jurnalistik.co.id – Final Piala Dunia 2026 menjadi titik balik pahit bagi Argentina. La Albiceleste harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 1-0 setelah pertandingan berujung gol pada perpanjangan waktu.
Pertandingan final itu berlangsung di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat, pada 19 Juli 2026. Di waktu WIB, laga dimainkan pada Senin (20/7/2026) dini hari.
Spanyol memastikan kemenangan melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106. Dengan demikian, Argentina gagal mempertahankan status sebagai juara pada gelaran berikutnya.
Hasil tersebut menjadi pukulan emosional bagi Lionel Messi. Kapten tim menyampaikan betapa beratnya menerima kenyataan setelah harapan besar untuk kembali meraih titel pupus.
Messi juga mengingat bahwa ini merupakan pil pahit keduanya di partai puncak turnamen sepak bola terbesar sejagat. Sebelumnya, Argentina pernah takluk 1-0 dari Jerman pada edisi 2014.
Lewat akun media sosial pribadinya, La Pulga menuliskan, “Rasa sakitnya luar biasa, dan luka ini akan membutuhkan waktu untuk sembuh. Namun, saya juga tetap mengingat semua hal baik.” Pesan itu menjadi refleksi atas rasa kecewa sekaligus dorongan untuk bangkit.
Ia menggarisbawahi bahwa kendati tidak meraih hasil yang diinginkan, perjalanan tim menyimpan banyak momen yang tak mudah dilupakan. “Pertandingan-pertandingan yang kami balikkan dengan memberikan segalanya, momen-momen yang akan selamanya terukir dalam ingatan kami, serta dukungan dari seluruh negara yang, dipadukan dengan kerja keras dan usaha tim ini, membawa kami kembali ke jajaran elit dunia sekali lagi,” tulis Messi.
Dalam penilaian pribadinya, ia menyebut perjuangan skuad asuhan Lionel Scaloni sebagai alasan penting di balik pencapaian tersebut. Messi menyinggung bagaimana tim mampu melewati berbagai rintangan, termasuk saat memulangkan Mesir dan Inggris di fase gugur.
Messi juga mencatat pencapaiannya selama kompetisi: ia menorehkan delapan gol dan empat assist. Angka-angka itu menjadi bagian dari kontribusi yang, meski tak berujung gelar, tetap menegaskan konsistensi performanya sepanjang turnamen.
Berita Terkait
Ia sempat menyinggung sulitnya sepenuhnya menilai capaian saat ini. “Sulit untuk sepenuhnya menghargai pencapaian kami saat ini, namun tim ini berhasil mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut,” tandas Messi.
Di sisi lain, bintang Spanyol yang akhirnya menorehkan gol penentu turut menjadi sorotan dalam dinamika laga. Messi juga dikaitkan dengan momen di lapangan saat ia menunjuk bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella, ketika wasit asal Slovenia Slavko Vincic dan Enzo Fernandez terlibat perdebatan dalam pertandingan final tersebut.
Apresiasi untuk suport—dan hormat kepada juara
Messi menyertakan apresiasi mendalam untuk para pendukung. Ia menuliskan, “Terima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam atas setiap ucapan dan pesan.”
Ia menambahkan, “Sekali lagi, kami berhasil bersatu sebagai sebuah negara dan berdiri bersama, berbagi kebanggaan yang luar biasa sebagai warga Argentina.” Ungkapan itu menegaskan bahwa kebanggaan tetap ada meski hasil akhir tidak sesuai target.
Menjadi sorotan berikutnya adalah status Messi yang kini berusia 39 tahun. Kiprahnya pada edisi 2030 masih dipertanyakan, meski pada saat yang sama ia belum memberikan pernyataan terkait masa depannya bersama tim nasional.
Di tengah kekecewaan, Messi juga memberi penghormatan kepada juara baru turnamen. Baginya, pencapaian Spanyol sebagai pemenang tetap layak diakui, sementara Argentina akan menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran untuk perjalanan berikutnya.
Meski hasil berakhir pahit, pesan yang disampaikan Messi menekankan bahwa proses menerima kekalahan tidak instan. Ia menggambarkan luka yang harus dijalani dengan waktu, sekaligus menegaskan bahwa kenangan baik selama perjalanan turnamen tetap akan membekas.
Di luar sorotan gol penentu pada menit-menit akhir tambahan waktu, final ini juga menyisakan gambaran tentang perjalanan Argentina yang sempat terangkat kembali di fase-fase krusial. Keberhasilan sampai ke partai puncak beruntun, termasuk setelah melewati laga-laga berat, membuat tim tetap punya dasar untuk menata langkah pada edisi berikutnya.
Menjelang pembicaraan tentang kiprahnya di masa mendatang, status Messi yang kini menginjak usia 39 tahun ikut menjadi perhatian. Kendati demikian, ia belum menghadirkan keterangan terkait keputusan untuk lanjutan bersama tim nasional, sementara sorak dukungan dari para pendukung tetap menjadi bagian dari cerita yang terus hidup.












