Teknologi

Saldo Rp6 Miliar Seller Shopee Terkendala, Penarikan Dana Transaksi Tak Kunjung Cair – Teknologi

×

Saldo Rp6 Miliar Seller Shopee Terkendala, Penarikan Dana Transaksi Tak Kunjung Cair – Teknologi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cerita Saldo Rp6 Miliar Milik Seller Shopee Sulit Ditarik - Teknologi

jurnalistik.co.id – Salah seorang penjual di Shopee mengeluhkan saldo penjualan senilai Rp6,3 miliar yang belum juga dicairkan hingga waktu yang diceritakannya berlarut-larut. Menurutnya, kendala penarikan dana mulai terjadi sejak November 2025, bahkan berujung pada kondisi akun yang tidak bisa diakses atau login.

Kepada Bloomberg Technoz, penjual kemeja wanita bernama Adi Sapto mengatakan ia akhirnya harus berhenti berjualan karena perputaran barang dan penerimaan dana tidak lagi seimbang. Ia menyebut keterlambatan pencairan membuat proses bisnisnya sulit diprediksi.

Adi telah berjualan untuk para dropshipper di Shopee selama enam tahun. Dalam periode sebelumnya, ia mengaku pencairan umumnya berjalan cepat, yakni dalam kisaran dua hingga tiga minggu setelah transaksi dilakukan.

Penarikan dana mulai macet sejak November 2025

Adi menjelaskan bahwa penarikan dana mulai terganggu sejak November 2025. Ia mengatakan pesanan yang masuk pada periode itu juga akhirnya dihentikan karena barang sudah dikirim, tetapi dana dari Shopee tidak kunjung tiba.

“Penarikan dana mulai terkendala sejak November 2025. Saya sudah stop pesanan November 2025 karena pencairan dana dari Shopee lamban padahal barang sudah dikirim semua,” kata penjual kemeja wanita di Shopee, Adi Sapto, saat bercerita kepada Bloomberg Technoz, Senin (24/8/2026).

Ia juga menyebut bahwa setelah masa kendala tersebut, akun penjual tidak bisa masuk atau login ke akun Shopee. Kondisi ini, menurutnya, menambah kesulitan karena ia tidak hanya menghadapi keterlambatan pencairan, tetapi juga gangguan akses ke akun.

Pada bagian lain ceritanya, Adi menyatakan bahwa keterlambatan yang dialami kali ini sudah berlangsung sekitar delapan bulan sejak November 2025. Ia menegaskan bahwa sejak awal periode tersebut, dana usahanya tidak kunjung cair.

Perbandingan dengan pola pencairan sebelumnya

Adi membandingkan pengalaman terbaru dengan pola yang biasa terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Ia mengatakan bahwa customer yang dulu-dulu kerap menerima uang dalam tempo dua minggu hingga tiga minggu.

“Sebelum-sebelumnya itu customer saya yang dulu-dulu itu, 2 minggu, 3 minggu itu sudah masuk uangnya. Lancar-lancar saja tahun ke-1, tahun ke-2, tahun ke-3 lancar-lancar, transaksi besar pun kami lancar-lancar,” tuturnya.

Ia menyampaikan bahwa kelancaran itu juga ia rasakan saat menangani transaksi bernilai besar. Dengan kata lain, ia menilai, dalam beberapa tahun awal berjualan, proses pencairan tidak menimbulkan masalah serupa dengan yang sedang ia hadapi saat ini.

Namun, Adi kemudian menggambarkan adanya perubahan yang mulai muncul pada bagian akhir tahun sebelumnya. Ia menyebut ada kejanggalan ketika mulai ada pesanan pada periode September atau Oktober, tetapi dana tidak masuk walaupun barang dinilai sudah selesai dikirim.

“Tapi saya agak janggal pesanan [mulai] di September atau di Oktober tahun lalu ya, itu belum masuk uangnya, padahal barangnya udah selesai,” tambah pemilik akun Girlsco di Shopee tersebut.

Dengan penuturan itu, ia menegaskan bahwa masalah tidak muncul tiba-tiba hanya pada satu titik waktu. Baginya, tanda-tanda keterlambatan sudah mulai terlihat sebelum periode November 2025 yang ia sebut sebagai awal kendala penarikan dana.

Adi lantas menyatakan bahwa ia memilih berhenti memproses pesanan pada November 2025. Langkah tersebut ia ambil setelah melihat pencairan dari Shopee tidak juga berjalan sesuai pola yang biasanya terjadi, sedangkan barang sudah terlanjur dikirim.

Dalam ceritanya, ia juga menggambarkan bahwa ia sudah menghitung keterlambatan sebagai sesuatu yang bertahan lama. Ia menyebut bahwa proses pencairan yang seharusnya berada pada rentang dua hingga tiga minggu kini tidak kunjung terselesaikan sampai delapan bulan sejak November 2025.

Meski demikian, hingga waktu yang ia ceritakan, Shopee belum memberikan penjelasan yang ia terima terkait kendala pencairan dana tersebut. Ia menempatkan keluhan ini sebagai informasi mengenai masalah yang dialaminya dalam operasional penjualannya.

Atas dasar pengalaman tersebut, Adi menilai perputaran usaha menjadi terganggu karena penerimaan dana tidak mengikuti ritme transaksi yang selama ini menjadi acuan. Ia berharap kendala penarikan saldo yang ia alami dapat segera diselesaikan agar proses penjualannya kembali berjalan normal.