Teknologi

Uji orbit Starship SpaceX berakhir di Pasifik: 3 jam mengorbit, 26 satelit Starlink V3 dilepas lebih cepat

×

Uji orbit Starship SpaceX berakhir di Pasifik: 3 jam mengorbit, 26 satelit Starlink V3 dilepas lebih cepat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: From launch to fiery splashdown, SpaceX's Starship completes orbit test

jurnalistik.co.id – Roket Starship milik SpaceX mendarat di Samudra Pasifik setelah menyelesaikan uji orbit Bumi selama sekitar tiga jam. Misi yang semula direncanakan berlangsung sekitar 10 jam itu diputus lebih cepat oleh tim SpaceX.

Menurut laporan BBC, fase uji dari peluncuran hingga “splashdown” berlangsung di bawah skenario percobaan orbit. Setelah memasuki dan mengorbit Bumi, kapsul Starship kembali ke Bumi dan melakukan pendaratan di perairan Pasifik.

Keputusan untuk mengakhiri pengujian lebih awal menjadi sorotan utama dari misi kali ini. Dengan durasi sekitar tiga jam, Starship tidak menjalani keseluruhan rencana waktu yang ditetapkan sekitar 10 jam.

Di akhir misi, Starship melakukan pelepasan satelit. Pesawat itu menurunkan 26 satelit Starlink V3 generasi berikutnya ke orbit, sehingga menambah kepadatan jaringan yang sudah beroperasi untuk layanan internet broadband di Bumi.

Pelepasan 26 satelit Starlink V3 ini menegaskan keterkaitan antara uji kemampuan platform Starship dan langkah pengembangan konstelasi komunikasi. Dengan masuknya satelit baru, jaringan Starlink ditujukan agar layanan konektivitas dapat terus ditingkatkan.

SpaceX memposisikan Starship sebagai kendaraan peluncur yang dirancang untuk skala besar. Perusahaan menggambarkan Starship sebagai “the world’s most powerful launch vehicle ever developed”, dan menyebut tujuan jangka panjangnya untuk membawa awak maupun kargo.

Dalam rencana tersebut, SpaceX menyatakan Starship akan “to Earth orbit, the Moon, Mars and beyond”. Pernyataan itu menempatkan Starship sebagai fondasi kemampuan akses ke berbagai destinasi dalam eksplorasi ruang angkasa.

Fokus utama misi uji kali ini adalah mengonfirmasi kinerja Starship dalam tahapan yang mencakup peluncuran, orbit, hingga pemulihan kembali. Rentang durasi uji yang dipersingkat memperlihatkan bahwa tim masih melakukan penyesuaian sesuai hasil yang diamati selama penerbangan.

Karakter misi juga menampilkan dua sisi sekaligus: aspek teknologi wahana dan penerapan pada jaringan satelit. Ketika uji orbit selesai lebih cepat dari perkiraan awal, Starship tetap menjalankan bagian pelepasan satelit yang menjadi bagian dari misi.

SpaceX juga menekankan kapasitas jangka panjang Starship untuk perjalanan antarbenua dalam konteks penerbangan jangka panjang. Perusahaan menyebut tujuan pesawat mampu membawa hingga 100 orang dalam “long-duration, inter-planetary flights”.

Target tersebut menunjukkan ambisi untuk menghadirkan moda transportasi ruang angkasa yang lebih besar dan lebih berkelanjutan. Jika kemampuan ini terwujud, Starship akan menjadi salah satu sarana utama untuk perjalanan jarak jauh lintas planet.

Dari sisi operasi, pelepasan satelit Starlink V3 sebanyak 26 unit menggambarkan adanya integrasi langsung antara pengujian Starship dan ekspansi infrastruktur komunikasi. Jaringan Starlink sendiri dirancang untuk menyediakan akses internet broadband di Bumi, dan satelit generasi berikutnya diharapkan memperkuat layanan tersebut.

Dengan pendaratan setelah orbit sekitar tiga jam di Pasifik, misi kali ini memberikan satu data penting untuk evaluasi penerbangan berikutnya. Terlepas dari pemangkasan durasi dari rencana sekitar 10 jam, langkah pendaratan “splashdown” dan pelepasan satelit tetap terlaksana sesuai rangkaian misi.

Secara keseluruhan, keberhasilan rangkaian dari peluncuran, pengorbitan singkat, hingga pendaratan dan penglepasan 26 satelit menjadi penanda kemajuan pengembangan Starship. Di saat yang sama, misi juga memperlihatkan bagaimana platform roket tersebut digunakan untuk mendukung perluasan konstelasi Starlink V3.

SpaceX kini membawa hasil uji ini sebagai bahan evaluasi untuk tahapan berikutnya, baik dari sisi performa wahana maupun penerapan pada misi komunikasi satelit. Uji orbit yang dipersingkat tetap relevan karena memberi gambaran konkret tentang bagaimana Starship menjalankan rangkaian misi dari ruang angkasa menuju pemulihan di Bumi.