Olahraga

Cetak Rekor Baru, Ronaldo Kesal saat Ditanya Soal Messi

×

Cetak Rekor Baru, Ronaldo Kesal saat Ditanya Soal Messi

Sebarkan artikel ini
Usai Cetak Sejarah, Ronaldo Kesal dengan Pertanyaan tentang Messi Bola 24 Juni 2026
Ilustrasi: Usai Cetak Sejarah, Ronaldo Kesal dengan Pertanyaan tentang Messi

jurnalistik.co.id – Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan setelah mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026. Pada laga Grup K, Portugal menghantam Uzbekistan 5-0 di Houston Stadium, Houston, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.

Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo tampil sebagai bintang kemenangan. Penyerang berusia 41 tahun itu mencetak dua gol pada menit keenam dan ke-39, sekaligus membawa Selecao das Quinas meraih tiga poin penting.

Dua gol yang ia lesakkan juga mengakhiri puasa gol Ronaldo di turnamen besar yang sudah berlangsung selama 10 pertandingan sejak November 2022. Dengan demikian, catatan pribadi Ronaldo tidak sekadar kembali hidup, tetapi juga langsung berdampak pada hasil tim.

Rekor enam edisi Piala Dunia

Selain mengantarkan Portugal meraih kemenangan, pencapaian Ronaldo kali ini membuatnya masuk dalam kategori yang sangat langka dalam sejarah sepak bola dunia. Ronaldo resmi menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia berbeda.

Enam edisi itu meliputi 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Pencapaian tersebut membuat rekor Ronaldo berdiri di atas pencapaian yang biasanya hanya bisa dikejar oleh pemain-pemain besar dalam rentang karier panjang.

Bila ditinjau dari aspek lain, Ronaldo juga menyamai catatan Lionel Messi dan legenda Denmark Michael Laudrup. Ketiganya dikenal sebagai pemain yang mencetak gol untuk negaranya sebagai pemain termuda sekaligus tertua di ajang Piala Dunia.

Ronaldo meraih catatan tersebut di Piala Dunia 2026 sebagai turnamen keenamnya sepanjang karier internasional. Ia kini menjadi satu dari dua pemain dalam sejarah yang tampil pada enam putaran final Piala Dunia, bersama Messi.

Catatan itu juga menegaskan posisi Ronaldo di panggung global: meski Messi tampil dalam enam edisi Piala Dunia bersama Argentina, sang megabintang berusia 39 tahun itu tidak mampu mencetak gol pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Perbedaan hasil inilah yang turut membuat rekor Ronaldo semakin menonjol di setiap pembahasan.

Sikap Ronaldo setelah laga

Usai pertandingan, Ronaldo menyampaikan pandangannya dengan nada yang terdengar meyakinkan. Ia menegaskan bahwa komitmennya dibangun dari kerja yang konsisten.

“Saya selalu datang. Cepat atau lambat, saya akan berada di sana. Ini tentang terus bekerja,” ujar Ronaldo.

Ronaldo juga menambahkan keyakinannya pada proses yang ia jalani. “Saya benar-benar percaya bahwa Tuhan membantu mereka yang bekerja keras.”

Dalam kesempatan yang sama, ia menekankan bahwa keberhasilan tidak bisa dilepaskan dari kebersamaan tim. “Saya sangat bahagia. Yang terpenting adalah tim, tetap bersatu dengan mereka dan keluarga kami. Kami tidak bisa mengontrol hal-hal yang datang dari luar,” lanjut Ronaldo.

Kalimat-kalimat tersebut menunjukkan bahwa perayaan rekor tidak hadir sebagai euforia kosong, melainkan dibingkai sebagai bagian dari cara pandangnya terhadap pekerjaan dan kekompakan.

Momen tegang saat nama Messi muncul

Meski awalnya Ronaldo terlihat santai saat membahas kemenangan Portugal serta rekornya sendiri, suasana wawancara kemudian berubah. Pergantian dinamika itu terjadi saat sesi berbicara di area mixed zone seusai laga.

Perubahan suasana bermula ketika seorang jurnalis mulai mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan Lionel Messi. Pada saat itulah, momen wawancara yang semula berjalan biasa mendadak terasa lebih tegang.

Menurut laporan media setempat, wartawan yang berbicara dalam bahasa Spanyol tersebut berencana menanyakan soal sejumlah rekor yang melibatkan Messi pada Piala Dunia 2026. Namun, Ronaldo menghentikan pertanyaan itu bahkan sebelum sang jurnalis menyelesaikan kalimatnya.

Tindakan Ronaldo tersebut langsung menjadi sorotan. Bukan karena ia terlibat debat panjang, melainkan karena ia memilih menahan pembahasan ketika topik Messi mulai dibuka.

Di tengah pencapaian besar yang barusan ia catat—mulai dari gol di enam edisi Piala Dunia berbeda hingga penyamaan catatan dengan Messi dan Michael Laudrup—reaksi Ronaldo saat ditanya soal Messi justru menghadirkan warna lain pada narasi pertandingan.

Bagi banyak pihak, momen tersebut menambah lapisan pembahasan tentang bagaimana seorang pemain mengelola fokus setelah mencetak sejarah. Ronaldo tetap berbicara tentang kerja keras dan kebersamaan tim, tetapi ketika nama Messi disebut, ia menunjukkan ketegasan untuk menghentikan arah pertanyaan.

Dengan hasil 5-0 atas Uzbekistan dan rekor yang terus melebar, Ronaldo menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 belum berhenti memberinya panggung. Di sisi lain, reaksi cepatnya saat pembicaraan bergeser ke Messi memperlihatkan bahwa di lapangan ada rekor, sementara di luar lapangan ada ketegangan yang menyertainya.