Bisnis & Ekonomi

RANS Angkat Bicara atas Kericuhan Kuota Kehadiran dalam RUPSLB

×

RANS Angkat Bicara atas Kericuhan Kuota Kehadiran dalam RUPSLB

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ricuh Kuota Kehadiran Pemegang Saham di Agenda RUPSLB, RANS Jawab - Market

jurnalistik.co.id – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) memberikan klarifikasi terkait keributan yang muncul dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada Kamis, 10 September 2026.

Klarifikasi itu muncul setelah sejumlah investor memprotes pembatasan kehadiran fisik dalam agenda RUPSLB tersebut. Protes yang dimaksud terekam dalam video dan kemudian beredar di media sosial.

RANS menyampaikan penjelasan resmi melalui surat bernomor 045/CORSEC/REIN/X/2026 yang bertanggal 10 September 2026. Surat tersebut disusun sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam suratnya, RANS menegaskan bahwa pemegang saham yang ingin hadir secara fisik tetap harus mengikuti mekanisme konfirmasi kehadiran sebagaimana telah diatur dalam pemanggilan RUPSLB.

Kronologi protes di tengah agenda RUPSLB

RUPSLB perseroan digelar pada Kamis, 10/9/2026. Pada saat pelaksanaan berlangsung, sejumlah pihak yang merupakan pemegang saham/investor menyampaikan keberatan terkait kuota atau pembatasan kehadiran fisik.

Keberatan tersebut kemudian direkam dan menjadi materi yang beredar di media sosial. Dari video yang tersebar, publik dapat melihat adanya ketegangan yang menyertai proses masuk dalam agenda RUPSLB.

Seiring berkembangnya pemberitaan dan respons publik, RANS kemudian menyatakan bahwa pihaknya perlu memberikan klarifikasi berdasarkan surat pemanggilan dan mekanisme yang telah ditetapkan untuk pemegang saham yang hendak hadir langsung.

Isi klarifikasi RANS kepada BEI

RANS menyampaikan klarifikasi tersebut melalui surat bernomor 045/CORSEC/REIN/X/2026 tertanggal 10 September 2026. Penjelasan itu secara khusus disebut sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan BEI.

Dalam dokumen yang dikutip, RANS menjelaskan bahwa aturan konfirmasi kehadiran fisik telah ditetapkan dalam surat pemanggilan RUPSLB. Ketentuan tersebut dipakai sebagai dasar dalam proses pemeriksaan pada saat penyelenggaraan.

RANS kemudian menegaskan konsekuensi bagi pemegang saham yang tidak menjalankan mekanisme konfirmasi kehadiran fisik sesuai pengaturan pemanggilan. Dalam penjelasan tersebut, RANS menyebut bahwa para pemegang saham yang hadir secara fisik tidak dapat memasuki ruang RUPSLB.

“Bahwa para pemegang saham yang hadir secara fisik di lokasi penyelenggaraan RUPSLB tidak dapat memasuki ruang RUPSLB, dikarenakan para pemegang saham tersebut tidak melakukan mekanisme untuk konfirmasi kehadiran fisik sesuai dengan Surat Pemanggilan RUPSLB,” tulis RANS, Jumat (11/9/2026).

Pernyataan itu sekaligus menjadi inti respons RANS terhadap isu yang beredar. Dengan menyebut alasan “tidak melakukan mekanisme untuk konfirmasi kehadiran fisik” sebagaimana tertuang dalam Surat Pemanggilan RUPSLB, RANS menempatkan persoalan pada aspek kepatuhan terhadap tahapan konfirmasi yang telah ditentukan.

RANS juga menegaskan bahwa pemegang saham yang ingin hadir secara fisik seharusnya mengikuti mekanisme konfirmasi kehadiran sesuai ketentuan pemanggilan. Penekanan ini menunjukkan bahwa akses ke ruang penyelenggaraan bergantung pada pemenuhan prosedur konfirmasi yang telah disiapkan.

Penegasan prosedural terkait akses masuk ruang RUPSLB

Melalui surat klarifikasi tersebut, RANS seakan memisahkan antara keinginan hadir langsung dengan pemenuhan langkah konfirmasi yang diwajibkan. Artinya, ketentuan yang disebut oleh RANS berfokus pada apakah mekanisme konfirmasi kehadiran fisik telah dilakukan sesuai surat pemanggilan.

Dalam konteks keributan yang terekam dalam video, penjelasan RANS menggambarkan bahwa pembatasan akses ruang bukan berdiri sendiri, melainkan terkait langsung dengan proses konfirmasi kehadiran fisik. RANS juga menempatkan rujukan pada Surat Pemanggilan RUPSLB sebagai dasar rencana dan pelaksanaan pada hari kegiatan.

Dengan demikian, klarifikasi yang disampaikan RANS dapat dibaca sebagai respons atas pertanyaan publik sekaligus sebagai jawaban formal kepada permintaan BEI. Surat bernomor 045/CORSEC/REIN/X/2026 tertanggal 10 September 2026 tersebut menjadi penanda bahwa perseroan menanggapi persoalan yang berkembang setelah pelaksanaan RUPSLB.

RANS menyampaikan penjelasan pada Jumat, 11/9/2026, sesuai waktu penulisan kutipan yang memuat pernyataan alasan pemegang saham tidak dapat memasuki ruang RUPSLB. Klarifikasi ini menegaskan bahwa aturan yang berlaku dalam pemanggilan RUPSLB dipakai sebagai acuan saat proses masuk.

Pada akhirnya, penjelasan RANS kembali menekankan bahwa pemegang saham yang ingin hadir secara fisik harus mengikuti mekanisme konfirmasi kehadiran sebagaimana diatur dalam pemanggilan RUPSLB. Klarifikasi ini disampaikan untuk menjernihkan situasi yang sempat diprotes, sekaligus memberi konteks atas kejadian yang terekam dan menyebar di media sosial.