jurnalistik.co.id – Jaksa di Inggris telah mengajukan permintaan formal agar dua bersaudara, Andrew Tate dan Tristan Tate, diekstradisi dari Amerika Serikat. Keduanya ditargetkan untuk menghadapi perkara di Inggris terkait tuduhan pemerkosaan dan perdagangan seks, sementara mereka sama-sama membantah semua dakwaan.
Permohonan ekstradisi itu disampaikan untuk membawa Andrew dan Tristan Tate menjalani proses peradilan di Inggris. Menurut keterangan yang disampaikan, aplikasi tersebut telah diterima oleh Departemen Luar Negeri AS pada pekan lalu, dan akan ditinjau untuk memastikan kesesuaiannya dengan perjanjian yang sudah berlaku antara AS dan Inggris.
Namun, kuasa hukum kedua terdakwa mengungkap keberatan. Joe McBride, pengacara mereka, menuduh otoritas Inggris tidak melampirkan dokumen pendukung yang dianggap diperlukan dalam permohonan ekstradisi. Ia juga menyampaikan bahwa kliennya, yang memiliki kewarganegaraan ganda AS dan Inggris, tidak memperoleh permintaan ekstradisi beserta dokumen-dokumen pendukung yang ia sebut seharusnya tersedia.
Dalam pernyataan kepada BBC, McBride menyatakan bahwa pihaknya tidak menerima dokumen-dokumen seperti “a warrant, a charging document, and information that provides a reasonable basis to believe my clients committed these offences”. Ia menambahkan, “This cloak-and-dagger act speaks to the deception behind these accusations and to their weakness,”.
Rangkaian dakwaan yang mencapai 59 perkara
Di Inggris, kedua bersaudara menghadapi total 59 dakwaan. Dalam rincian yang disebutkan, tuduhan mencakup pemerkosaan serta sejumlah dakwaan yang terkait perdagangan seks, termasuk juga tuduhan gambar tidak senonoh yang melibatkan anak. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Mahkota Inggris (Crown Prosecution Service) pada awalnya mengajukan 21 dakwaan, lalu menambah 38 dakwaan lagi pada bulan Juli.
Penambahan dakwaan tersebut disebut merujuk pada dugaan perbuatan yang berlangsung pada rentang 2010 hingga 2017. Setelah Inggris mengumumkan dakwaan baru itu, pihak berwenang AS kemudian menahan kedua pria tersebut pada bulan yang sama. Sejak penangkapan Juli, keduanya ditahan di Florida.
Mereka juga pernah mengajukan upaya agar dibebaskan dari penjara di Florida dengan skema jaminan pada pekan lalu, namun permohonan itu ditolak. Untuk tahap pengajuan permintaan ekstradisi yang lengkap, otoritas Inggris diberi batas waktu hingga Rabu, 16 September.
Berita Terkait
Proses lanjutan di AS sebelum keputusan akhir
Setelah Departemen Luar Negeri AS menyelesaikan peninjauan, masih ada beberapa tahapan hukum sebelum ekstradisi dapat diizinkan. Aplikasi tersebut harus melalui Departemen Kehakiman AS, yang selanjutnya akan meneruskannya ke pengadilan untuk mendapatkan keputusan akhir mengenai ekstradisi.
Sementara proses hukum berlangsung, Andrew dan Tristan Tate akan tetap berada di tahanan di AS. Dalam surat resmi dari Departemen Luar Negeri, Andrew Tate disebut berusia 39 tahun dan dinyatakan “wanted to stand trial in the United Kingdom” atas sejumlah dakwaan. Rincian itu mencakup 10 tuduhan pemerkosaan, tiga tuduhan terkait pengaturan atau fasilitasi perdagangan untuk eksploitasi seksual, dan tiga tuduhan penyerangan yang menyebabkan cedera fisik sebenarnya.
Selain itu, Andrew Tate juga dituduh membuat dan mendistribusikan gambar tidak senonoh yang melibatkan anak, serta memiliki pornografi ekstrem. Sementara itu, Tristan Tate yang berusia 38 tahun menghadapi lima dakwaan pemerkosaan, enam dakwaan penyerangan yang menyebabkan cedera fisik sebenarnya, tiga dakwaan perdagangan seks, serta satu dakwaan penyerangan seksual.
Kedua pria itu membantah semua tuduhan maupun klaim yang diarahkan kepada mereka. Juru bicara Kantor Dalam Negeri Inggris (Home Office) menyampaikan tanggapan dengan menyatakan, “As a matter of long-standing policy and practice, we do not routinely comment on individual cases.”
Latar belakang keduanya di tengah sorotan publik
Andrew dan Tristan Tate dikenal sebagai mantan petarung kickboxing profesional yang kemudian berubah menjadi figur media sosial. Mereka memiliki kewarganegaraan ganda AS dan Inggris, dan disebut terutama tinggal di Rumania sejak 2017. Dalam pemberitaan sebelumnya, keduanya dituduh mempromosikan misogini dan maskulinitas beracun melalui aktivitas online, serta memperoleh pengikut yang luas, khususnya dari kalangan pria muda.
Andrew Tate, yang menyebut dirinya sendiri “misogynist”, pertama kali menarik perhatian publik setelah tampil dalam acara televisi realitas versi Inggris pada tahun 2016, yakni Big Brother. Kedua bersaudara juga pernah menghadapi tuduhan perdagangan seks di Rumania pada 2022, dan pada periode tertentu berada di bawah larangan bepergian.
Larangan perjalanan itu berakhir ketika mereka akhirnya diizinkan masuk ke AS pada 2025. Kendati demikian, hingga kini kedua pria tersebut tetap membantah seluruh tuduhan yang mereka hadapi, termasuk rangkaian dakwaan yang kini menjadi dasar permintaan ekstradisi dari Inggris ke AS.












