Bisnis & Ekonomi

BEI: Jeffrey Hendrik Sebut MSCI Memiliki Dua Catatan Negatif

×

BEI: Jeffrey Hendrik Sebut MSCI Memiliki Dua Catatan Negatif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bos BEI Ungkap Dua Catatan Negatif MSCI - Market

jurnalistik.co.id – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa penilaian MSCI terhadap pasar modal Indonesia masih menyisakan dua catatan negatif. Ia menyebut dua aspek yang menjadi perhatian, yaitu kebijakan valuta asing dan arus informasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Jeffrey dalam sebuah workshop bersama jurnalis pasar modal di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (31/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia merujuk pada penilaian MSCI yang menggunakan sejumlah kategori klasifikasi.

Jeffrey menjelaskan, berdasarkan 18 kategori dalam kriteria klasifikasi pasar MSCI, Indonesia memperoleh penilaian positif penuh pada 10 kategori. Selain itu, masih ada enam kategori yang dinilai positif namun menyisakan ruang perbaikan.

Di sisi lain, dua kategori sisanya masih mendapatkan penilaian negatif. Ia kemudian merinci hasil tersebut dengan merujuk pada penanda penilaian yang dipakai MSCI.

“Sepuluh kategori kita dapat plus 2, artinya sudah memenuhi sepenuhnya. Enam kriteria kita plus 1, artinya sudah memenuhi tetapi ada ruang untuk perbaikan. Dua kriteria kita negatif,” ujar Jeffrey dalam workshop tersebut.

Menurut Jeffrey, catatan pertama berkaitan dengan kebijakan valuta asing atau devisa. Ia menegaskan bahwa aspek ini berada di luar ranah pasar modal.

Dengan kata lain, penilaian MSCI yang menempatkan kebijakan valuta asing sebagai catatan negatif dipandang Jeffrey sebagai sesuatu yang tidak sepenuhnya berada di wilayah pengaturan pasar modal. Pernyataan ini menjadi penekanan atas ruang lingkup faktor yang memengaruhi penilaian MSCI terhadap Indonesia.

Jeffrey juga menyebut adanya catatan kedua dari MSCI yang berhubungan dengan arus informasi. Ia menyatakan bahwa dua aspek inilah yang masih masuk dalam kategori penilaian negatif dalam kerangka klasifikasi MSCI.

Dalam uraian yang disampaikan, Jeffrey menggarisbawahi bahwa mayoritas kategori penilaian telah menunjukkan capaian yang positif. Namun, keberadaan dua kategori yang masih dinilai negatif menjadikan catatan MSCI tetap menjadi bahan perhatian bagi berbagai pihak terkait.

Lebih lanjut, Jeffrey mengaitkan hasil klasifikasi tersebut dengan pembagian skor yang mencerminkan tingkat pemenuhan kriteria. Penilaian “plus 2” dimaknai sebagai pemenuhan sepenuhnya, sedangkan “plus 1” menunjukkan kondisi yang sudah baik tetapi masih ada ruang perbaikan.

Sementara itu, dua kriteria yang berstatus negatif menjadi penanda bahwa masih terdapat area yang perlu mendapat perhatian lebih. Dengan demikian, BEI melalui Jeffrey menempatkan kebijakan valuta asing dan arus informasi sebagai dua fokus catatan dalam penilaian MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

Jeffrey menilai, cara MSCI menandai hasil penilaian melalui level “plus” menunjukkan bahwa sebagian besar indikator sudah berada pada tingkat yang diharapkan. Meski demikian, keberadaan nilai negatif tetap menandakan adanya titik yang perlu dipahami lebih detail oleh pelaku industri.

Dalam konteks itu, ia menempatkan kebijakan valuta asing sebagai faktor yang memerlukan pembacaan dari perspektif kebijakan yang lebih luas. Menurut penjelasannya, penilaian MSCI yang mengaitkan aspek devisa dengan pasar modal tidak sepenuhnya dapat disetarakan dengan ruang lingkup pengaturan pasar modal itu sendiri.

Jeffrey juga menghubungkan catatan MSCI kedua dengan arus informasi. Ia menyampaikan bahwa elemen ini dipandang tetap relevan dalam kerangka penilaian MSCI, sehingga menjadi bagian dari perhatian yang masih harus dipenuhi secara lebih konsisten agar persepsi pasar membaik.

Ia menegaskan bahwa pembagian hasil—mulai dari kategori yang sepenuhnya memenuhi hingga yang masih menyisakan ruang perbaikan—dapat dibaca sebagai peta prioritas. Dengan begitu, pihak terkait dapat memfokuskan upaya pada area yang nilainya negatif, sekaligus mempertahankan capaian yang sudah berada pada kategori positif.

Lebih jauh, Jeffrey menyampaikan bahwa diskusi workshop tersebut bertujuan membantu jurnalis memahami substansi penilaian MSCI. Penjelasan mengenai klasifikasi dan penandaan skor diharapkan membuat pembacaan publik terhadap hasil penilaian menjadi lebih utuh, termasuk alasan dua catatan yang masih menjadi perhatian.