Teknologi

Perang Saudara Memanas, Akses Koneksi Internet di Wilayah Ini Diputus

×

Perang Saudara Memanas, Akses Koneksi Internet di Wilayah Ini Diputus

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Perang Saudara Pecah, Koneksi Internet di wilayah Ini Diputus

jurnalistik.co.id – Layanan internet dan panggilan telepon di wilayah utara Ethiopia, Tigray, dilaporkan terputus menyusul bentrokan yang meletus pekan ini antara pasukan daerah dan tentara nasional.

Menurut laporan yang dihimpun dari BBC, pemadaman meluas hingga membuat layanan milik perusahaan telekomunikasi negara, Ethio Telecom, diputus sepenuhnya. Di saat yang sama, layanan dari perusahaan swasta yang lebih kecil, Safaricom, disebut masih tetap beroperasi.

Kelompok pemantau internet NetBlocks sebelumnya juga menyampaikan di X bahwa data jaringan menunjukkan adanya pemadaman internet di bagian utara Tigray. Duke Burbridge, pekerja kemanusiaan asal Amerika Serikat yang berada di ibu kota Tigray, Mekelle, mengatakan kepada program Newsday BBC, “Tadi malam jaringan telekomunikasi diputus.”

Gangguan komunikasi dan dugaan target operasional

Reuters melaporkan, pihak yang menguasai Tigray, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), memerintahkan pemadaman komunikasi tersebut. Salah satu sumber menyebut tujuan kebijakan itu untuk mengganggu operasi pesawat nirawak milik pemerintah.

Sejak gangguan terjadi, pencarian rekaman video dan gambar untuk memetakan apa yang berlangsung di lapangan juga dikatakan makin sulit. Hingga saat ini, mayoritas materi yang dibagikan di internet berasal dari luar wilayah, sementara cuplikan dari Mekelle hanya menjadi bagian kecil dari informasi yang beredar.

Duke Burbridge menambahkan bahwa ketersediaan uang tunai di Tigray sudah sangat langka selama delapan bulan terakhir. Ia menilai pemadaman internet berpotensi menjadi “bencana bagi semua orang,” mengingat warga tidak dapat mengakses mesin penarik uang tunai.

Mayoritas penduduk bergantung pada layanan perbankan dan aplikasi uang seluler untuk bertransaksi. Dalam praktiknya, banyak warga menggunakan jaringan Ethio Telecom maupun Safaricom agar bisa menjalankan layanan keuangan tersebut.

Pada Kamis, seorang warga Mekelle yang hanya disebut Fitsum menyampaikan hal serupa kepada BBC. Ia mengatakan, “hampir tidak ada uang tunai” di kota itu, sehingga keterputusan akses komunikasi beririsan dengan keterbatasan alat transaksi harian.

Sejak meletusnya kerusuhan, Fitsum menuturkan pergerakan warga menjadi dibatasi dan suasana kota berubah sangat sepi. “Seolah-olah diberlakukan jam malam,” ujarnya, menggambarkan kondisi yang membuat aktivitas publik makin terbatas.

Esklasi bentrokan dan dampak lanjutan konflik

Bentrokan antara pasukan Tigray dan sekutunya melawan pasukan pusat Ethiopia dilaporkan meletus pada Rabu. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan terulangnya perang saudara besar, termasuk laporan adanya pembelian kebutuhan secara berlebihan.

Seorang sumber kemanusiaan di wilayah tetangga Afar mengatakan kepada AFP bahwa terjadi “bentrokan sengit semalam,” termasuk serangan pesawat nirawak, di sekitar kota Abala yang berada di pegunungan antara Afar dan Tigray. Sumber itu menyebut “pasukan pusat mendesak pasukan pemberontak agar tidak memasuki kota tersebut” di tengah intensitas pertempuran.

Konflik di Tigray sebelumnya berlangsung dua tahun dan berakhir pada 2022, dengan wilayah itu pada masa konflik terputus sepenuhnya dari dunia luar. Keterbatasan akses terhadap uang tunai, pangan, dan obat-obatan disebut mendorong ratusan ribu orang masuk ke kondisi kelaparan, serta membuat konflik tersebut menjadi salah satu yang paling mematikan di abad ini dengan perkiraan sekitar 600.000 orang tewas.

Pada hari Minggu, TPLF mengumumkan pembentukan aliansi bersama enam kelompok bersenjata lainnya dengan tujuan menggulingkan pemerintah. Lalu pada hari Rabu, pasukan TPLF disebut menguasai tiga bandar udara milik kepolisian pusat.

Setelah penguasaan bandar udara itu, maskapai Ethiopian Airlines membatalkan seluruh penerbangan menuju Tigray. Selain itu, terdapat laporan yang belum terkonfirmasi bahwa pasukan TPLF juga menyerang wilayah Amhara, di samping operasi di Afar.