Bisnis & Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp 17.710 per Dolar AS, IHSG Naik 0,40%

×

Rupiah Menguat ke Rp 17.710 per Dolar AS, IHSG Naik 0,40%

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rupiah Menguat ke Rp 17.710 Per Dollar AS, IHSG Naik 0,40 Persen

jurnalistik.co.id – Rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (21/8/2026). Di pasar spot, mata uang Indonesia berada di kisaran Rp 17.710 per dolar AS.

Penguatan itu tercermin dari data Bloomberg pada pukul 09.20 WIB, saat rupiah naik 0,21% dibanding penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang berada pada area Rp 17.748 per dolar AS. Pergerakan ini sejalan dengan kecenderungan menguatnya beberapa mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS.

Pergerakan kurs dan arah mata uang Asia

Won Korea Selatan menjadi yang mencatat apresiasi paling tinggi pada pagi itu, menguat 0,96% terhadap dolar AS. Setelah itu, dolar Taiwan naik 0,23%, sementara baht Thailand menguat 0,15% dan dolar Singapura bertambah 0,12%.

Di sisi lain, yen Jepang serta yuan China bergerak relatif lebih tipis, masing-masing terapresiasi 0,02%. Dolar Hong Kong juga menguat tipis, yakni 0,001% terhadap dolar AS.

Meskipun demikian, tidak semua mata uang Asia bergerak searah. Ringgit Malaysia melemah 0,02% terhadap dolar AS, sedangkan peso Filipina turun 0,08%.

Sentimen pasar valuta juga dipantau melalui indeks dollar AS (DXY) yang mencerminkan pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Pada posisi 98,76, DXY tercatat turun dibanding perdagangan sebelumnya yang berada di level 98,89.

Pasar saham: IHSG menguat 0,40%

Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut bergerak naik pada perdagangan Jumat pagi. Pada pukul 09.46, IHSG berada di area 6.527,767 atau naik 26,182 poin setara 0,40% dibanding posisi sebelumnya.

IHSG dibuka pada angka 6.524,075. Sepanjang sesi berjalan hingga waktu pelaporan, indeks bergerak di rentang 6.507,434 sampai 6.543,998.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan adanya arus transaksi yang cukup aktif. Volume transaksi mencapai 11,132 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 4,289 triliun, disertai frekuensi sebanyak 654.475 kali.

Komposisi pergerakan saham memperlihatkan mayoritas menguat. Sebanyak 299 saham naik, 234 saham melemah, dan 199 saham lainnya tidak mengalami perubahan alias stagnan.

Secara keseluruhan, kombinasi penguatan rupiah di pasar spot serta kenaikan IHSG pada pagi ini menandai kecenderungan yang positif pada sentimen awal perdagangan. Perkembangan berikutnya akan tetap mengikuti dinamika pergerakan mata uang kawasan dan indikator dolar AS di pasar global.

Rupiah yang menguat pada pembukaan perdagangan Jumat juga tercermin dari jarak perubahannya terhadap penutupan sebelumnya. Dengan posisi yang naik dari area Rp 17.748 menjadi sekitar Rp 17.710 per dolar AS, perubahan ini terlihat sebagai koreksi ke arah yang lebih menguntungkan mata uang domestik.

Pergerakan DXY yang turun dari 98,89 ke 98,76 memberi sinyal bahwa tekanan pada dolar AS tidak sedominan sebelumnya. Dalam konteks itu, investor cenderung memberi ruang bagi mata uang Asia untuk merespons, meski intensitasnya berbeda-beda pada tiap negara.

Di kawasan Asia, Won Korea Selatan menjadi sorotan karena kenaikannya paling menonjol sebesar 0,96% terhadap dolar AS. Kinerja positif berikutnya datang dari dolar Taiwan yang naik 0,23%, baht Thailand yang bertambah 0,15%, serta dolar Singapura yang menguat 0,12%, sehingga beberapa pasar menunjukkan respons yang searah.

Namun, dinamika tidak sepenuhnya homogen. Yen Jepang dan yuan China hanya bergerak tipis masing-masing sebesar 0,02%, sementara dolar Hong Kong menguat sangat kecil di 0,001%. Variasi angka tersebut mengisyaratkan perbedaan sensitivitas pergerakan harga di tiap valuta dibanding perubahan terhadap dolar AS.

Meski begitu, ada juga mata uang yang justru melemah, seperti ringgit Malaysia yang turun 0,02% dan peso Filipina yang turun 0,08%. Kombinasi kenaikan dan pelemahan di beberapa negara turut menjelaskan mengapa arah rata-rata kawasan bisa terlihat berimbang, bukan selalu satu tren.

Di pasar saham, penguatan IHSG turut berlanjut pada sesi awal. Indeks dibuka di 6.524,075 dan bergerak dalam rentang 6.507,434 hingga 6.543,998, sebelum tercatat berada pada area 6.527,767 atau naik 26,182 poin setara 0,40% pada pukul 09.46 WIB.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan aliran yang cukup ramai: volume mencapai 11,132 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 4,289 triliun serta frekuensi 654.475 kali. Dari sisi komposisi, 299 saham naik, 234 melemah, dan 199 stagnan, sehingga mayoritas pergerakan harga tetap mendukung sentimen positif pada awal perdagangan.