Bisnis & Ekonomi

AMMN Mengantongi Laba Bersih Rp8,89 Triliun pada Semester I-2026

×

AMMN Mengantongi Laba Bersih Rp8,89 Triliun pada Semester I-2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: AMMN Cetak Laba Bersih Rp8,89 Triliun Semester I-2026 - Market

jurnalistik.co.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kinerja positif pada paruh pertama tahun 2026. Pada semester I-2026, laba bersih perusahaan mencapai US$497,93 juta atau senilai Rp8,89 triliun dengan asumsi kurs Rp17.857 per dolar AS.

Perolehan tersebut sekaligus menjadi pembalikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I-2025, AMMN masih membukukan rugi bersih sebesar US$148,72 juta atau rugi Rp2,48 triliun, menggunakan asumsi kurs Rp16.667 per dolar AS.

Dengan demikian, hasil akhir semester I-2026 menunjukkan transisi dari kondisi rugi ke laba. Informasi ini didasarkan pada ringkasan laporan keuangan perseroan yang disampaikan dalam periode tersebut.

Laba ditopang kenaikan penjualan bersih

Di balik perubahan posisi keuangan tersebut, perseroan menyebut laba bersih ditopang oleh kenaikan penjualan bersih. Pada semester I-2026, penjualan bersih AMMN tercatat mencapai US$2,05 miliar atau Rp36,61 triliun.

Nilai penjualan bersih semester I-2026 itu meningkat tajam dibanding semester I-2025. Pada periode tahun lalu, perusahaan mencatat penjualan bersih sekitar US$182,60 juta atau setara Rp3,04 triliun (berdasarkan asumsi kurs Rp16.667 per dolar AS).

Lonjakan penjualan bersih tersebut menjadi salah satu penopang utama dalam mendorong kinerja laba. Ketika pendapatan yang masuk meningkat, hasil akhir yang tercermin pada laba bersih juga mengalami pergeseran yang nyata.

Selain penjualan bersih, pergerakan laba kotor juga memperlihatkan arah yang serupa. Pada semester I-2026, laba kotor AMMN tercatat sebesar US$964,15 juta atau Rp17,22 triliun, naik dari US$55,70 juta atau Rp928,3 miliar pada semester I-2025.

Peningkatan laba kotor ini menunjukkan bahwa kontribusi hasil kotor pada paruh pertama 2026 berada pada level yang jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan capaian tersebut, perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk menghasilkan laba bersih.

Secara keseluruhan, rangkaian perubahan pada penjualan bersih dan laba kotor tercermin pada peralihan hasil akhir perusahaan. Pada semester I-2026, AMMN bergerak menuju laba bersih US$497,93 juta, setelah pada semester I-2025 masih mencatat rugi bersih US$148,72 juta.

Perbandingan nilai-nilai tersebut juga menggunakan asumsi kurs yang berbeda untuk masing-masing periode. Untuk semester I-2026 digunakan kurs Rp17.857 per dolar AS, sedangkan semester I-2025 memakai kurs Rp16.667 per dolar AS, sehingga perbandingan dalam rupiah mengikuti basis penghitungan yang digunakan dalam laporan perseroan.

Langkah AMMN pada semester I-2026 pada akhirnya memperlihatkan pemulihan kinerja ke level laba melalui peningkatan penjualan bersih dan kenaikan laba kotor. Performa paruh pertama tahun ini menjadi penanda yang menonjol dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.

Perubahan yang dialami AMMN pada paruh pertama 2026 terlihat tidak hanya dari level laba bersih, tetapi juga dari pergeseran di komponen pendukungnya. Ketika penjualan bersih tumbuh, efeknya kemudian tercermin pada performa yang lebih baik pada angka-angka berikutnya dalam laporan perseroan.

Jika ditarik ke perbandingan periode, penjualan bersih semester I-2026 disebut mencapai US$2,05 miliar, jauh lebih tinggi dibanding semester I-2025 yang berada di kisaran US$182,60 juta. Kenaikan pendapatan dalam nilai yang lebih besar itu menjadi dasar bagi perusahaan untuk beralih dari rugi bersih ke laba bersih.

Pola serupa juga muncul pada laba kotor. Pada semester I-2026, laba kotor perusahaan dicatat sebesar US$964,15 juta, naik dari US$55,70 juta pada semester I-2025. Lonjakan laba kotor tersebut memperlihatkan bahwa hasil kotor yang dihimpun perusahaan pada periode berjalan berada pada level yang jauh lebih kuat dibanding periode pembanding.

Dalam evaluasi kinerja, perbedaan asumsi kurs turut menentukan cara penghitungan nilai dalam rupiah. Semester I-2026 menggunakan kurs Rp17.857 per dolar AS, sedangkan semester I-2025 memakai Rp16.667 per dolar AS, sehingga angka dalam rupiah mengikuti basis yang tercantum pada laporan masing-masing periode. Dengan dasar perbandingan ini, arah pemulihan AMMN menjadi lebih mudah dibaca dari rangkaian perubahan penjualan dan laba kotor hingga berujung pada laba bersih.