Peristiwa

South East Water: pasokan air kembali untuk sekitar 7.400 properti di Kent

×

South East Water: pasokan air kembali untuk sekitar 7.400 properti di Kent

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: South East Water says supplies restored to about 7,400 Kent properties

jurnalistik.co.id – South East Water (SEW) menyatakan gangguan pasokan air minum di Kent yang sebelumnya membuat warga mengalami tanpa air atau tekanan rendah kini mulai pulih.

Perusahaan menyebut layanan sudah kembali untuk sekitar 7.400 properti di wilayah tersebut.

Meski demikian, SEW juga mengingatkan masih ada lokasi yang belum sepenuhnya normal, sehingga sebagian rumah tangga tetap harus bersiap menghadapi distribusi yang belum stabil.

Menurut SEW, lebih dari 8.000 pelanggan terkena dampak pemadaman pasokan terbaru. Perusahaan menjelaskan gangguan itu berkaitan dengan cuaca panas yang berlangsung lama, lonjakan kebutuhan, kejadian pipa yang pecah, serta masalah pada pasokan listrik.

Mike Court, manajer insiden SEW, mengatakan pemulihan pasokan sudah dilakukan untuk rumah-rumah di Herne Bay, Rough Common, dan Blean pada tahap sebelumnya.

Namun, Court menambahkan bahwa sekitar 400 properti di kawasan Benenden, Cranbrook, dan Rolvenden masih melaporkan tekanan air rendah atau tidak ada air sama sekali.

Court juga menyampaikan bahwa beberapa properti di Herne Bay berpotensi mengalami “intermittent supplies” di kemudian hari, meski pasokan telah mulai kembali.

SEW sebelumnya telah memberi tahu warga bahwa pemulihan mungkin memerlukan waktu hingga beberapa hari. Dalam laporan yang diterima, ada warga yang telah mengalami gangguan selama beberapa hari sebelum pasokan kembali pulih bertahap.

Di saat yang sama, perusahaan mengaktifkan kembali dukungan logistik untuk membantu kebutuhan harian warga. Sebuah pos air minum dalam botol dibuka kembali di Cranbrook, yang menjadi area paling parah terdampak, bersama Benenden.

Dalam keterangannya, Court menekankan kondisi sistem penyimpanan yang memasok wilayah terdampak. Ia mengatakan, “Water levels within our drinking water storage tank which supplies the area remains critically low. We’re therefore urging all customers to continue using water for essential uses only today.”

Kalimat tersebut memperjelas bahwa kendala bukan hanya pada distribusi lapangan, tetapi juga pada ketersediaan air di tangki penyimpanan yang menjadi sumber pasokan untuk area tersebut.

Dengan mempertimbangkan kondisi kritis itu, SEW meminta pelanggan tetap mengutamakan penggunaan air hanya untuk kebutuhan penting pada hari tersebut, sambil menunggu stabilisasi pasokan berjalan lebih merata.

Pada Senin, SEW juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang masih belum menerima air.

Mike Pickard, manajer dukungan insiden SEW, mengatakan timnya berada dalam kondisi kelelahan. Ia menyebut tim “exhausted and being pushed to limits” saat berupaya menangani situasi yang ia nilai “unacceptable”.

Pickard menyampaikan bahwa meski pihaknya memahami kesulitan yang dialami pelanggan, SEW tetap menyoroti adanya perlakuan yang tidak dapat diterima terhadap petugas dan kontraktor.

Perusahaan menyatakan bahwa mereka menyadari adanya insiden pelecehan atau kekerasan verbal yang ditujukan kepada staf serta kontraktor, dan hal itu tidak akan ditoleransi.

Dari sisi pemerintahan, Department for Environment, Food and Rural Affairs (Defra) merespons situasi tersebut dengan nada tegas. Defra menyatakan kondisinya “simply not good enough”.

Seorang juru bicara Defra menambahkan bahwa kepemimpinan baru perusahaan “must now deliver a step change in performance, where customers’ needs are prioritised”, yang artinya kebutuhan pelanggan harus diprioritaskan melalui perubahan kinerja yang nyata.

Dengan demikian, pemulihan pasokan di Kent dilaporkan berlangsung bertahap: sekitar 7.400 properti telah kembali menerima air, tetapi masih ada sekitar 400 properti di Benenden, Cranbrook, dan Rolvenden yang perlu menunggu hingga tekanan air sepenuhnya kembali.

Ke depan, SEW juga menekankan bahwa warga perlu memantau perkembangannya, terutama di area yang disebut berpotensi mengalami distribusi yang tidak konsisten, sambil tetap melakukan penghematan untuk penggunaan penting sesuai arahan perusahaan.