jurnalistik.co.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merampungkan spin-off InfraCo tahap kedua menjadi PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Nilai transaksi yang disebut dalam keterbukaan informasi mencapai Rp49,9 triliun.
Langkah tahap kedua ini menjadi bagian dari strategi transformasi perseroan untuk memperkuat pengelolaan bisnis infrastruktur digital. Dalam siaran pers yang dikutip Minggu (9/8/2026), TLKM menyatakan transformasi tersebut diarahkan agar InfraNexia dapat berperan sebagai pengelola layanan infrastruktur digital.
Dari sisi penataan bisnis, penyelesaian tahap kedua spin-off InfraCo ditempatkan sebagai kelanjutan dari transformasi yang sedang dijalankan Telkom. Hal itu juga dinyatakan sebagai upaya untuk membuka ruang penciptaan nilai baru melalui perusahaan infrastruktur yang lebih terfokus.
Direktur Utama TLKM, Dian Siswarini, menilai penyelesaian tahap kedua spin-off tersebut sejalan dengan arah penguatan kapasitas layanan infrastruktur digital. Ia menyampaikan bahwa proses ini ditujukan untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru.
“Spin-off InfraCo tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung konektivitas digital nasional,” kata Dian lewat siaran pers, dikutip Minggu (9/8/2026).
Menurut Dian, penajaman pengelolaan infrastruktur digital diharapkan membuat perusahaan lebih mampu menangkap peluang pasar yang berkembang. Selain itu, orientasi penguatan tersebut disebut diarahkan agar kolaborasi yang dibangun dapat berjalan lebih luas.
Ia juga mengaitkan langkah itu dengan inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset BUMN. Dalam narasi yang disampaikan TLKM, konsolidasi aset tersebut dinilai selaras dengan upaya memperkuat struktur pengelolaan infrastruktur digital.
Berita Terkait
Dengan pengelolaan aset yang lebih terfokus, Telkom menargetkan pengelolaan infrastruktur digital menjadi lebih lincah dalam menangkap peluang pasar. Pada saat yang sama, perseroan menyebut langkah ini diharapkan memperluas kolaborasi yang dapat mendukung penciptaan nilai jangka panjang.
Penyelesaian spin-off tahap kedua juga dimaknai sebagai bagian dari pembenahan tata kelola bisnis infrastruktur digital. Transformasi yang dimaksud tetap berfokus pada peningkatan kapabilitas layanan, efisiensi bisnis, serta peluang kemitraan strategis.
Dengan demikian, TLKM memposisikan InfraNexia sebagai entitas yang akan menjalankan peran lebih sentral dalam layanan infrastruktur digital. Perseroan menyatakan tujuan akhirnya adalah terciptanya nilai yang lebih berkelanjutan melalui penguatan kapasitas dan pengoptimalan kinerja bisnis.
Sampai tahap kedua rampung, Telkom menegaskan bahwa proses tersebut merupakan tahapan penting dalam perjalanan transformasi TLKM 30. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengelolaan infrastruktur digital yang lebih tanggap terhadap kebutuhan konektivitas digital nasional.
Transformasi yang dijalankan Telkom lewat penyelesaian tahap kedua ini juga diarahkan untuk membuat organisasi pengelolaan infrastruktur digital lebih terkonsolidasi. Dengan penataan yang lebih terarah, InfraNexia diproyeksikan memiliki ruang untuk menjalankan mandat layanan infrastruktur digital secara lebih spesifik, sekaligus memaksimalkan fokus bisnis yang selama ini dibangun dalam rangka transformasi TLKM 30.
Pada sisi pengembangan kemampuan layanan, TLKM menyebut proses spin-off tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kapabilitas infrastruktur digital. Perubahan struktur ini juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional dan kinerja bisnis, sehingga perusahaan dapat bergerak lebih cepat merespons dinamika pasar yang terus berkembang di sektor konektivitas digital.
Selain pembenahan kapasitas, langkah tahap kedua juga dikaitkan dengan upaya memperkuat struktur tata kelola dan konsolidasi aset BUMN. Dalam narasi yang disampaikan TLKM, inisiatif Danantara Asset Management diposisikan sebagai bagian dari penyelarasan penguatan pengelolaan infrastruktur digital, agar kolaborasi yang dibangun dapat berlangsung lebih luas dan terkelola lebih rapi.
Dengan target menjadi mesin pertumbuhan baru, InfraNexia diharapkan dapat membuka peluang kemitraan strategis untuk mendukung konektivitas digital nasional. TLKM menegaskan bahwa rangkaian proses hingga tahap kedua rampung merupakan tahapan penting, yang diharapkan menjadi fondasi pengelolaan infrastruktur digital yang lebih tanggap, sekaligus mendorong terciptanya nilai jangka panjang yang lebih berkelanjutan.












