Bisnis & Ekonomi

BUMI Siap Menguasai Loyal Metals di Australia, Skema Akuisisi Disetujui

×

BUMI Siap Menguasai Loyal Metals di Australia, Skema Akuisisi Disetujui

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: BUMI Bakal Kuasai Perusahaan Tambang Australia, Rencana Akuisisi Disetujui

jurnalistik.co.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang merupakan emiten dari Grup Bakrie dan Salim, melangkah ke tahap lanjutan dalam rencana pengambilalihan perusahaan tambang asal Australia, Loyal Metals Limited. Rencana akuisisi 100% saham Loyal Metals tersebut kini mendapat persetujuan.

Persetujuan itu muncul melalui skema pengaturan yang dikenal sebagai scheme of arrangement, dengan mekanisme yang melibatkan persetujuan pengadilan. Dengan skema tersebut, proses pengambilalihan masuk babak baru setelah pemegang saham Loyal Metals menyatakan dukungan lewat pemungutan suara.

Loyal Metals Limited dalam keterbukaan informasinya menyebut bahwa pemegang saham telah memberikan suara dan memenuhi kebutuhan mayoritas untuk mengesahkan skema. Langkah ini menjadi prasyarat penting sebelum transaksi dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Skema yang disepakati menempatkan BUMI, atau anak perusahaannya yang dimiliki sepenuhnya, sebagai pihak yang akan mengakuisisi 100% saham Loyal Metals yang telah diterbitkan. Setelah pengambilalihan terlaksana, pemegang saham Loyal Metals akan memperoleh pembayaran tunai.

Besaran kompensasi yang disebutkan adalah 0,45 dollar Australia (0,45 dollar AS) untuk setiap saham Loyal Metals. Loyal Metals juga menegaskan adanya ketentuan yang harus dipenuhi agar transaksi bisa berjalan sesuai rencana.

“Dengan ketentuan bahwa berbagai persyaratan yang sebelumnya diumumkan oleh perusahaan kepada ASX pada tanggal 27 April 2026 harus dipenuhi,” tulis Loyal Metals dalam pengumumannya Kamis (20/8/2026).

Dalam pemungutan suara, sebanyak 99,86% suara yang diberikan pemegang saham mendukung skema akuisisi. Sementara itu, jika dihitung berdasarkan jumlah pemegang saham yang hadir dan memberikan suara, baik secara langsung maupun melalui kuasa, penerima kuasa, atau perwakilan perusahaan, tingkat dukungannya mencapai 95,96%.

Persetujuan pemegang saham tersebut ikut mengunci tahapan yang sempat menjadi perhatian pasar. Sebelumnya, BUMI telah menyampaikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul permintaan penjelasan terkait pemberitaan rencana akuisisi perusahaan yang tercatat di Australian Securities Exchange (ASX) itu.

Direktur BUMI, RA Sri Dharmayanti, menjelaskan bahwa perseroan telah menandatangani scheme implementation deed (SID) dengan Loyal Metals Limited. Dokumen itu menjadi kerangka dasar bagi kedua pihak untuk memulai proses akuisisi.

Namun, saat memberikan klarifikasi kepada BEI pada awal Agustus 2026, Sri Dharmayanti menyatakan proses transaksi masih berada pada tahap pemenuhan berbagai persyaratan. Pada periode tersebut, perpindahan dana maupun saham belum terjadi.

“Sampai dengan saat ini, proses akuisisi masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham,” kata Sri dalam keterbukaan informasi.

Ia menambahkan bahwa penyelesaian transaksi masih bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan pendahuluan (conditions precedent). Salah satu syaratnya berkaitan dengan persetujuan pemegang saham Loyal Metals, serta pelaksanaan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku di Australia.

“Persyaratan umum lainnya adalah jika, selama persyaratan-persyaratan tersebut belum seluruhnya terpenuhi, maka transaksi akuisisi belum dapat dinyatakan selesai dan belum menimbulkan akibat hukum apapun atas perpindahan kepemilikan Loyal Metals Limited kepada perseroan,” lanjut dia.

Loyal Metals Limited sendiri merupakan perusahaan eksplorasi sumber daya yang berfokus pada mineral kritis, tembaga, dan emas. Perusahaan tersebut memiliki sejumlah proyek dan aset, termasuk Highway Reward Copper-Gold Mine di Queensland serta aset litium.

Dengan telah diperolehnya persetujuan pemegang saham Loyal Metals, BUMI kini memasuki tahapan berikutnya dalam proses pengambilalihan. Tahapan lanjutan ini dilakukan sebelum transaksi dapat diselesaikan sepenuhnya dan dinyatakan tuntas berdasarkan ketentuan serta persyaratan yang berlaku.

Secara garis besar, pengesahan skema melalui voting pemegang saham menjadi penanda penting bahwa rencana akuisisi bergerak maju. Meski demikian, penyelesaian akhir tetap menunggu seluruh conditions precedent terpenuhi sebagaimana diuraikan dalam keterbukaan informasi perseroan.