Bisnis & Ekonomi

IHSG Diproyeksikan Tanjak Awal Pekan, TLKM, MBMA, dan FORE Jadi Perhatian Investor

×

IHSG Diproyeksikan Tanjak Awal Pekan, TLKM, MBMA, dan FORE Jadi Perhatian Investor

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Berpotensi Menguat Awal Pekan, Saham TLKM, MBMA, Hingga FORE Bisa Cuan

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (24/8/2026). Kecenderungan ini muncul setelah IHSG ditutup menguat pada Jumat (21/8/2026).

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG naik 0,37 persen ke level 6.525. Bagi investor, pergerakan awal pekan menjadi perhatian karena rentang pergerakan yang dipantau analis teknikal dinilai masih memberi ruang bagi kenaikan, meski dengan batas tertentu.

Analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG bergerak dengan level support 6.482 dan resistance 6.628. Herditya menilai arah pergerakan masih condong ke penguatan, namun ruang geraknya tidak sepenuhnya terbuka lebar.

“Untuk Senin, posisi pergerakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 6.482 dan resistance 6.628,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (23/8/2026) malam.

Menurut Herditya, salah satu faktor yang ikut membentuk sentimen pasar pekan ini berasal dari Jackson Hole Symposium. Investor menanti forum tersebut sebagai sinyal terkait arah kebijakan moneter global, khususnya kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Jackson Hole Symposium merupakan acara tahunan yang disponsori Federal Reserve Bank of Kansas City. Forum ini mempertemukan gubernur bank sentral, ekonom, dan pembuat kebijakan untuk membahas sejumlah isu ekonomi, sehingga hasil pembicaraan maupun arah pandangannya biasanya dibaca sebagai petunjuk bagi pasar.

Selain faktor dari agenda kebijakan global, pergerakan IHSG juga dipengaruhi kondisi komoditas, terutama emas dan minyak mentah. Dalam pandangan Herditya, kedua komoditas tersebut masih berpeluang melanjutkan penguatan, yang pada akhirnya dapat memberi dukungan pada sentimen di bursa.

“Untuk sentimen, kami perkirakan akan dipengaruhi oleh pertama, investor menantikan Jackson Hole Symposium. Kedua, diperkirakan akan dipengaruhi oleh harga komoditas emas dan minyak mentah yang masih berpeluang menguat, ketiga rebalancing MSCI dan FTSE yang akan efektif di September 2026,” paparnya.

Faktor berikutnya yang turut dicermati investor adalah rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell. Perubahan komposisi serta bobot saham yang berlaku efektif pada September 2026 diproyeksikan dapat memengaruhi aliran dana, khususnya dari investor institusi dan investor asing.

Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar biasanya memperhatikan bagaimana penyesuaian bobot dapat mengubah permintaan terhadap saham-saham tertentu. Karena itu, investor cenderung mencari kandidat yang relatif lebih menarik untuk diperhatikan sejak awal pekan.

Herditya menyebut beberapa saham yang dapat dicermati investor ritel pada perdagangan Senin. Saham yang masuk daftar perhatian yakni PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Untuk FORE, Herditya memaparkan kisaran target harga berada di Rp 865 hingga Rp 915 per saham. Penetapan rentang tersebut menjadi referensi bagi investor yang ingin menilai potensi pergerakan saham dalam sesi yang sama.

Pada MBMA, Herditya menempatkan target harga di rentang Rp 605 hingga Rp 660 per saham. Sementara itu, TLKM diproyeksikan berada pada kisaran Rp 2.740 hingga Rp 2.840 per saham.

Di sisi lain, penguatan IHSG pada akhir pekan lalu juga dibaca sebagai sinyal perubahan arah. Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project William Hartanto menilai kenaikan yang terjadi sebelumnya mengonfirmasi terjadinya pembalikan arah atau reversal.

Penilaian reversal ini memperkuat ekspektasi bahwa pasar masih memiliki peluang untuk bergerak positif pada awal minggu, meski tetap berada dalam koridor yang ditentukan oleh level teknikal. Kombinasi antara sentimen global, pergerakan komoditas, dan dinamika rebalancing indeks menjadi penentu yang akan dicermati pelaku pasar dalam beberapa sesi ke depan.

Dengan support 6.482 dan resistance 6.628 yang dipantau sebagai acuan teknikal, investor diharapkan dapat menilai respons harga saat IHSG menguji area tersebut. Bila pasar mampu menembus resistance, sentimen penguatan bisa mendapatkan tambahan dorongan; namun apabila menolak, pasar berpotensi kembali menyesuaikan posisinya di area bawah.

Ke depan, Jackson Hole Symposium, pergerakan emas dan minyak mentah, serta keputusan rebalancing MSCI dan FTSE Russell menjadi tiga agenda utama yang berpotensi memengaruhi arah bursa. Karena itu, perhatian investor tidak hanya tertuju pada indeks, tetapi juga pada saham-saham yang disebut berpotensi menjadi fokus, seperti FORE, MBMA, dan TLKM.