Internasional

Persaingan Senjata di Luar Angkasa: Cara Inggris Melindungi Dirinya

×

Persaingan Senjata di Luar Angkasa: Cara Inggris Melindungi Dirinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: The arms race in space and how the UK is defending itself

jurnalistik.co.id – Britania Raya kini menghadapi ancaman yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya di ruang angkasa, menurut peringatan dari pimpinan Angkatan Udara Kerajaan (Royal Air Force). Ia menekankan bahwa perkembangan ini berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap satelit yang menjadi tulang punggung kebutuhan komunikasi dan layanan digital.

Menurut laporan BBC, satelit yang dimaksud bukan sekadar perangkat teknologi, tetapi infrastruktur yang menopang aktivitas sehari-hari. Dari urusan komunikasi hingga akses internet, layanan perbankan, dan navigasi satelit (satnav), semuanya bergantung pada sistem yang bekerja di ruang angkasa.

Pimpinan RAF menyebut ancaman tersebut dapat berujung pada efek yang merusak fungsi-fungsi utama yang selama ini dianggap berjalan stabil. Fokusnya adalah risiko terhadap satelit yang memberi dukungan langsung bagi beragam layanan tersebut.

Dalam pembahasan terpisah, seorang sumber pertahanan mengatakan kepada koresponden pertahanan BBC, Jonathon Beale, bahwa Inggris telah menggunakan sistem berbasis darat untuk menghambat atau memblokir komunikasi satelit milik negara pihak bermusuhan. Informasi ini disampaikan sebagai bagian dari gambaran langkah pertahanan yang tengah disiapkan menghadapi situasi di ruang angkasa.

Beale menjelaskan bahwa dinamika semacam ini menandai adanya perlombaan senjata baru yang berlangsung di ruang angkasa. Istilah “perlombaan” di sini merujuk pada eskalasi persaingan, ketika pihak-pihak yang berkonflik saling mengembangkan cara untuk mengganggu kemampuan yang sama-sama bergantung pada satelit.

Langkah menggunakan sistem jamming atau pemblokiran komunikasi memperlihatkan bahwa perseteruan tidak hanya terjadi melalui perangkat di orbit. Penggunaan infrastruktur di darat juga menunjukkan adanya pendekatan yang menargetkan bagaimana sinyal satelit dimanfaatkan, sehingga pihak lawan bisa kesulitan mempertahankan komunikasi yang mereka perlukan.

Ketika komunikasi satelit terganggu, dampaknya dapat menjalar ke banyak sisi layanan yang bergantung pada konektivitas tersebut. BBC menyoroti bahwa keterhubungan untuk komunikasi dan akses internet adalah contoh langsung dari ketergantungan itu, terutama dalam situasi ketika sistem penunjang tidak lagi dapat bekerja dengan normal.

Selain komunikasi dan internet, laporan tersebut juga menggarisbawahi sektor perbankan dan proses transfer dana yang bergantung pada keterandalan layanan satnav dan keterhubungan jaringan yang terkait. Karena itu, gangguan terhadap satelit dapat memengaruhi cara berbagai layanan dijalankan, mulai dari koordinasi hingga kelangsungan operasional yang bergantung pada sinyal.

Navigasi satelit atau satnav juga disebut sebagai bagian yang rentan terhadap gangguan di ruang angkasa. Dalam konteks ini, masalah tidak berhenti pada gangguan teknis semata, melainkan menyentuh fungsi praktis yang dipakai untuk orientasi dan perencanaan perjalanan.

Gambaran yang disampaikan BBC kemudian mempertemukan dua elemen: peringatan akan ancaman “tanpa preseden”, serta keberadaan tindakan pertahanan yang telah digunakan Inggris melalui sistem berbasis darat untuk menghambat komunikasi satelit pihak yang bermusuhan. Dengan demikian, pemberitaan menempatkan Inggris sebagai pihak yang berupaya merespons situasi yang berkembang di lingkungan ruang angkasa.

Bagi publik, pesan utama dari laporan ini adalah bahwa ruang angkasa bukan lagi wilayah yang berdiri sendiri. Ruang angkasa berhubungan langsung dengan sistem yang dipakai untuk komunikasi, internet, transfer bank, dan navigasi satelit, sehingga setiap gangguan terhadap satelit berpotensi memantulkan dampak yang luas.

Dengan adanya perlombaan senjata baru di ruang angkasa sebagaimana dijelaskan Jonathon Beale, perhatian terhadap kesiapan pertahanan menjadi semakin menonjol. Langkah seperti penggunaan sistem jamming dan pemblokiran berbasis darat memberi sinyal bahwa upaya perlindungan bisa melibatkan berbagai lapisan, dari infrastruktur di orbit hingga kontrol yang dilakukan dari permukaan bumi.

Pada akhirnya, peringatan dari pimpinan Royal Air Force dan keterangan dari sumber pertahanan menggambarkan bahwa persaingan di ruang angkasa sudah masuk fase yang lebih intens. Selama satelit tetap menjadi penggerak layanan komunikasi dan navigasi, ancaman terhadap keberfungsian satelit akan terus menjadi fokus utama, termasuk bagi Inggris dalam menjaga ketahanan di lingkungan yang kian tidak stabil.