Bisnis & Ekonomi

BRImo Tembus 49,7 Juta Pengguna, Nilai Transaksi Rp 4.166 Triliun hingga Juni 2026

×

BRImo Tembus 49,7 Juta Pengguna, Nilai Transaksi Rp 4.166 Triliun hingga Juni 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: BRI Catat Pengguna BRImo 49,7 Juta, Volume Transaksi Capai Rp 4.166 Triliun

jurnalistik.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melaporkan penggunaan super app BRImo terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juni 2026, jumlah penggunanya mencapai 49,7 juta orang.

BRI juga mencatat kinerja transaksi pada periode yang sama. BRImo membukukan 3,32 miliar transaksi finansial dengan volume transaksi sebesar Rp 4.166 triliun.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai BRImo menjadi penggerak yang memperkuat jangkauan fisik BRI lewat layanan digital. Ia menekankan layanan tersebut dapat diakses masyarakat tanpa terbatas jarak dan waktu.

“Hingga Juni 2026, BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna dengan 3,32 miliar transaksi finansial dan volume transaksi mencapai Rp 4.166 triliun,” kata Hery dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).

Perluasan layanan melalui ekosistem BRILink

Selain lewat BRImo, BRI menyebut jangkauan layanan juga didukung infrastruktur layanan yang lebih luas. BRI memiliki lebih dari 7.000 jaringan kantor di berbagai wilayah.

Di tingkat komunitas, BRI menguatkan layanan melalui Agen BRILink. Jumlah agen tercatat mencapai 1,13 juta, dan melayani masyarakat di lebih dari 60.753 desa.

Untuk semester I 2026, jaringan Agen BRILink mencatat lebih dari 501 juta transaksi. Volume transaksinya mencapai Rp 841 triliun.

Hery menyampaikan capaian tersebut menunjukkan peran Agen BRILink yang tidak hanya menjadi titik transaksi. Menurutnya, agen juga mendorong aktivitas ekonomi lokal sekaligus menjadi sarana perluasan inklusi keuangan hingga level desa.

“Capaian ini menunjukkan peran BRILink Agen tidak hanya sebagai titik transaksi, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi lokal sekaligus sarana perluasan inklusi keuangan hingga tingkat desa,” ucapnya.

Melalui keberadaan Agen BRILink, BRI menyebut peluang usaha turut terbuka bagi masyarakat setempat. Kehadiran agen dinilai dapat menjadi sumber pendapatan bagi warga di wilayah masing-masing.

Dukungan kanal pendukung transaksi

BRI menambahkan bahwa dukungan layanan juga semakin lengkap dengan keberadaan fasilitas transaksi di lapangan. Perusahaan menyebut sekitar 19.000 ATM dan CRM tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan kombinasi layanan digital melalui BRImo, jaringan kantor, serta kanal berbasis agen, BRI memandang ekosistemnya dapat menjangkau kebutuhan layanan keuangan masyarakat secara lebih menyeluruh. Perincian angka yang disampaikan menunjukkan skala aktivitas pengguna dan volume transaksi dalam periode hingga Juni 2026.

Di sisi lain, peningkatan jumlah pengguna BRImo dan besarnya volume transaksi memperlihatkan intensitas penggunaan layanan yang terus berkembang. Sementara itu, kinerja Agen BRILink pada semester I 2026 memperkuat gambaran bahwa aktivitas layanan juga berlangsung sampai level komunitas desa.

BRI menutup laporan tersebut dengan menegaskan pentingnya kolaborasi antar-kanal agar layanan keuangan dapat berjalan efektif. Dengan demikian, perusahaan berupaya menjaga kesinambungan akses layanan, baik melalui platform digital maupun jaringan fisik yang tersebar.

Penguatan BRImo yang terus bertumbuh hingga Juni 2026 juga menunjukkan adopsi layanan digital yang makin luas di kalangan masyarakat. BRI menyoroti bahwa aktivitas pengguna tidak hanya berhenti pada penggunaan aplikasi, melainkan berlanjut pada transaksi finansial yang tercatat dalam periode yang sama.

Di saat yang bersamaan, BRI menggambarkan bahwa ekosistem fisik ikut menopang jalannya layanan melalui BRILink. Dengan keberadaan lebih dari 7.000 jaringan kantor, perusahaan menempatkan kanal layanan di berbagai wilayah, sementara Agen BRILink hadir hingga lebih dari 60.753 desa melalui total sekitar 1,13 juta agen.

Pada semester I 2026, jaringan Agen BRILink mencatat lebih dari 501 juta transaksi dengan volume transaksi mencapai Rp 841 triliun. BRI memandang capaian tersebut sebagai sinyal bahwa agen berperan tidak hanya sebagai media transaksi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal sekaligus membuka peluang pendapatan bagi warga di wilayah masing-masing.

Untuk melengkapi rangkaian akses, BRI juga menyebut dukungan infrastruktur transaksi di lapangan, seperti sekitar 19.000 ATM dan CRM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dengan kombinasi layanan digital BRImo, infrastruktur jaringan fisik, serta kanal berbasis agen dan fasilitas transaksi, perusahaan menekankan pentingnya keterpaduan antar-kanal agar layanan dapat menjangkau kebutuhan pengguna secara lebih menyeluruh.