jurnalistik.co.id – Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di kawasan GORR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Kehadiran Presiden menjadi puncak rangkaian kegiatan nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku utama sektor pertanian serta perikanan dari seluruh Indonesia.
Presiden tiba di lokasi acara didampingi sejumlah pejabat negara dan jajaran kepala daerah. Turut menyambut Presiden selaku tuan rumah adalah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Selain Gusnar Ismail, penyambutan juga melibatkan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie serta Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi. Ribuan peserta PENAS XVII terlihat memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan kebahagiaan karena dapat kembali berada di tengah para petani dan nelayan Indonesia. Ia menyebut kehadirannya pada PENAS XVII merupakan yang pertama sebagai Presiden Republik Indonesia, meski sebelumnya ia beberapa kali mengikuti kegiatan serupa saat aktif di organisasi petani nasional.
Presiden mengatakan pengalaman panjang bersama komunitas petani dan nelayan membuatnya memahami berbagai tantangan yang dihadapi sektor pangan. Ia juga menegaskan kedekatan tersebut diperkuat oleh latar belakangnya sebagai mantan prajurit yang melihat petani dan nelayan sebagai kelompok dengan peran penting dalam perjalanan bangsa.
Presiden kemudian menyampaikan rasa syukur atas capaian Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras petani dan nelayan di seluruh Indonesia.
“Saya merasa bersyukur karena kita semakin mendekati swasembada pangan. Produksi beras, jagung, dan berbagai komoditas pangan terus meningkat, bahkan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah bangsa ini. Ini adalah hasil kerja keras saudara-saudara sekalian. Untuk itu saya menyampaikan penghargaan dan rasa hormat kepada seluruh keluarga besar petani dan nelayan Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Di bagian lain sambutannya, Presiden menegaskan pembangunan sektor pertanian dan perikanan perlu terus diperkuat. Penguatan dimaksud dilakukan melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, serta penguatan hilirisasi agar hasil produksi memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran Presiden pada puncak PENAS XVII disebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan petani serta nelayan sebagai pelaku utama pembangunan sektor pangan nasional. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi pertemuan lintas pihak, tetapi juga penguat arah kerja di sektor pangan.
Suasana acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia. Rangkaian pertemuan tersebut memperlihatkan perhatian besar terhadap sektor pertanian dan perikanan sebagai fondasi pemenuhan kebutuhan pangan.
PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 menjadi wadah untuk saling bertukar pandangan dan memperkuat jejaring di antara pelaku utama sektor pertanian serta perikanan. Perpaduan antara petani, nelayan, penyuluh, dan berbagai pihak terkait dari banyak wilayah turut menunjukkan bahwa isu pangan perlu dikerjakan bersama, dari pusat hingga daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti perlunya keberlanjutan upaya untuk mendekatkan target swasembada pangan. Ia menilai peningkatan produksi bukan hanya soal capaian angka, tetapi cerminan kerja kolektif di lapangan. Karena itu, penghargaan yang disampaikan diarahkan kepada keluarga besar petani dan nelayan yang terus menjaga produktivitas.
Presiden menekankan bahwa penguatan pembangunan pertanian dan perikanan harus menjangkau aspek yang lebih luas, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pemanfaatan teknologi. Selain itu, hilirisasi dinilai penting agar hasil produksi tidak berhenti pada tahap budidaya, melainkan mampu memberi nilai tambah yang lebih nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Di penghujung rangkaian puncak acara, kehadiran Presiden disebut mempertegas dorongan untuk menjalin sinergi. Pemerintah dan para pelaku di sektor pangan diharapkan semakin selaras dalam menentukan langkah kerja ke depan, sehingga kegiatan nasional ini tidak hanya berlangsung sebagai pertemuan, melainkan juga menjadi penguat arah kebijakan di bidang pertanian dan perikanan.












