jurnalistik.co.id – Keir Starmer dan Kantor Luar Negeri (Foreign Office/FO) terlibat dalam perdebatan soal jadwal kickoff pertandingan Piala Dunia Inggris melawan Meksiko. Upaya mereka ditujukan agar waktu pertandingan tidak dimajukan lebih awal seperti yang sempat diusulkan FIFA.
Menurut keterangan yang berkembang menjelang laga, Perdana Menteri menugaskan para pejabat untuk membangun argumen agar pertandingan tetap berada pada slot waktu semula. Langkah itu didukung oleh Football Association (FA), yang pada intinya berpendapat jadwal harus dipertahankan sebagaimana direncanakan.
Di sisi lain, pejabat FO juga berkoordinasi dengan diplomat Inggris di Mexico City. Mereka meminta agar dilakukan perwakilan yang menolak perubahan waktu, dengan pertimbangan agar sekitar 3.000 suporter Inggris yang bepergian tidak sampai melewatkan pertandingan.
Usulan perubahan waktu muncul setelah FIFA dikatakan ingin memajukan kickoff sekitar enam jam. FIFA merujuk pada prakiraan cuaca, termasuk potensi badai petir, yang disebut berisiko memengaruhi kondisi di sekitar Stadion Azteca.
Stadion Azteca menampung lebih dari 87.000 penonton. Kekhawatiran yang melatarbelakangi rencana pemajuan waktu terkait potensi dampak petir dan banjir di area sekitar stadion, yang dianggap berpotensi mengganggu jalannya pertandingan.
Perlawanan FA dan asosiasi Meksiko
Meski FIFA mengedepankan alasan cuaca, baik FA Inggris maupun otoritas sepak bola Meksiko menolak perubahan jadwal yang dimajukan kurang dari 48 jam sebelum kickoff. Penolakan itu dilandasi kekhawatiran terhadap dampaknya pada rencana perjalanan para penggemar serta persiapan tim.
Dalam konteks itu, pelatih Meksiko Javier Aguirre menilai usulan pemindahan waktu sebagai “kick in the gut”. Pernyataan tersebut menggambarkan penolakan tegas terhadap perubahan mendadak yang dinilai tidak memberi ruang adaptasi memadai.
Berita Terkait
Ketegangan akhirnya berujung pada ketidakjelasan selama lebih dari lima jam. Dalam fase tersebut, FIFA kemudian menegaskan bahwa waktu pertandingan akan tetap pada jadwal yang semula direncanakan.
Meski demikian, keputusan soal waktu tidak lantas berarti pertandingan berjalan tepat sesuai rencana. Kickoff akhirnya mengalami penundaan selama satu jam, karena kondisi cuaca yang terjadi pada hari pertandingan.
Starmer menyampaikan keterlibatannya saat menghadiri sebuah resepsi di Downing Street. Ia mengatakan, “We had to battle with the FA to get it back to where it was, which was counterintuitive.” Pernyataan itu menggambarkan adanya proses tarik-menarik agar pertandingan kembali ke slot yang dianggap semestinya.
Dalam periode perdebatan tersebut, FA tidak memberikan komentar resmi terkait situasi yang berkembang. Namun, dari rangkaian informasi yang muncul, dukungan FA pada upaya mempertahankan waktu semula menjadi bagian penting dari langkah yang dikoordinasikan melalui pemerintahan.
Setelah kepastian waktu hadir, pertandingan kemudian dimainkan. Inggris pada akhirnya menang atas Meksiko dengan skor 3-2, sekaligus memastikan langkah mereka ke babak perempat final.
Di babak berikutnya, Inggris dijadwalkan bertemu Norwegia. Laga perempat final akan berlangsung di Miami pada Sabtu, sesuai rangkaian hasil dari pertandingan melawan Meksiko.
Rentetan kejadian ini memperlihatkan bagaimana isu cuaca dapat memicu pergeseran rencana bahkan ketika jadwal sudah ditetapkan. Di saat yang sama, perselisihan juga menunjukkan bahwa perlindungan kepentingan suporter dan kesiapan tim menjadi pertimbangan yang terus dipertahankan oleh pihak Inggris, termasuk lewat keterlibatan Starmer dan FO.
Dengan FIFA akhirnya tetap pada waktu start yang dijadwalkan, sementara kickoff sempat mundur satu jam akibat cuaca, perdebatan panjang tersebut berakhir pada pertandingan yang tetap berjalan. Namun, prosesnya menegaskan bahwa perubahan jadwal, meski didorong alasan keselamatan, tetap bisa menghadapi resistensi ketika dampaknya dinilai besar bagi perjalanan dan persiapan semua pihak.












