jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo dan jajaran secara intensif menggelar pengamanan selama pelaksanaan Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII (PENAS XVII) yang berlangsung di Provinsi Gorontalo.
Pengamanan dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar pada Rabu/06/2026. Fokusnya mencakup pengamanan sejak tahap awal hingga penutupan rangkaian agenda nasional tersebut.
Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, Polda Gorontalo menerjunkan ribuan personel kepolisian. Personel diarahkan mengamankan berbagai lokasi kegiatan, mulai dari area pembukaan, pameran, hingga tempat pertemuan peserta.
Pengamanan juga menyasar jalur lalu lintas yang digunakan selama penyelenggaraan PENAS XVII. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran pergerakan serta mengantisipasi kepadatan di titik-titik strategis.
Selain pengamanan kegiatan utama, personel juga diperkuat untuk pengamanan pada lokasi kunjungan tamu VVIP. Dengan demikian, penyelenggaraan agenda nasional tetap terjaga dengan standar keamanan yang konsisten di seluruh tahapan.
Penguatan pengamanan turut dilakukan melalui pengaturan arus kendaraan. Di saat yang sama, Polda Gorontalo melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan sinkronisasi prosedur dan pembagian peran berjalan efektif selama kegiatan berlangsung.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Desmont Harjendro S.I.K., M.T menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya. Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta, tamu undangan, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan nasional tersebut.
Dalam pelaksanaannya, pengamanan tidak hanya bersifat terbuka dan tertutup, tetapi personel di lapangan juga aktif memberikan pelayanan. Personel ikut terlibat dalam pengaturan lalu lintas serta bantuan informasi di sejumlah titik strategis agar kebutuhan masyarakat dan peserta dapat ditangani dengan cepat.
“Pelaksanaan pengamanan yang intensif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak dan menjadi bagian dari komitmen Polda Gorontalo dalam menjaga stabilitas keamanan selama berlangsungnya agenda nasional. Hingga berakhirnya kegiatan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Gorontalo terpantau kondusif,” tuturnya.
Dengan pendekatan tersebut, pengamanan PENAS XVII menjadi terukur dan terarah, karena melibatkan koordinasi lintas pihak serta penyesuaian terhadap kebutuhan di lokasi kegiatan. Kehadiran personel di berbagai segmen aktivitas—mulai dari pusat kegiatan hingga jalur pergerakan—membantu menjaga ritme kegiatan tetap berjalan sesuai rencana.
Keberhasilan pengamanan PENAS XVII, sebagaimana disampaikan dalam informasi tersebut, menjadi bukti sinergi yang baik antara aparat keamanan, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, dan masyarakat. Kolaborasi ini dinilai turut menyukseskan salah satu agenda nasional terbesar di sektor pertanian dan perikanan.
Selama agenda berlangsung hingga berakhir, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Gorontalo dipantau dalam kondisi kondusif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengamanan intensif yang dilakukan mampu menjaga stabilitas agar kegiatan nasional dapat berjalan lancar dan tertib.
Di sepanjang pelaksanaan PENAS XVII, pengamanan dilakukan dengan penempatan personel yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tahapan kegiatan. Penugasan ini diarahkan agar proses penyambutan hingga kegiatan penutup tetap berada dalam pengawasan, sekaligus memudahkan respons apabila terjadi dinamika di lapangan.
Langkah antisipasi juga dijalankan melalui pengawasan terhadap titik-titik yang menjadi pusat aktivitas peserta dan tamu. Dengan pola koordinasi yang rapih, arus pergerakan dari satu lokasi ke lokasi lain dapat dipantau, sehingga gangguan terhadap kelancaran kegiatan dapat diminimalkan sedini mungkin.
Selain menjaga ketertiban, personel yang berada di lapangan berperan dalam memastikan komunikasi berjalan efektif. Bantuan informasi diberikan pada titik-titik strategis agar peserta maupun masyarakat memperoleh arahan yang jelas, termasuk terkait alur kegiatan dan situasi lalu lintas selama agenda nasional berlangsung.
Dalam pandangan Kabid Humas Polda Gorontalo, pengamanan terpadu tersebut mencerminkan keterlibatan berbagai unsur secara bersama-sama. Kerja sama dengan unsur TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya menjadi dasar agar rasa aman dan kenyamanan dapat dirasakan oleh seluruh pihak, mulai dari tamu undangan hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan.












