Bisnis & Ekonomi

IHSG Menguat 2,25% ke 5.030,26, Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini

×

IHSG Menguat 2,25% ke 5.030,26, Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Ditutup Menguat, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2026), didorong kenaikan sejumlah saham utama.

IHSG ditutup menguat 2,25% ke level 5.030,26. Pergerakan positif ini menempatkan bursa pada sentimen yang lebih stabil dibandingkan tekanan yang datang dari pasar global.

Kontribusi terbesar datang dari BBCA yang naik 3,96% serta AMMN yang menguat 8,28%. Selain itu, TLKM turut memperkuat indeks dengan kenaikan 5,57%.

Sementara itu, beberapa saham menjadi penekan. BRPT melemah 6,67%, AADI turun 3,53%, dan TPIA terkoreksi 1,15% sehingga mengimbangi laju IHSG.

Dari sisi arus dana, investor asing membukukan net sell sebesar Rp25,48 miliar di pasar reguler dan Rp65,53 miliar di seluruh pasar. Kondisi ini menunjukkan meski indeks menguat, aliran dana asing tetap cenderung melepas saham.

Secara sektor, seluruh 11 sektor saham ditutup menguat. Sektor Basic Industry menjadi pemimpin kenaikan dengan pertumbuhan 3,78%.

Di saat yang sama, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah. Dow Jones terkoreksi 3,44% ke 51.523, S&P 500 turun 4,36% ke 7.353, sedangkan Nasdaq melemah 5,52% ke 24.314.

Tekanan di pasar global dipicu kekhawatiran terhadap perlambatan ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta potensi pengetatan regulasi pusat data (data center) di AS. Selain itu, aksi jual besar pada saham semikonduktor, termasuk SK Hynix dan Samsung Electronics, ikut membayangi sentimen.

Dalam lanskap domestik, EIDO terkoreksi 0,20% sementara indeks MSCI Indonesia menguat 2,30%. Kombinasi pergerakan ini mengisyaratkan pasar tetap merespons dinamika eksternal, namun pelaku domestik masih menemukan ruang kenaikan.

Catatan dari emiten

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menargetkan penambahan sekitar 30 gerai ritel modern pada 2027. Ekspansi ini dimaksudkan untuk memperluas jaringan bisnis aftermarket sekaligus menangkap peluang pasar penggantian komponen kendaraan.

Penambahan jaringan mencakup beberapa format gerai, yakni Shop & Drive, Shop & Bike, Motoquick, dan Astra Otoservice. Perusahaan menyatakan penentuan lokasi akan mempertimbangkan tingkat kepadatan populasi kendaraan di masing-masing wilayah.

Penguatan jaringan fisik juga akan diintegrasikan ke ekosistem digital AstraOtoshop melalui layanan online-to-offline (O2O). Melalui skema tersebut, konsumen dapat memesan produk maupun layanan perawatan kendaraan secara daring, lalu melakukan pemasangan atau perawatan di gerai fisik terdekat.

Langkah ekspansi ini menjadi bagian dari target AUTO untuk membukukan pertumbuhan di atas rata-rata industri pada 2027. Perseroan juga memperkuat diversifikasi portofolio, termasuk pengembangan komponen kendaraan listrik serta ekspansi ke sektor non-otomotif seperti alat kesehatan, guna memperluas sumber pertumbuhan sekaligus memperkuat ketahanan bisnis.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) lewat LippoLand mencatat marketing sales sebesar Rp5,49 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026 (9M26). Realisasi tersebut setara 91% dari target penjualan 2026 sebesar Rp6 triliun.

Pencapaian ini terutama ditopang permintaan hunian tapak pada segmen terjangkau dan menengah, yang berkontribusi 75% terhadap total prapenjualan. Dari total transaksi, 71% dilakukan melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang mencerminkan dominasi pembeli rumah pertama dan pengguna akhir (end-user).

Dari kinerja keuangan, pertumbuhan laba LPKR pada 9M26 lebih banyak didukung perbaikan margin dibandingkan peningkatan volume bisnis. Pendapatan tercatat turun 17,46% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp5,37 triliun, tetapi laba kotor justru naik 4,89% YoY menjadi Rp2,30 triliun.

Perbaikan ini membuat gross profit margin melebar menjadi 42,86% dibandingkan 33,73% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba bersih LPKR melonjak 236,47% YoY menjadi Rp1,24 triliun pada 9M26, dari Rp368,20 miliar pada 9M25. Kenaikan juga disebut didukung basis pembanding yang relatif rendah dan kontribusi laba dari entitas asosiasi sebesar Rp523,92 miliar.

Adapun PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) berencana menjalankan pembelian kembali saham (buyback) tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp2,31 triliun yang seluruhnya bersumber dari kas internal.

Berdasarkan perhitungan proforma, pelaksanaan buyback diperkirakan menurunkan total aset ITMG dari US$2,42 miliar menjadi US$2,29 miliar. Total ekuitas diproyeksikan berkurang dari US$1,91 miliar menjadi US$1,78 miliar, sementara rasio return on equity (ROE) diperkirakan naik dari 11,10% menjadi 11,90%.

Buyback dijadwalkan berlangsung mulai 5 November 2026 hingga 4 Februari 2027. Aksi korporasi ini mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2023 serta Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 dan S-137/D.04/2026.

Rekomendasi saham hari ini

AMRT dengan skema Buy 925-935, target price (TP) 955-975, dan stop loss (SL) 875. MPMX: Buy 1070-1080, TP 1095-1110, SL 1030. AMMN: Buy 3630-3650, TP 3720-3800, SL 3450. WIRG: Buy 38-40, TP 42-44, SL 36. RATU: Buy 2090-2120, TP 2160-2200, SL 2000.

Disclaimer: seluruh analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.