jurnalistik.co.id – Ancaman kejahatan siber terhadap pengguna ponsel dan rekening bank terus meningkat. Dalam beberapa kasus, pelaku memanfaatkan celah yang sering dianggap remeh, terutama saat masyarakat memakai WiFi publik di berbagai tempat.
Jaringan WiFi gratis yang tersedia di pusat perbelanjaan, kafe, stasiun, maupun bandara kerap menjadi jalan bagi pencurian data. Akibatnya, korban dapat kehilangan uang hingga jutaan, bahkan puluhan juta rupiah.
Situasi ini tidak selalu terjadi karena pengguna lengah sepenuhnya. Banyak orang justru belum menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari saat beraktivitas di perangkat digital bisa membuka akses bagi pelaku.
Ketergantungan masyarakat pada ponsel juga semakin tinggi. Berbelanja, membayar tagihan, hingga mentransfer uang kepada keluarga kini dapat dilakukan hanya melalui perangkat tersebut.
Karena itulah, mengamankan ponsel berarti turut menjaga keamanan keuangan. Kelalaian kecil seperti membiarkan Bluetooth menyala atau mengisi daya di colokan umum tanpa berpikir panjang bisa berujung pada risiko besar.
Untuk menjawab kebutuhan itu, panduan keamanan dari Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) dirangkum dan disesuaikan dengan konteks di Indonesia. Panduan berjudul Mobile Device Best Practices menawarkan langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan di perangkat Android maupun iPhone.
Berangkat dari temuan NSA dan pengalaman penanganan kasus di Indonesia, serangan yang merugikan sering bermula dari kebiasaan yang dilakukan tanpa sadar. Perlindungan terbaik, pada dasarnya, juga tidak rumit: ubah kebiasaan, perketat pengaturan keamanan, dan jangan merasa cukup hanya karena ponsel memakai password.
Lindungi HP agar aman
Mulailah dari penguatan layar kunci. Gunakan PIN enam digit dan aktifkan fitur hapus data otomatis setelah 10 kali percobaan sandi yang salah, agar perangkat tidak mudah ditaklukkan saat ada upaya menebak kode.
Hindari menggunakan tanggal lahir, angka berurutan, atau pola yang mudah ditebak. Dengan cara ini, peluang kode berhasil ditebak orang lain menjadi lebih kecil.
Selanjutnya, matikan Bluetooth setelah selesai digunakan. Jangan biarkan Bluetooth menyala di tempat umum karena fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusupkan program pencuri data dari jarak dekat.
Untuk transaksi keuangan, jangan gunakan WiFi publik. WiFi gratis di mal, kafe, bandara, dan stasiun disebut sebagai sarang pencurian data, sehingga sebaiknya dihindari untuk aktivitas yang berhubungan dengan rekening.
Selain itu, hapus juga daftar jaringan WiFi yang tersimpan. Tujuannya agar ponsel tidak otomatis terhubung ke jaringan asing yang berpotensi berbahaya.
Jangan pula membiasakan mengisi daya di colokan umum. Colokan di tempat umum dapat menyusupkan data pencuri melalui kabel, sehingga gunakan kabel dan pengisi daya milik sendiri saja.
Pastikan aplikasi hanya dipasang dari toko resmi Google Play Store atau App Store. Jika ada aplikasi yang tidak lagi digunakan, hapus aplikasi tersebut karena dapat menjadi celah keamanan.
Berita Terkait
Perbarui sistem operasi segera setelah pembaruan tersedia. pembaruan bukan sekadar menghadirkan tampilan baru, tetapi juga menambal celah keamanan yang telah diketahui penjahat siber.
Berikutnya, hindari membuka lampiran dari pengirim yang tidak dikenal. Abaikan pesan jendela munculan atau pop-up yang tiba-tiba meminta Anda mengunduh sesuatu.
Jangan memodifikasi sistem ponsel dengan membuka hak akses penuh, termasuk melakukan root atau jailbreak. Langkah seperti ini dapat mematikan perlindungan bawaan pabrik yang semestinya menjaga perangkat tetap terlindungi.
Terakhir, restart ponsel seminggu sekali. Menurut panduan tersebut, langkah sederhana ini membantu membersihkan program mata-mata yang bersembunyi di memori ponsel.
Cara aman transaksi perbankan pakai HP
Dalam aktivitas mobile banking, jangan pernah memberitahukan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada siapa pun. Termasuk ketika ada orang yang mengaku dari pihak bank, karena bank yang sah tidak akan pernah meminta data tersebut.
Jangan menyimpan PIN atau kata sandi di dalam ponsel dalam bentuk catatan, foto, atau pesan. Hafalkan kodenya atau simpan di tempat yang tidak terhubung ke internet agar tidak mudah diambil saat perangkat disusupi.
Saat melakukan pembayaran atau transfer, periksa nama penerima dan jumlah uang dengan teliti sebelum menekan tombol konfirmasi. Kesalahan satu digit dapat berakibat uang masuk ke rekening milik penjahat.
Setelah bertransaksi, tunggu notifikasi balasan dari bank dan baca isinya dengan saksama. Jika ada transaksi yang tidak Anda lakukan, segera hubungi bank melalui nomor resmi yang tertera di belakang kartu ATM, bukan nomor yang dikirim lewat pesan singkat.
Apabila kartu SIM hilang atau pindah tangan, laporkan segera ke bank agar nomor tersebut diblokir dari akses perbankan. Penjahat dapat mencuri nomor ponsel Anda untuk mengambil alih seluruh rekening.
Setiap kali selesai menggunakan aplikasi perbankan, tekan tombol Keluar atau Log Out. Jangan biarkan sesi transaksi tetap terbuka agar tidak dimanfaatkan saat perangkat berada di tangan orang lain.
Ketika berganti HP, pastikan seluruh data aplikasi perbankan telah dihapus sepenuhnya sebelum perangkat berpindah ke orang lain. Jika tidak, informasi yang tertinggal bisa membuka ruang penyalahgunaan.
Nomor pengaduan bank besar di Indonesia
Jika terjadi aktivitas mencurigakan pada rekening atau aplikasi mobile banking, Anda dapat menghubungi nomor pengaduan berikut. Bank Mandiri di 14000, BRI di 14017, BNI di 17000, dan BCA di 1500888.
Pada akhirnya, keamanan ponsel dan rekening tidak ditentukan oleh harga perangkat atau kecanggihan aplikasi. Yang paling menentukan adalah kedisiplinan pengguna menjaga kebiasaan sehari-hari.
Satu langkah pencegahan yang dilakukan hari ini jauh lebih berharga daripada seribu cara penyelesaian ketika uang sudah terlanjur hilang.












