jurnalistik.co.id – Bursa saham Asia ditutup dengan kecenderungan menguat pada akhir perdagangan Jumat (21/8/2026). Pergerakan positif tersebut turut mengangkat sentimen di pasar modal domestik.
Pada hari yang sama, investor mencermati dorongan sentimen dari optimisme terhadap rencana buyback US Treasuries bertenor panjang oleh Kementerian Keuangan Amerika Serikat. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu katalis yang menopang pergerakan harga saham di kawasan.
Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penutupan pada level 6.525,69. Angka itu menunjukkan IHSG menguat 0,37% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang yang relatif rapat. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.551,95, sementara level terendah tercatat di 6.507,4.
Aktivitas transaksi pada hari ini juga tergolong aktif. Volume perdagangan mencapai 59,12 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp17,47 triliun.
Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,25 juta kali. Kombinasi volume dan nilai tersebut mencerminkan keterlibatan pelaku pasar yang cukup tinggi saat harga bergerak menguat.
Kontributor penguatan: sektor lebih dominan naik
Penguatan IHSG hari ini didukung oleh beberapa sektor yang mencatat kenaikan, dengan kategori saham barang baku menjadi yang paling menonjol. Sektor terkait menguat hingga 0,62%.
Selanjutnya, saham infrastruktur turut memperkuat pergerakan dengan kenaikan 0,46%. Di bawahnya, saham keuangan juga menguat 0,32% pada penutupan.
Sementara itu, saham konsumen primer mencatat kenaikan yang lebih terbatas, yakni 0,22%. Dengan demikian, mayoritas penggerak berasal dari segmen yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi pada sesi berjalan.
Berita Terkait
Top gainers pada perdagangan Jumat
Beberapa saham menonjol sebagai pendorong kenaikan di papan atas (top gainers). PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) mencatat lonjakan 34,6% pada hari perdagangan ini.
Di posisi berikutnya, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 23,8%. Kenaikan serupa turut membentuk sentimen harian bagi pelaku pasar yang mengikuti pergerakan saham-saham berkapitalisasi tertentu.
PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) tampil lebih tinggi lagi dengan kenaikan 17% pada penutupan. Pergerakan para emiten tersebut memperlihatkan adanya preferensi beli pada sebagian saham di tengah penguatan indeks.
Secara keseluruhan, penutupan IHSG yang naik tipis sejalan dengan penguatan bursa Asia. Sentimen yang datang dari optimisme buyback US Treasuries bertenor panjang menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi arah pasar pada Jumat (21/8/2026).
Penguatan yang terjadi di bursa Asia pada akhir perdagangan Jumat turut terlihat pada respons pelaku pasar di dalam negeri. Kenaikan tersebut tidak hanya tercermin pada level penutupan, tetapi juga membentuk pola pergerakan yang relatif terjaga sejak awal hingga akhir sesi. Dengan begitu, arah perdagangan pada hari ini cenderung mengikuti sentimen global yang lebih positif.
Dalam dinamika harian, IHSG bergerak di kisaran yang tidak terlalu melebar, yakni sempat berada pada puncak 6.551,95 dan turun ke level terendah 6.507,4 sebelum kembali ditutup pada 6.525,69. Kombinasi pergerakan yang rapat dengan aktivitas transaksi yang tinggi mengindikasikan bahwa minat beli datang dari berbagai pelaku pasar, bukan sekadar dorongan sesaat di momen tertentu.
Dari sisi sektor, kontribusi kenaikan tampak datang dari urutan yang beragam. Saham barang baku menjadi salah satu yang paling menonjol dengan kenaikan hingga 0,62%, disusul infrastruktur yang naik 0,46%. Sementara itu, saham keuangan menguat 0,32% dan saham konsumen primer hanya naik 0,22%, sehingga terlihat adanya perbedaan kekuatan antarsegmen dalam menopang indeks pada perdagangan tersebut.
Di papan atas, beberapa emiten ikut memperkuat warna penguatan. PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) mencatat kenaikan 34,6%, diikuti PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) yang naik 23,8%. PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) juga mencatat kenaikan 17%, yang pada praktiknya ikut memberi sinyal preferensi beli pada kelompok saham tertentu ketika indeks bergerak menguat.
Secara keseluruhan, penutupan IHSG yang menguat 0,37% sejalan dengan kecenderungan positif bursa Asia. Optimisme yang muncul dari rencana buyback US Treasuries bertenor panjang oleh Kementerian Keuangan Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga sentimen pasar tetap kondusif pada Jumat (21/8/2026). Dengan latar tersebut, pasar menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan pergerakan ke arah yang lebih baik, meski kenaikannya masih tergolong moderat.












