangunan ekosistem data yang saling terhubung.
Upaya tersebut dibahas dalam Workshop Pembinaan dan Pengawasan Satu Data Daerah Kabupaten Gorontalo yang berlangsung pada 16–17 September 2026 di Hotel Lu’as, Kabupaten Gorontalo.
Workshop yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo itu menghadirkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, BPS, serta mitra pembangunan SKALA.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan implementasi Satu Data Indonesia (SDI) dan Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri (SDPDN), sekaligus menindaklanjuti rencana integrasi portal data antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Ekosistem data yang terintegrasi
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo, M. Trizal Entengo, menekankan bahwa ekosistem data tidak cukup dipahami sebagai aktivitas pengumpulan dan penayangan data belaka.
Ia berharap tersedia portal yang dapat diintegrasikan, sehingga peran tata kelola data dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan portal yang sudah ada.
“Kita ingin membangun ekosistem data yang tidak berhenti pada pengumpulan data saja, tetapi menyediakan portal yang bisa kita integrasikan. Portal ini diharapkan jangan hanya sampai pada tampilan portal saja, tetapi bagaimana kita mengoptimalkan peran tata kelola data dengan menggunakan portal yang sudah ada,” jelas Trizal pada Workshop Pembinaan dan Pengawasan Satu Data Daerah Kabupaten Gorontalo di Hotel Lu’as, Kabupaten Gorontalo, Rabu (16/9/2026).
Menurut Trizal, integrasi antarportal menjadi aspek penting agar pengelolaan data pada level provinsi dan kabupaten dapat saling terhubung.
Dengan keterhubungan itu, data dapat diarahkan untuk dimanfaatkan sesuai kewenangan serta kebutuhan masing-masing pemerintah daerah.
Peran perangkat daerah dalam Satu Data
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, memandang penguatan Satu Data menuntut komitmen serta kolaborasi seluruh perangkat daerah.
Berita Terkait
Ia menggarisbawahi bahwa data perlu ditempatkan sebagai bagian penting sejak tahap perencanaan, berlanjut pada pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi pembangunan.
“Kita perlu membangun sistem yang terintegrasi dan pola kerja yang jelas antara provinsi dan kabupaten. Dengan demikian, data yang dihasilkan masing-masing perangkat daerah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perencanaan dan pengambilan kebijakan,” ujar Sugondo.
Dengan sistem yang terhubung, pola kerja diharapkan berjalan konsisten antara provinsi dan kabupaten dalam proses penyusunan hingga evaluasi.
Uji coba input data dan pengembangan portal
Dalam rangkaian workshop, tim Provinsi Gorontalo bersama unsur teknis Kabupaten Gorontalo melakukan uji coba input data dan perencanaan data.
Forum juga membahas pembahasan pengembangan portal untuk memperkuat pola pengelolaan Satu Data Daerah agar berjalan terintegrasi.
Pembahasan tersebut diarahkan pada bagaimana portal mendukung alur kerja pengelolaan data, mulai dari input hingga perencanaan.
Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pola bagi pakai data antarwilayah dengan tetap memperhatikan kewenangan, mekanisme permintaan data, keamanan, dan perlindungan data.
Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, penguatan Satu Data Daerah diharapkan dapat menghasilkan ekosistem yang siap digunakan sebagai dukungan perencanaan dan pengambilan kebijakan di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Workshop 16–17 September 2026 di Hotel Lu’as menjadi ruang untuk menyelaraskan kebutuhan tata kelola data dan menyiapkan integrasi portal agar dapat dipakai secara konsisten.
Dalam workshop tersebut, penekanan diarahkan pada keseragaman cara pandang antarlembaga agar pengelolaan data tidak berjalan terpisah. Artinya, data yang dikumpulkan di satu instansi diarahkan memiliki konteks yang sama ketika digunakan oleh instansi lain, sesuai kebutuhan perencanaan maupun evaluasi.
Penguatan tata kelola juga dibawa ke arah pengujian praktik teknis, khususnya pada tahap input data dan penyusunan perencanaan data. Tim membahas bagaimana portal dapat menjadi penghubung alur kerja, sehingga penggunaan data antarwilayah berlangsung terarah dengan tetap memperhatikan mekanisme permintaan, aspek keamanan, serta perlindungan data.












