jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kartu merah yang diterima Folarin Balogun pada Piala Dunia 2026. Trump menegaskan ia tidak meminta keputusan tertentu, melainkan meminta peninjauan.
Trump menyampaikan konfirmasi tersebut setelah FIFA memutuskan menangguhkan hukuman kartu merah Balogun. Dengan keputusan itu, penyerang timnas Amerika Serikat tetap dapat tampil saat timnya melawan Belgia pada babak 16 besar.
Dalam pertandingan babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina pada Rabu (1/7/2026), Amerika Serikat menang 2-0. Ketika laga berjalan, Balogun menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran serius saat menekel bek Bosnia Tarik Muharemovic dari belakang.
Wasit Raphael Claus memberikan kartu merah langsung setelah proses tinjauan VAR. Atas regulasi turnamen yang diberlakukan sejak pengenalan kartu merah dan kartu kuning pada Piala Dunia 1970, kartu merah langsung membuat Balogun dikenai larangan tampil satu pertandingan.
Kartu merah tersebut sempat membuat Balogun terancam absen saat menghadapi Belgia. Trump kemudian menyatakan ia meminta peninjauan setelah mengetahui konsekuensi dari keputusan wasit tersebut.
Menurut Trump, dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/7/2026), ia mengakui memang menghubungi Infantino, tetapi dengan tujuan agar keputusan ditinjau. “Yang saya lakukan hanya meminta agar keputusan itu ditinjau. Saya tidak pernah mengatakan, ‘Kalian harus melakukan ini’,” kata Trump seperti dikutip dari ESPN.
Trump juga memuji kepemimpinan Infantino di FIFA. Ia menggambarkan Infantino sebagai sosok yang cerdas dan tangguh serta menyebutnya telah menjalankan pekerjaan yang luar biasa.
“Gianni Infantino adalah sosok cerdas dan tangguh. Dia telah melakukan pekerjaan luar biasa. Saya merasa para pemain terbaik harus berada di lapangan,” ujar Trump. Dalam penuturannya, ia awalnya tidak mengetahui detail konsekuensi kartu merah itu, namun kemudian merasa perlu bertindak ketika Balogun terancam melewatkan duel melawan Belgia.
Berita Terkait
Terpisah, FIFA pada Minggu (5/7/2026) memutuskan menangguhkan hukuman tersebut selama satu tahun. Keputusan ini membuat Balogun tetap bisa berlaga di pertandingan babak 16 besar melawan Belgia.
Sehari berselang, FIFA kembali menegaskan keputusan yang sama. FIFA menolak permohonan Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) dengan alasan tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan banding.
Terkait keputusan wasit, Trump menyebut kartu merah yang diberikan kepada Balogun sebagai sesuatu yang tidak adil. Ia mengatakan, “Itu sangat tidak adil. Bagaimana mungkin Anda menghukum seorang pemain untuk pertandingan yang bahkan belum dimainkan?”
Trump juga menilai keputusan setelah VAR tidak tepat. “Saya tidak menganggap itu pelanggaran. Saya melihat dua atlet hebat bertabrakan dan saling terkait,” katanya, sekaligus menolak anggapan bahwa tindakan Balogun semestinya berujung kartu merah.
Dengan rangkaian pernyataan tersebut, narasi yang muncul adalah bahwa proses peninjauan terjadi di ruang tata kelola FIFA setelah Trump menyampaikan permintaan agar keputusan dapat ditelaah. Sementara itu, keputusan FIFA untuk menangguhkan hukuman memberi dampak langsung pada jadwal Balogun di turnamen.
Rangkaian komunikasi dan keputusan itu berjalan berurutan. Pada 5 Juli 2026, FIFA memilih menangguhkan hukuman kartu merah Balogun selama satu tahun, lalu pada 6 Juli memastikan keputusan serupa sambil menolak permohonan RBFA karena dianggap tidak memiliki dasar hukum untuk banding.
Dalam perjalanannya, Trump menegaskan bahwa tindakannya muncul setelah ia memahami konsekuensi dari kartu merah yang diterima Balogun. Ia menyampaikan bahwa tujuan kontaknya adalah mendorong agar keputusan dapat ditinjau ulang, bukan memberi instruksi khusus kepada pihak FIFA.
Pendekatan semacam itu juga mengiringi penilaiannya terhadap proses di lapangan. Trump menilai pemberian kartu merah setelah VAR tidak tepat, dan menyebut insiden tersebut sebagai pertemuan dua atlet yang saling terkait, sehingga menurutnya sanksi untuk satu pertandingan terasa tidak sebanding.
Dengan latar keputusan FIFA yang menangguhkan larangan tampil, Balogun akhirnya tetap berada dalam rencana pertandingan saat Amerika Serikat menghadapi Belgia di babak 16 besar. Situasi ini kemudian memperjelas dampak langsung dari peninjauan yang dibahas di tingkat tata kelola, sekaligus menjaga jadwal sang pemain di turnamen.












