Bisnis & Ekonomi

IHSG Tembus 6.449,83 di Penutupan Selasa, Menanti Keputusan BI Rate Rabu 19/8/2026

×

IHSG Tembus 6.449,83 di Penutupan Selasa, Menanti Keputusan BI Rate Rabu 19/8/2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Menguat ke 6.449 Jelang Pengumuman BI Rate

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat pada perdagangan Selasa (18/8/2026), menjelang pengumuman keputusan suku bunga Bank Indonesia pada Rabu (19/8/2026).

IHSG berakhir naik 47,94 poin atau 0,75 persen ke level 6.449,83. Pergerakan tersebut membuat pasar menambah posisi menjelang rilis kebijakan yang dinanti pelaku domestik.

Di saat yang sama, indeks saham unggulan LQ45 justru melemah. LQ45 turun 1,25 poin atau 0,20 persen menjadi 631,03.

Fokus pasar pada keputusan BI Rate

Penguatan IHSG, menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, salah satunya berkaitan dengan ekspektasi pasar bahwa BI akan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Dengan skenario itu, pelaku pasar memandang arah kebijakan moneter relatif stabil untuk jangka pendek.

Ratna menambahkan bahwa inflasi masih berada dalam sasaran BI. Selain itu, upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah juga menjadi bagian dari pertimbangan pasar menjelang pengumuman RDG.

Pada perdagangan Selasa, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.862 per dolar AS pada sore hari. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang dicermati ketika pasar menilai dampak kebijakan suku bunga terhadap arus modal dan biaya pendanaan.

Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18–19 Agustus 2026. Hasil keputusan suku bunga dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 19/8/2026.

Sepanjang 2026, BI tercatat telah menaikkan BI-Rate total 100 basis poin. Kenaikan terjadi satu kali pada Mei sebesar 50 bps, serta dua kali pada Juni masing-masing 25 bps.

Pada RDG Juli 2026, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Kondisi ini ikut membentuk ekspektasi pasar bahwa tingkat suku bunga akan tetap berada pada level yang sama dalam keputusan berikutnya.

Sentimen eksternal dan dinamika rupiah

Selain menunggu keputusan BI Rate, pelaku pasar juga mengamati perkembangan nilai tukar rupiah di level Rp17.862 per dolar AS. Perubahan pada mata uang berpengaruh pada sentimen investor, terutama yang memperhitungkan risiko terhadap nilai aset.

Dari sisi eksternal, suasana pasar masih dipengaruhi ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran. Memudarnya harapan terhadap penyelesaian konflik dalam waktu dekat turut memperbesar kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan yang berlangsung lebih lama.

Kombinasi faktor domestik dan global tersebut tercermin pada pola perdagangan IHSG. Pada awal sesi, indeks dibuka menguat dan tetap berada di zona hijau hingga berakhirnya sesi pertama.

Memasuki sesi kedua, IHSG kembali bergerak pada teritori positif hingga perdagangan ditutup. Perkembangan ini menunjukkan pasar tidak sepenuhnya menunggu, tetapi mulai membangun posisi lebih aktif selama dua sesi berjalan.

Sepuluh sektor menguat, keuangan satu-satunya melemah

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor bergerak menguat. Sektor energi menjadi penopang utama dengan kenaikan 2,24 persen.

Di bawahnya, sektor infrastruktur naik 1,65 persen. Sementara itu, sektor transportasi dan logistik menguat 1,42 persen, menunjukkan minat yang juga merata pada segmen yang sensitif terhadap aktivitas ekonomi.

Berbeda dengan mayoritas sektor, sektor keuangan tercatat sebagai satu-satunya yang melemah. Sektor ini turun 0,29 persen, menandakan respons yang lebih hati-hati dari pelaku pasar pada kinerja industri terkait.

Dari daftar saham dengan kenaikan terbesar, beberapa emiten mencatat pergerakan signifikan, yakni KIJA, PADA, JARR, INET, dan ASLI. Pada sisi lain, saham yang mengalami penurunan terdalam antara lain TCPI, BAIK, STAR, GRPM, dan FUTR.

Aktivitas perdagangan dan komposisi pergerakan saham

Aktivitas bursa juga terlihat ramai. Frekuensi perdagangan saham tercatat sekitar 2,16 juta kali transaksi, dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 32,07 miliar lembar.

Nilai transaksi pada perdagangan Selasa tercatat sebesar Rp14,80 triliun. Dari total saham yang bergerak, sebanyak 419 saham menguat, 248 saham melemah, dan 296 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Pergerakan bursa Asia sebagai cermin sentimen

Di kawasan Asia, pergerakan beberapa indeks utama turut menjadi latar sentimen pasar. Indeks Nikkei Jepang turun 2,45 persen ke level 67.521,00, sementara Shanghai Composite menguat 0,19 persen menjadi 3.990,18.

Hang Seng Hong Kong tercatat naik tipis 0,07 persen ke 25.471,85. Adapun Kospi Korea Selatan melemah 1,55 persen ke 6.869,97, dan Straits Times Singapura turun 1,16 persen ke 5.701,79.

Dengan berbagai indikator tersebut, IHSG menutup perdagangan Selasa dalam kondisi menguat, seiring pasar menyiapkan posisi menghadapi pengumuman keputusan BI Rate pada Rabu (19/8/2026). Langkah berikutnya akan ditentukan oleh respons pasar terhadap arah kebijakan suku bunga dan respons terhadap kondisi nilai tukar rupiah.