Bisnis & Ekonomi

Investor Asing Borong Saham RI Rp 648 Miliar, AMMN Jadi yang Terbanyak Dibeli

×

Investor Asing Borong Saham RI Rp 648 Miliar, AMMN Jadi yang Terbanyak Dibeli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Asing Borong Saham Indonesia Rp 648 Miliar, AMMN Paling Banyak Dibeli

jurnalistik.co.id – Investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) di pasar saham Indonesia pada perdagangan sesi I, Kamis (20/8/2026), senilai Rp 648,22 miliar. Pada periode tersebut, nilai pembelian mencapai Rp 2,52 triliun dan penjualan tercatat Rp 1,88 triliun.

Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,47% pada sesi perdagangan tersebut. Pergerakan indeks berjalan seiring dengan dominasi nilai beli dibanding nilai jual dari pelaku asing.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi saham dengan net buy asing terbesar pada sesi I. Investor asing mencatat net buy AMMN sebesar Rp 333,40 miliar, dengan volume transaksi 75,56 juta saham.

Setelah AMMN, posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Net buy asing pada saham BBRI mencapai Rp 186,23 miliar dengan volume 59,61 juta saham.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga masuk dalam jajaran utama. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 114,91 miliar dengan volume 36,60 juta saham pada sesi I.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi incaran berikutnya dengan net buy asing Rp 105,51 miliar. Volume transaksi BRMS pada sesi I tercatat 155,84 juta saham, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan net buy asing Rp 66,84 miliar dengan volume 357,20 juta saham.

Selain itu, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatat net buy asing Rp 55,11 miliar dengan volume 90,98 juta saham. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turut dibeli bersih oleh investor asing sebesar Rp 38,38 miliar dengan volume 84,16 juta saham.

Di bagian berikutnya, investor asing juga mencatat net buy pada sejumlah saham lain. Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) memperoleh net buy Rp 18,14 miliar dengan volume 19,08 juta saham, sedangkan Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) mencatat net buy Rp 16,44 miliar dengan volume 20,01 juta saham.

Masih dalam kelompok 20 besar net buy asing pada sesi I, tercatat PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sebesar Rp 15,66 miliar; PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 14,06 miliar; PT Voksel Electric Tbk (VOKS) Rp 16,60 miliar; dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) Rp 10,90 miliar. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga mencatat net buy asing Rp 10,49 miliar pada sesi tersebut.

Selanjutnya, transaksi net buy asing juga terlihat pada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 25,39 miliar; PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) Rp 20,80 miliar; PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 9,15 miliar; serta PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 8,61 miliar. Secara keseluruhan, selisih pembelian dan penjualan memperlihatkan nilai beli asing yang lebih besar selama sesi I berlangsung.

Secara agregat, aktivitas beli bersih investor asing pada sesi I mencatat angka yang cukup menonjol karena nilai pembelian jauh melampaui nilai penjualan. Selisih tersebut menjadi indikator bahwa arus dana asing cenderung masuk, bukan sekadar melakukan rotasi transaksi jangka pendek. Kondisi itu turut memberi dorongan pada pergerakan pasar yang tercermin dari penguatan IHSG sebesar 1,47%.

Di antara emiten yang disasar, AMMN menonjol sebagai kontributor net buy terbesar dengan Rp 333,40 miliar dari volume 75,56 juta saham. Setelah itu, BBRI menyusul dengan net buy Rp 186,23 miliar (volume 59,61 juta), disusul ANTM yang mencatat Rp 114,91 miliar (volume 36,60 juta). Pola penempatan dana juga terlihat pada BRMS dengan net buy Rp 105,51 miliar (volume 155,84 juta), yang bergerak seiring minat asing pada BUMI dengan net buy Rp 66,84 miliar (volume 357,20 juta).

Sisa daftar net buy asing pada sesi I juga menunjukkan sebaran di berbagai saham. PSAB mencatat net buy Rp 55,11 miliar (volume 90,98 juta), sementara DEWA sebesar Rp 38,38 miliar (volume 84,16 juta). Pada kelompok berikutnya, NCKL meraih net buy Rp 18,14 miliar (volume 19,08 juta) dan CMNP Rp 16,44 miliar (volume 20,01 juta). Masih dalam rentang tersebut, HRTA Rp 15,66 miliar, BIPI Rp 14,06 miliar, VOKS Rp 16,60 miliar, DMAS Rp 10,90 miliar, serta KLBF Rp 10,49 miliar. Di bagian akhir, TPIA Rp 25,39 miliar, DKFT Rp 20,80 miliar, CUAN Rp 9,15 miliar, dan ARCI Rp 8,61 miliar ikut memperkuat gambaran bahwa beli bersih asing terjadi di banyak saham selama sesi berlangsung.