Bisnis & Ekonomi

SMGR dan GIAA Menguat Bareng setelah Uraian Prabowo di Sidang MPR 14/8/2026

×

SMGR dan GIAA Menguat Bareng setelah Uraian Prabowo di Sidang MPR 14/8/2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Saham SMGR dan GIAA Kompak Melonjak Usai Disinggung Prabowo

jurnalistik.co.id – Saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kompak menguat pada penutupan perdagangan Jumat (14/8/2026). Penguatan keduanya datang setelah kinerja dan prospek pemulihan disebut dalam Sidang Tahunan MPR RI, serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di pasar, SMGR ditutup pada level Rp 1.580 per saham atau naik 4,64 persen (70 poin) dibandingkan harga sebelumnya Rp 1.510. Sepanjang sesi, pergerakan saham ini berada pada rentang Rp 1.495 hingga Rp 1.610 per saham.

Aktivitas transaksi SMGR tercatat cukup ramai dengan volume mencapai 225,09 ribu lot atau sekitar 22,51 juta saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 35,11 miliar, sementara harga rata-rata transaksi berada di area Rp 1.560 per saham.

Sementara itu, GIAA turut melanjutkan penguatan dan ditutup pada posisi Rp 76 per saham. Saham penerbangan pelat merah ini naik 5,56 persen atau 4 poin dari harga sebelumnya Rp 72.

Dalam perdagangan, GIAA sempat bergerak pada level tertinggi Rp 78 dan terendah Rp 68. Volume transaksi tercatat mencapai 12,49 juta lot atau sekitar 1,25 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 92,74 miliar. Harga rata-rata transaksi berada pada level Rp 74 per saham.

Prabowo Menyoroti Kenaikan Keuntungan Semen dan Harapan Garuda

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas lonjakan kinerja finansial Semen Indonesia. Ia menyebut bahwa “Sejumlah perusahaan pelat merah seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. sudah mencatat kenaikan keuntungan bersih 408,9 persen,” ucap Prabowo di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Selain menyinggung perbaikan pada sektor semen, Presiden juga menyoroti prospek pemulihan Garuda Indonesia. Prabowo memproyeksikan GIAA bakal menyusul emiten BUMN lain dengan mulai membukukan laba bersih pada awal 2027 seiring pembenahan operasional armada.

Menurut Prabowo, reaktivasi pesawat Garuda yang sebelumnya grounded menunjukkan hasil nyata. Hingga Juni 2026, sebanyak 20 pesawat berhasil diaktifkan kembali sehingga total armada yang beroperasi kini mencapai 140 unit.

Prabowo kemudian menggambarkan harapannya agar Garuda segera kembali meraih keuntungan. Ia mengatakan, “Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia [Garuda] sudah untung. Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung,” papar Presiden.

Komitmen Transparansi Laporan Keuangan BUMN

Di luar pembahasan pemulihan perusahaan, Prabowo menekankan komitmen pemerintah untuk memperbaiki kualitas laporan keuangan BUMN. Fokusnya adalah agar laporan lebih transparan dan tidak terdapat manipulasi angka.

Prabowo juga menyebut pembenahan yang dilakukan turut mendorong capaian keuntungan BUMN. Total keuntungan BUMN pada 2025 disebut mencapai Rp 326 triliun, atau tumbuh 75,3 persen dibandingkan perolehan pada 2024 yang sebesar Rp 186 triliun.

Dengan latar pidato tersebut, pasar merespons melalui pergerakan dua saham yang sama-sama mencatat penguatan pada penutupan perdagangan 14/8/2026. SMGR menutup sesi di Rp 1.580, sedangkan GIAA berakhir di Rp 76, keduanya bergerak mengikuti sentimen mengenai perbaikan kinerja dan prospek pemulihan BUMN yang disampaikan langsung Presiden.

Penguatan SMGR dan GIAA pada penutupan perdagangan Jumat (14/8/2026) tercermin sebagai respons atas narasi pemulihan BUMN yang disampaikan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026. Dalam konteks itu, sentimen pasar dipengaruhi penekanan bahwa perbaikan kinerja tidak hanya bersifat wacana, melainkan sudah menunjukkan tanda-tanda membaik.

Pidato Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti dua fokus utama: lonjakan keuntungan pada sektor terkait Semen serta harapan pemulihan Garuda melalui pembenahan operasional. Di sisi Semen, Prabowo menyebut kenaikan keuntungan bersih Semen Indonesia sebesar 408,9 persen. Sementara untuk Garuda, reaktivasi pesawat yang melibatkan 20 armada aktif hingga Juni 2026 membuat jumlah armada beroperasi menjadi 140 unit, dengan ekspektasi mulai membukukan laba bersih pada awal 2027. Pemerintah turut menegaskan komitmen transparansi laporan keuangan BUMN, dengan capaian keuntungan 2025 yang disebut mencapai Rp 326 triliun atau naik dibanding 2024 sebesar Rp 186 triliun.