jurnalistik.co.id – Petualangan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026 berakhir di babak 16 besar. Portugal tersingkir setelah kalah 0-1 dari Spanyol di Stadion Dallas, Arlington, pada 6 Juli 2026.
Kekalahan itu membuat Spanyol melaju setelah gol tunggal tercipta pada menit pertama injury time melalui pemain pengganti, Mikel Merino. Hasil tersebut diumumkan sebagai laga Selasa (7/7/2026) dini hari WIB.
Di tengah situasi yang menentukan, Ronaldo memastikan bahwa turnamen kali ini menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Kepastian itu ia sampaikan menjelang laga Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026.
Ronaldo menegaskan niatnya menjalani pertandingan dengan fokus penuh. βIni tentang menikmati turnamen semaksimal mungkin,β ujarnya menjelang akhir konferensi pers pra-pertandingan pada hari Minggu (5/7/2026), sebagaimana dilansir dari ESPN.
Bintang asal Portugal itu juga menyampaikan pesan yang terdengar sebagai penutup fase panjang karier internasionalnya. βIni akan menjadi Piala Dunia terakhir saya, tetapi mari kita berharap besok (laga Portugal vs Spanyol) bukanlah pertandingan terakhir saya.β
Enam edisi Piala Dunia
Untuk Ronaldo, Piala Dunia 2026 menjadi edisi keenam dalam kariernya di turnamen tersebut. Sebelumnya, ia sudah tampil pada 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022.
Catatan itu menunjukkan perjalanan panjang yang tidak hanya bertahan dari sisi durasi, tetapi juga konsistensi pada level tertinggi. Di Piala Dunia pertamanya, Ronaldo membawa Portugal melangkah hingga fase semifinal pada edisi 2006 di Jerman.
Pada fase tersebut, Portugal kalah 0-1 dari Prancis. Setelahnya, mereka juga harus menerima kekalahan 1-3 dari Jerman pada laga perebutan peringkat ketiga.
Wujud tajam pada 2018
Berita Terkait
Dalam rentang kariernya, Ronaldo mencatat penampilan yang paling subur pada Piala Dunia 2018. Pada edisi itu, ia membukukan empat gol dari empat laga yang ia mainkan.
Ketajaman pada periode tersebut menjadi salah satu penanda bahwa Ronaldo mampu tampil sebagai mesin gol di fase-fase turnamen besar. Namun, pada 2026, jalannya pertandingan 16 besar melawan Spanyol justru menjadi penutup untuk seluruh perjalanan di Piala Dunia.
90 menit terakhir melawan Spanyol
Di laga kontra Spanyol, Ronaldo setidaknya menyelesaikan seluruh waktu pertandingan, bermain penuh hingga 90 menit. Ini merupakan kali keempat dalam lima pertandingan Portugal di Piala Dunia 2026 ketika ia tampil penuh.
Meski begitu, kontribusinya di sisi peluang mencetak gol tidak berbuah menjadi gol. Sepanjang laga tersebut, Ronaldo hanya menciptakan satu kesempatan untuk mencetak gol.
Dengan kekalahan 0-1 yang ditentukan gol Merino pada injury time, Portugal tidak mampu mengulang harapan untuk meraih lanjut ke fase berikutnya. Bagi Ronaldo, momen di Stadion Dallas itu menjadi penanda bahwa bab di Piala Dunia 2026 memang sudah sampai titik akhir.
Babak 16 besar itu juga mengubah dinamika sejak awal karena gol yang menentukan tercipta sangat cepat, tepat pada injury time babak pertama. Setelah itu, Portugal harus mengejar ketertinggalan tanpa peluang yang benar-benar mengubah hasil.
Di sepanjang enam edisi yang ia jalani, pengalaman Ronaldo di panggung Piala Dunia terlihat dari cara ia bertahan di fase-fase penting. Rekam jejaknya dimulai dari 2006 saat Portugal sampai semifinal, lalu berlanjut pada perjalanan lain hingga edisi terakhir.
Rentang kariernya juga memperlihatkan dua sisi yang kontras: kemampuan menjaga kedalaman turnamen dan keberanian tampil sebagai pembeda di momen tertentu. Pada 2018, ia menjadi salah satu sorotan lewat catatan golnya yang menegaskan kapasitas sebagai mesin serang.
Namun, pada 2026, angka dan statistik lebih banyak berbicara tentang keteguhan menghadapi akhir bab. Meski dimainkan penuh hingga 90 menit dan tetap menciptakan peluang, hasil akhirnya tetap menjadi penanda bahwa perjalanan di Piala Dunia saat itu harus berhenti.












