jurnalistik.co.id – Nvidia sedang menjalani pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi startup kecerdasan buatan, Hugging Face. Proses ini disebut berada di tahap yang membuat nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar US$14 miliar (setara Rp248 triliun).
Menurut sumber yang mengetahui perkembangan pembicaraan tersebut, kesepakatan antara Nvidia dan Hugging Face diperkirakan bernilai sekitar US$12,9 miliar. Nilai itu dilaporkan berpotensi menjadi kesepakatan yang dapat diwujudkan secepatnya, bahkan dalam waktu minggu ini.
Meski demikian, sumber yang sama menegaskan bahwa kesepakatan akhir belum tercapai. Karena itu, waktu maupun detail transaksi masih dapat berubah sebelum pihak-pihak terkait mengunci format finalnya.
Dalam rencana yang sedang dibahas, transaksi juga dikatakan dapat mencakup paket retensi untuk karyawan Hugging Face. Paket retensi tersebut disebut bernilai sekitar US$1 miliar, yang secara keseluruhan akan menjadi bagian dari pertimbangan nilai kesepakatan.
Rincian skema retensi ini menggambarkan bahwa pembicaraan bukan hanya berkutat pada harga perolehan, melainkan juga upaya menjaga kesinambungan tim setelah akuisisi. Dengan kata lain, bagian tertentu dari nilai kesepakatan diarahkan untuk memastikan para karyawan tetap berada di perusahaan dalam periode tertentu pasca-transaksi.
Masih dalam tahap akhir pembahasan
Walau prospek pencapaian kesepakatan disebut berada dalam jangka pendek, pihak-pihak yang terlibat masih menghadapi tahap penyempurnaan. Sumber menyebut bahwa keputusan final belum dilakukan, sehingga setiap perubahan pada jadwal atau komponen kesepakatan masih mungkin muncul.
Berita Terkait
Dalam konteks yang lebih luas, pembicaraan lanjutan tersebut menunjukkan adanya intensi untuk memperkuat posisi Nvidia melalui penguasaan kapabilitas dan ekosistem yang dimiliki Hugging Face. Namun, bentuk akhirnya tetap bergantung pada penyelesaian detail yang sedang dinegosiasikan.
Baik Nvidia maupun Hugging Face juga dilaporkan menolak memberikan komentar. Penolakan tanggapan tersebut membuat pasar hanya dapat merujuk pada informasi dari sumber yang mengetahui masalah ini, tanpa konfirmasi resmi terkait angka final, struktur transaksi, maupun jadwal penyelesaian.
Perkembangan ini menempatkan perhatian pada waktu tercapainya kesepakatan, yang disebut dapat berlangsung minggu ini. Namun, karena kesepakatan akhir belum ditetapkan, potensi penyesuaian tetap terbuka, termasuk perubahan pada nominal transaksi dan komponen retensi karyawan.
Dengan estimasi nilai sekitar US$14 miliar untuk keseluruhan transaksi dan angka US$12,9 miliar untuk kesepakatan utama, pasar akan menunggu apakah paket retensi US$1 miliar benar-benar menjadi bagian resmi dari struktur final. Sampai kesepakatan terkunci, detail seperti parameter retensi dan ketentuan pelaksanaannya tetap berada dalam ranah negosiasi.
Pada akhirnya, langkah yang sedang ditempuh Nvidia menandai upaya mempercepat agregasi aset strategis di bidang kecerdasan buatan melalui akuisisi. Meski demikian, karena Nvidia dan Hugging Face belum menyampaikan komentar, gambaran yang tersedia saat ini tetap berupa prediksi nilai transaksi dan kemungkinan waktu penyelesaian yang masih menunggu kepastian dari hasil runding.
Di dalam pembicaraan tersebut, paket retensi yang disebut bernilai sekitar US$1 miliar berfungsi sebagai bagian dari pertimbangan yang lebih luas. Ini menegaskan bahwa negosiasi tidak berhenti pada angka headline transaksi, melainkan juga menyasar kelangsungan tim. Pendekatan seperti ini biasanya berkaitan dengan bagaimana perusahaan memastikan pengetahuan dan pengalaman karyawan tetap tersedia setelah proses akuisisi berjalan.
Karena kedua pihak tidak memberikan komentar, informasi yang beredar tetap bertumpu pada keterangan dari pihak yang mengetahui perkembangan. Akibatnya, pasar cenderung menyandingkan perkiraan nilai—mulai dari total sekitar US$14 miliar hingga angka kesepakatan utama sekitar US$12,9 miliar—dengan kemungkinan waktu penyelesaian yang disebut dapat terjadi dalam minggu ini. Namun, hingga kesepakatan akhir benar-benar terkunci, perubahan pada jadwal maupun komponen transaksi termasuk skema retensi tetap dapat terjadi sesuai hasil penyempurnaan.












