Bisnis & Ekonomi

IHSG Jumat 30 Oktober Turun 0,8% ke 5.057, Ditahan Kenaikan ASII dan BBNI

×

IHSG Jumat 30 Oktober Turun 0,8% ke 5.057, Ditahan Kenaikan ASII dan BBNI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pelemahan IHSG Menyusut Tersisa 0,8%, Berkat Saham ASII - Market

jurnalistik.co.id – Pada penutupan perdagangan Jumat (30/10/2026), indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 41 poin atau 0,8% ke level 5.057. Pergerakan indeks juga sempat menunjukkan pelemahan lebih dalam di awal perdagangan, sebelum akhirnya ditutup dengan penurunan yang lebih terukur.

Di sesi pagi, IHSG sempat turun hingga lebih dari 2%. Setelah itu, tekanan berangsur mereda sehingga indeks tidak berakhir pada posisi terendah hariannya.

Sepanjang hari, IHSG bergerak dalam rentang lebar. Titik terendah sepanjang perdagangan sempat menyentuh level 4.979, sementara level tertingginya berada di 5.116.

Dari sisi aktivitas perdagangan, pasar mencatat perputaran saham yang cukup padat. Volume perdagangan mencapai 37,62 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp11,65 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,18 juta kali transaksi. Angka tersebut menggambarkan adanya keterlibatan pelaku pasar yang aktif selama sesi berjalan.

Komposisi pergerakan saham juga menunjukkan kecenderungan mayoritas berada di wilayah melemah. Sebanyak 523 saham mengalami penurunan, sedangkan 187 saham menguat dan 81 saham lainnya stagnan.

Pada kelompok saham berkapitalisasi besar (big caps), pergerakan ASII dan BBNI menjadi sorotan karena berkontribusi pada meredanya pelemahan indeks. Saham PT Astra International Tbk (ASII) naik 2,35% ke level Rp4.800 per saham pada penutupan Jumat.

Secara paralel, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga menguat cukup kencang. BBNI naik 2,47% dan ditutup di harga Rp3.320 per saham.

Kenaikan pada ASII dan BBNI tersebut turut menahan laju IHSG agar tidak semakin jatuh. Dengan demikian, pelemahan indeks pada akhirnya hanya berakhir di 0,8% dibandingkan kondisi tekanan yang sempat lebih berat pada perdagangan pagi.

Perbedaan antara pelemahan awal yang sempat berada di atas 2% dan penutupan di level 0,8% juga tercermin dari rentang pergerakan yang terbentuk selama hari tersebut. IHSG bergerak dari area bawah ke kisaran yang lebih tinggi sebelum akhirnya kembali ditutup di bawah posisi awal.

Secara keseluruhan, penutupan Jumat memperlihatkan dinamika pasar yang tetap aktif meskipun mayoritas saham melemah. Dengan volume dan nilai transaksi yang tinggi, perimbangan antara saham yang terkoreksi dan yang menguat—terutama di saham-saham besar—membuat pergerakan indeks lebih “tertahan”.

Pada akhirnya, IHSG ditutup di 5.057 dengan penurunan 41 poin. Aktivitas transaksi yang besar, disertai komposisi 523 saham melemah, 187 saham menguat, dan 81 saham stagnan, menegaskan bahwa sentimen masih memihak kehati-hatian, namun tidak sepenuhnya menyeret indeks ke pelemahan yang lebih dalam.

Meski IHSG akhirnya ditutup melemah 0,8%, perubahan arah yang terjadi selama sesi menunjukkan bahwa sentimen tidak bergerak dalam satu garis. Setelah tekanan pada pagi hari memuncak, pasar kemudian merespons dengan meredakan laju penurunan hingga indeks tidak kembali ke posisi terendah yang sempat dibukukan.

Lebarnya rentang pergerakan menjadi salah satu indikator bahwa perdagangan berjalan di bawah dinamika tarik-menarik antara saham yang terkoreksi dan saham yang memberi penopang. Dengan IHSG yang sempat berada di area rendah di kisaran 4.979 sebelum berbalik menuju 5.116, perputaran harga terlihat tetap menemukan keseimbangan di tengah dominasi saham melemah.

Dominasi jumlah saham yang turun—523 saham dibanding 187 saham yang menguat dan 81 yang stagnan—memberi gambaran bahwa keberanian pelaku pasar masih lebih condong pada sikap selektif. Namun, aktivitas yang tetap ramai, tercermin dari volume 37,62 miliar saham serta nilai transaksi Rp11,65 triliun, memperlihatkan bahwa proses penyesuaian posisi berlangsung aktif hingga akhir sesi.

Di antara saham berkapitalisasi besar, penguatan ASII dan BBNI menjadi faktor yang membantu memperkecil pelemahan indeks dari kondisi pagi. Kenaikan ASII sebesar 2,35% ke Rp4.800 dan BBNI sebesar 2,47% ke Rp3.320 ikut menahan pergerakan agar penurunan tidak melebar, sehingga penutupan Jumat berada pada level 5.057 atau turun 41 poin.