Olahraga

Visa AS Masih Belum Pasti, Delegasi Timnas Iran Tetap Terbang ke Meksiko

0
×

Visa AS Masih Belum Pasti, Delegasi Timnas Iran Tetap Terbang ke Meksiko

Sebarkan artikel ini
Visa AS Belum Jelas, Delegasi Timnas Iran Tetap Berangkat ke Meksiko Bola 3 Juni 2026
Ilustrasi: Visa AS Belum Jelas, Delegasi Timnas Iran Tetap Berangkat ke Meksiko

jurnalistik.co.id – Delegasi Iran tetap dijadwalkan terbang ke Meksiko pada akhir pekan ini untuk mematangkan persiapan jelang Piala Dunia 2026, meski status visa mereka untuk bisa memasuki wilayah Amerika Serikat masih belum jelas. Dengan waktu menuju laga pembuka yang tinggal kurang dari dua pekan, situasi itu membuat perjalanan tim Melli berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.

Federasi sepak bola Iran menegaskan bahwa tim akan tetap berangkat sesuai rencana awal. Perjalanan itu disebut akan ditempuh melalui rute transit Spanyol sebelum melanjutkan perjalanan ke Meksiko.

“Tim nasional sepak bola Iran akan berangkat dari Antalya menuju Tijuana pada Sabtu, 6 Juni waktu setempat, dan dijadwalkan tiba di Meksiko pada Minggu, 7 Juni,” demikian pernyataan resmi Timnas Iran dikutip dari Al Jazeera.

Rencana keberangkatan itu datang di tengah pemusatan latihan Iran di Turki yang sudah berlangsung sejak bulan lalu. Sebagai bagian dari agenda tersebut, skuad Melli juga dijadwalkan melakoni laga uji coba terakhir menghadapi Mali pada Kamis (4/6/2026).

Bertanding tanpa penonton dan media

Sebelumnya, timnas Iran telah menjalani tiga pertandingan persahabatan di Antalya di tengah konflik yang meletus pada 28 Februari. Dari tiga laga itu, Iran kalah dari Nigeria, tetapi berhasil menumbangkan Kosta Rika dan Gambia.

Menjelang uji coba kontra Mali, federasi sepak bola Iran mengambil langkah khusus. “Mengingat pentingnya pertandingan persahabatan tim nasional sepak bola Iran melawan Mali, dan sejalan dengan tujuan taktis pelatih kepala Iran, pertandingan besok melawan Mali akan diadakan tanpa penonton dan tanpa kehadiran media,” kata federasi sepak bola Iran.

Di sisi lain, persoalan izin masuk ke wilayah Amerika Serikat masih menjadi tanda tanya besar. Ketua Umum Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, pada Senin malam menyatakan keyakinannya bahwa dokumen izin masuk untuk Meksiko akan rampung pada hari Selasa atau Rabu.

Namun sampai saat ini belum ada pengumuman resmi apakah seluruh dokumen penting itu sudah diterima para pemain Iran yang tergabung di Grup G. Situasi ini membuat kesiapan tim tetap berjalan, tetapi dengan satu persoalan administratif yang belum tuntas.

Bayang-bayang sikap ketat Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat juga menunjukkan sikap sangat membatasi terkait siapa saja yang diperbolehkan masuk. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat di Washington menegaskan peringatan keras bagi individu yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

“Yang tidak akan kami izinkan adalah mereka memasukkan sejumlah orang dalam delegasi mereka yang kami tahu tidak ada hubungannya dengan atletik dan memiliki hubungan dengan IRGC atau hal-hal semacam itu, jadi kami akan mengawasi hal itu dengan sangat cermat,” kata Rubio pada sidang tersebut.

Kekhawatiran soal perlakuan imigrasi ini bukan tanpa alasan. Pada bulan April lalu, delegasi federasi Iran sempat memilih putar balik dari Bandara Pearson Toronto meski memegang dokumen sah. Kanada sendiri telah memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris, yang berujung pada absennya tim dari pertemuan FIFA di Vancouver.

“Mereka (delegasi) kembali ke Turki dengan penerbangan pertama yang tersedia karena perilaku petugas imigrasi di bandara yang tidak dapat diterima dan penghinaan terhadap salah satu orang paling terhormat dari angkatan bersenjata bangsa Iran,” kata federasi sepak bola Iran dalam sebuah pernyataan setelah insiden tersebut.

Pengalaman pahit di Kanada itu membuat federasi sepak bola Iran kini bersikap jauh lebih waspada. Mereka juga menuntut jaminan keamanan penuh dari pihak penyelenggara selama berada di turnamen.

“Jika Amerika menjamin tidak akan menghina lembaga militer kami dan IRGC, kami akan pergi,” kata Taj kepada stasiun penyiaran negara IRIB pada bulan Mei.

“Jika mereka memberikan jaminan bahwa insiden seperti di Kanada tidak akan terjadi dan mereka benar-benar memastikannya, kami akan pergi,” tambahnya.

Dengan segala ketidakpastian yang masih menyelimuti urusan visa, delegasi Iran tetap memilih melanjutkan agenda keberangkatan ke Meksiko. Bagi mereka, persiapan di lapangan tetap harus berjalan, sambil menunggu kepastian administratif yang hingga kini belum sepenuhnya terjawab.