jurnalistik.co.id – Grup Djarum kembali memperluas jejak bisnisnya dengan masuk lebih dalam ke industri media digital lewat pengambilalihan perusahaan yang menaungi Narasi. Langkah ini dilakukan melalui PT Global Digital International (GDI), entitas investasi di bawah GDP Venture.
Pengambilalihan tersebut menyasar PT Narasi Citra Sahwahita yang mengelola platform Narasi. Berdasarkan dokumen korporasi yang dilaporkan DealStreetAsia, GDI kini menguasai 6.910 dari total 6.911 saham Narasi Citra Sahwahita, atau setara dengan sekitar 99,99% kepemilikan.
Dengan struktur kepemilikan itu, sisa satu saham dimiliki oleh PT Merah Cipta Media. Pembagian saham seperti ini menempatkan kendali perusahaan pada GDI sebagai pihak mayoritas.
Proses pengambilalihan telah melalui persetujuan dari seluruh pemegang saham. Selain itu, persetujuan dan pemberitahuan pencatatan transaksinya juga telah dilakukan kepada Menteri Hukum pada 2 September 2026.
Meski pengambilalihan sudah disetujui dan diberitahukan, nilai transaksi akuisisi tersebut belum diungkapkan kepada publik. Informasi yang beredar pada dokumen yang dirujuk hanya menegaskan aspek pengendalian saham dan status perizinan/pemberitahuan.
Masuknya Grup Djarum ke Narasi bukan kali pertama kelompok usaha keluarga Hartono berkiprah di bisnis media. GDP Venture sebelumnya sudah menjadi investor pada Narasi sejak awal berdirinya perusahaan, sehingga hubungan korporasi Grup Djarum dengan ekosistem Narasi telah terbentuk lebih awal.
Dalam konteks ini, GDI disebut juga sebagai kendaraan investasi yang digunakan Grup Djarum untuk pengembangan bisnis media digital lainnya. Salah satu contoh yang disebut adalah keterlibatan GDI di Kumparan, memperlihatkan bahwa entitas tersebut berperan sebagai alat ekspansi lintas portofolio digital.
Berita Terkait
Penguatan di Narasi sekaligus memperlihatkan pola diversifikasi yang semakin melebar dari industri-industri yang sebelumnya lebih dekat dengan Grup Djarum. Di sektor digital, kelompok usaha tersebut disebut memiliki eksposur melalui Blibli, Tiket.com, serta GDP Venture, yang berarti jejaringnya tidak hanya bertumpu pada satu lini pertumbuhan.
Selain digital, Grup Djarum juga memiliki langkah diversifikasi pada bidang ritel melalui PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC). Perusahaan tersebut dikenal sebagai pengelola jaringan Ranch Market, yang menegaskan bahwa strategi ekspansi tidak terbatas pada segmen teknologi atau platform digital.
Dengan demikian, pengambilalihan hampir seluruh saham Narasi oleh GDI memperkuat posisi Grup Djarum di bisnis media digital yang sedang berkembang. Kejelasan persetujuan pemegang saham dan pemberitahuan kepada Menteri Hukum pada 2 September 2026 menjadi penanda bahwa proses korporasinya telah bergerak pada tahapan formal.
Sementara itu, ketiadaan pengungkapan nilai transaksi membuat detail ekonomi akuisisi belum dapat dipetakan oleh publik. Meski demikian, struktur kepemilikan 99,99% memberi sinyal kuat tentang intensi pengendalian dan keberlanjutan peran Grup Djarum pada perusahaan yang menaungi Narasi.
Dengan komposisi kepemilikan yang sangat dominan, peran GDI di PT Narasi Citra Sahwahita tidak berhenti pada status pemegang saham, melainkan berpotensi menentukan arah strategi perusahaan yang menaungi platform Narasi. Sementara itu, keberadaan satu saham yang berada di PT Merah Cipta Media menempatkan posisinya sebagai pemegang minoritas, sehingga kendali operasional dan keputusan penting tetap berada pada pihak mayoritas.
Meski seluruh tahapan persetujuan pemegang saham telah dinyatakan terlaksana dan pencatatan/pemberitahuan transaksinya telah disampaikan kepada Menteri Hukum pada 2 September 2026, keterbukaan nilai transaksi belum dipublikasikan. Akibatnya, publik hanya dapat membaca proses formal dan struktur pengendaliannya, tanpa memperoleh gambaran ekonomi yang lebih lengkap terkait valuasi serta parameter kesepakatan akuisisi. Kondisi ini membuat analisis dampak terhadap posisi perusahaan induk di ekosistem media digital masih terbatas.
Penguatan di Narasi juga selaras dengan jejak keterlibatan yang sudah lebih dulu terbentuk. GDP Venture disebut telah menjadi investor pada Narasi sejak awal berdirinya perusahaan, lalu kini pengembangan tersebut berlanjut melalui GDI. Pola diversifikasi yang terlihat tidak hanya memusat pada satu lini, melainkan menyebar ke portofolio digital lain seperti Blibli dan Tiket.com, serta keterlibatan GDI di Kumparan, bahkan melebar ke sektor ritel lewat PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) yang mengelola jaringan Ranch Market.












