Bisnis & Ekonomi

Valuasi Saham BYAN Disorot Usai Tawaran Murah Haji Isam

×

Valuasi Saham BYAN Disorot Usai Tawaran Murah Haji Isam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cek Valuasi Saham BYAN di Tengah Tawaran Murah Haji Isam - Market

jurnalistik.co.id – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tengah menjadi sorotan pelaku pasar setelah muncul kabar penawaran saham dengan harga yang dinilai jauh lebih rendah.

Kabar tersebut dikaitkan dengan Andi Syamsuddin Arsyad, yang lebih dikenal sebagai Haji Isam. Dalam pemberitaan Bloomberg News, penawaran itu disebut berlangsung dengan diskon besar terhadap harga pasar saham BYAN.

Disebutkan, tawaran Haji Isam menyasar pembelian 62% saham BYAN dengan skema pembayaran tunai sebesar US$3 miliar. Informasi yang beredar juga menyebut sebagian pembayaran kemungkinan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus.

Jika transaksi benar-benar terjadi pada level harga yang disebut dalam kabar tersebut, nilai yang tercermin akan menunjukkan diskon hingga 80% dibandingkan level harga pasar saat ini. Dengan kata lain, penilaian valuasi BYAN dipertanyakan seiring munculnya skenario harga penawaran tersebut.

Respons pasar tampak terlihat dari pergerakan saham dalam dua hari terakhir. Rumor mengenai tawaran murah dinilai ikut “menyetir” sentimen perdagangan saham BYAN di bursa.

Pada sesi sebelumnya, harga saham BYAN melemah 675 poin atau 4,91% dan berakhir di level Rp13.100 per saham. Penurunan itu menunjukkan adanya tekanan jual yang muncul setelah kabar valuasi berubah.

Pada Jumat, 11/9/2026, saham perseroan kembali turun. Pergerakan saham BYAN tercatat melemah 7% dan menyentuh Rp12.150 per saham.

Penurunan beruntun tersebut mengindikasikan bahwa pasar merespons informasi penawaran secara cepat, terutama karena besarnya diskon yang disebutkan. Diskon 80% dan skala nilai US$3 miliar menjadi poin yang berpotensi mengubah ekspektasi pelaku pasar terhadap valuasi perusahaan.

Selain isu harga, struktur kepemilikan juga menjadi bagian yang ikut memengaruhi pembahasan transaksi. Porsi saham mayoritas BYAN disebut dimiliki Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.

Dalam konteks tersebut, kabar yang berkembang menyatakan kepemilikan mayoritas kemungkinan akan ikut dijual dengan diskon besar. Alasan yang disebut berkaitan dengan kondisi free float yang terbatas serta volume perdagangan yang tipis.

Jika free float memang relatif kecil dan likuiditas pasar tidak terlalu tebal, harga saham dapat lebih mudah bergerak ketika ada dorongan transaksi atau perubahan persepsi pelaku pasar. Kondisi ini juga dapat membuat diskon yang besar terasa lebih “terkunci” pada harga tawaran yang dilempar ke publik.

Di sisi lain, adanya kemungkinan pembayaran bertahap juga menambah dinamika pada bagaimana pasar membaca kepastian transaksi. Pasar biasanya akan menilai apakah skema pembayaran tersebut memperkuat peluang deal atau justru menimbulkan ketidakpastian waktu penyelesaian.

Dengan skenario pembelian 62% saham, transaksi semacam itu berpotensi menjadi perhatian utama karena mencerminkan kendali pengambilan keputusan perusahaan berada di pihak pembeli, mengingat porsi yang ditargetkan berada pada level mayoritas.

Rumor valuasi dengan diskon besar juga membuat perbandingan harga antara penawaran dan harga pasar menjadi pusat diskusi. Angka 80% diskon yang dikaitkan dengan nilai transaksi berfungsi sebagai indikator bahwa pasar sedang menguji ulang asumsi valuasi yang sebelumnya dipakai untuk menilai saham BYAN.

Seiring berlanjutnya pergerakan harga, pelaku pasar akan menunggu perkembangan lanjutan terkait kebenaran tawaran tersebut. Apabila informasi tersebut terbukti akurat, harga yang tercermin pada momen transaksi akan menjadi referensi penting untuk menilai ulang valuasi BYAN ke depan.

Namun, selama kepastian transaksi belum dikonfirmasi penuh, pasar cenderung bereaksi pada rumor dan persepsi yang terbentuk. Karena itu, penurunan bertahap dari Rp13.100 ke Rp12.150 per saham menjadi sinyal awal bahwa sentimen bergerak mengikuti kabar penawaran.

Pada akhirnya, isu valuasi BYAN yang terseret tawaran murah Haji Isam menempatkan dua hal dalam sorotan sekaligus: besarnya diskon yang disebutkan serta dampaknya terhadap harga di pasar saat ini. Kedua aspek tersebut sama-sama terlihat memengaruhi perdagangan saham BYAN dalam rentang waktu yang relatif singkat.