Bisnis & Ekonomi

Rp 18.650 Disentuh di Tengah Rumor Akuisisi Haji Isam, Saham BYAN Koreksi 400 Poin

×

Rp 18.650 Disentuh di Tengah Rumor Akuisisi Haji Isam, Saham BYAN Koreksi 400 Poin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sempat Tembus Rp 18.650 di Tengah Rumor Haji Isam, Saham BYAN Anjlok 400 Poin

jurnalistik.co.id – Pergerakan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menunjukkan koreksi tajam pada sesi awal perdagangan Rabu (19/8/2026) setelah sempat meroket di tengah rumor rencana akuisisi yang mengaitkan nama Haji Isam.

Pada pukul 10.13 WIB, saham emiten batu bara tersebut turun 2,32 persen atau setara 400 poin ke level Rp 16.875. Meski sudah berada dalam area penurunan, volatilitas harian BYAN terlihat dari rentang pergerakan yang jauh dalam waktu singkat.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BYAN dibuka pada level Rp 14.700. Harga kemudian bergerak naik dan sempat menyentuh level tertinggi di Rp 18.650 sebelum akhirnya berbalik melemah hingga berada di kisaran Rp 16.875 pada periode yang sama.

Di sisi bawah, level terendah saham ini tercatat Rp 14.700. Sepanjang perdagangan pada awal sesi tersebut, aktivitas BYAN terpantau mencapai 34.840 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 56,62 miliar, dengan rata-rata harga transaksi berada pada level Rp 16.249.

Manajemen menepis isu pengambilalihan

Lonjakan harga BYAN sebelumnya terjadi pada perdagangan Selasa (18/8/2026), ketika saham ini ditutup menguat 19,96 persen. Penguatan tersebut muncul seiring mencuatnya rumor rencana akuisisi 62,3 persen saham perseroan oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Namun, manajemen BYAN telah merespons isu yang beredar. Corporate Secretary Bayan Resources, Jenny Quantero, menyampaikan bahwa perusahaan belum mengetahui rencana akuisisi atau pengambilalihan saham seperti yang ramai diberitakan, termasuk isu keterkaitan dengan perusahaan yang terafiliasi dengan Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).

“Saat ini perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut,” tulis Jenny Quantero lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa.

Di tengah bantahan tersebut, perhatian pasar beralih pada respons pihak pemegang saham pengendali. Dalam informasi yang sama, disebutkan bahwa pemegang saham pengendali mempertimbangkan berbagai opsi untuk memaksimalkan investasinya perusahaan.

Perubahan sentimen juga terlihat pada pergerakan indeks pada Selasa (18/8/2026). IHSG ditutup naik 0,75 persen ke posisi 6.450, salah satunya ditopang oleh lonjakan sejumlah saham yang dikaitkan dengan Grup Haji Isam, yaitu PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang menguat 24,72 persen dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang naik 19,93 persen.

Dengan koreksi pada Rabu pagi, BYAN kembali memperlihatkan bahwa harga saham masih sensitif terhadap dinamika informasi di pasar. Perpaduan antara lonjakan sebelumnya dan penyesuaian setelah bantahan manajemen membuat pergerakan harian emiten ini berlangsung cepat, dengan rentang dari pembukaan Rp 14.700 hingga sempat mencapai Rp 18.650 sebelum kembali melemah.

Bagi pemegang saham, kondisi seperti ini biasanya memunculkan dorongan untuk menilai ulang posisi dan strategi investasi seiring perkembangan kabar terkait. Pada akhirnya, keputusan dan langkah perusahaan maupun pemegang saham pengendali akan menjadi penentu arah pergerakan BYAN setelah rumor tersebut mendapatkan respons resmi.

Pergerakan yang bergerak dari pembukaan Rp 14.700 menuju level puncak Rp 18.650, lalu berbalik turun hingga kisaran Rp 16.875 pada waktu yang sama, menunjukkan bahwa arus transaksi tidak hanya didorong satu arah. Dominasi penyesuaian harga mengindikasikan adanya perpindahan preferensi pelaku pasar setelah informasi yang memicu kenaikan mulai mendapatkan bantahan.

Klarifikasi yang disampaikan manajemen melalui keterbukaan informasi BEI juga berfungsi sebagai sinyal formal yang biasanya ditunggu pelaku pasar sebelum menentukan langkah berikutnya. Respons pemegang saham pengendali yang mempertimbangkan berbagai opsi ikut menjadi fokus, karena pada praktiknya keputusan terkait strategi investasi akan memengaruhi arah sentimen dan level harga saham BYAN dalam perdagangan lanjutan.